Jodoh Pilihan Istri

Jodoh Pilihan Istri
Ran 213


__ADS_3

"Insya Allah nanti saya akan ingat pesan bunda." Jawab El dengan memeluk bunda.


"Aya nanti jangan luapin om Arka dan onty Yasmin ya." Ucap Arak dengan menggendong Aya.


"Sama onty Senja dan om Langit jangan lupa juga loh." Tambah Senja yang nimbrung pembicaraan Aya dan Arka.


"Siap budhe dan pak dhe, Aya tidak akan lupa sama kalian semua." Jawab aya dengan mengangkat tangannya ke pelipis tanda hormat.


Semua tertawa mendengar Jawaban dari Aya


Adam yang natabennya anak yang mudah bergaul pun bisa langsung akrab dengan Rasya, Juju dan Jojo serta Ara keponakan Zafran.


Aina yang sedih sejak tadi di gendong Arin ibunya. Dia merasa kehilangan teman bermainnya.


"Dek hati-hati disana ya, jangan lupa kalau ada apa-apa hubungi kakak." Pinta Arin kepada adiknya.


"Siap kak, El titip ibu dan ayah ya kak. Sekarang yang dekat dengan mereka kan kakak." Ucap El..


"Itu sudah kewajiban kakak dek, insya Allah kakak dan mas Arvan akan menjaga ayah dan ibu kamu jangan khawatir." Jawab Arin dengan menggendong Aina.


"Aina sayang onty pamit ya jangan nakal, besok kalau libur ajak abang Adam maen kesana." Nasehat El kepada Aina.

__ADS_1


Aina pun hanya menganggukkan kepalanya. Setelah beberapa saat, panggilan dari informasi menuju ke Jawa tengah pun terdengar.


Zafra , istri dan anaknya berpamitan kepada seluruh keluarga sebelum masuk untuk check in.


Ada tangis haru melepas kepergian mereka. Sebelum benar-benar masuk ke pintu kebernagkatan, zafran dan keluarga tidak lupa melambaikan tangan untuk salam perpisahan.


Penerbangan pesawat yang di naiki zafra beserta keluarganya pun take off pukul 20.00 WIB. Mereka mendapat kursi penumpang yang berdampingan sehingga mudahkan mereka menjaga Aya.


Tidak ada kemewahan yang di tunjukan zafran , malam ini mereka hanya menaiki pesawat dengan kelas ekonomi saja.


Bukannya zafran pelit terhadap anak dan istrinya, karena sisa tiket hanya tinggal ekonomi saja. Apalagi perjalanan hanya di tempuh 2 jam perjalanan saja.


Tadi baik Langit atau arka sudah menawarkan pesawat pribadi mereka, namun Zafran menolak nya, Zafran ingin memulai hidup dengan anak istri nya dari kesederhanaan, Zafran yakin kalau suatu saat nanti ia akan bisa membuat keluarga nya hidup dengan kemewahan.


Mungkin karena dia kelemahan dengan aktifitas sejak pagi bermain dengan sepupunya yang datang ke rumah ayah Ray sejak pagi.


"Sudah tidur dek princess kita?" Tanya zafran ketika melihat El memindahkan kepala putrinya di bahunya.


"Sudah mas, mungkin dia capek karena sejak pagi sudah bermain dengan Rasya, Jojo dan Juju, Ara apalagi tadi di tambah kedatangan Adam dan Aina." Jawab El.


"Semoga dia bisa cepat ad aptasi disana ya dek." Ucap zafran dengan menggenggam tangan istrinya.

__ADS_1


"Insya Allah mas, putri kita kan anak yang mudah bergaul jadi pasti nanti disana dia cepat punya teman. Tinggal kita saja yang mengarahkan." Jelas El kepada suaminya.


"Mas yakin kamu bisa ngajarin putri kita." Jawab zafran dengan tersenyum dan menghadap istrinya.


Tidak lupa dia juga mencuri cium pipi El, El yang mendadak dicium suaminya pun hanya tertunduk malu dengan pipi merona, karena baru kali ini suaminya bertindak romantis di khalayak umum, meskipun para penumpang lainnya sedang fokus sendiri.


"Ih malu mas, ini kan tempat umum." Rajuk El.


"nggak apa apa dek kita kan suami istri toh mas juga hanya mencium pipi kamu , atau jangan-jangan adek mau di cium disini." Goda zafran dengan menunjuk bibirnya.


Dia sangat senang menggoda istrinya yang lugu ini. Apalagi Melihat El dengan pipi merah merona karena malu.


Wajahnya yang putih bersih memudahkan orang melihat wajah semu kemerahan di pipinya.


"Mas mesum ih." Ucap El.


"Ha ha ha, biarin. Ya udah adek tidur dulu saja, nanti kalau sudah mau landing mas bangunin." Pinta Zafran.


...🌹🌹🌹🌹🌹...


...Jangan lupa Like dan Vote...

__ADS_1


...Terima kasih....


__ADS_2