Jodoh Pilihan Istri

Jodoh Pilihan Istri
AY 18


__ADS_3

" Ya ampun Bun, kita sudah di angkat ke awan tapi kemudian di hempaskan ke tanah." David menjawab dengan begitu lebay, serta memegangi dada kiri nya penuh sedih, mereka semua nya tertawa terbahak bahak.


" Wah wah wah, ketawa tidak ajak ajak nih." Ayah Ray yang sedang menuruni tangga berseru ke arah mereka.


" Ayah dan papa apa kabar." Ari dan David bergantian saling memeluk ayah dan papa.


" Alhamdulillah papa dan ayah sehat, kalian?." Tanya balik ayah.


" Kami juga baik pa yah." Jawab Ari mewakili.


" Dih kalau ke ayah dan papa tanya kabar, ke bunda dan mama tidak." Ucap Bunda Mesya dengan memasang muka cemberut dengan bersindekap depan dada


" Bunda dan mama ku yang cantik ini mah tidak perlu di tanya, dari arah pintu tadi aku lihat ada bidadari ternyata setelah di dekati wowww ternyata mama dan bunda." Ucap David.


" Kamu memang paling bisa bikin bunda dan mama baper, padahal ayah dan papa tidak pernah lho bikin kita baper seperti barusan." Bunda Mesya menghadiahkan senyuman termanis kepada David dan Ari semua nya ikut tertawa.


" Bun, senyum bunda hanya buat ayah ya, jangan bagi bagi ke siapa siapa." Ucap Ayah Ray posesif.

__ADS_1


" Ckkk, ayah dari dulu tidak pernah berubah mah, bunda tidak boleh di bagi bagia, pelit." Ucap David.


" Yah ternyata kak Ari juga datang, kalau begitu nama ku jangan Ari deh, ganti saja ya." ucap Arion sambil terkekeh.


" Kamu tidak mengharap kehadiran kakak dek?." tanya Ari pada Arion.


" Awal nya mengharap kak, tapi berhubung nama kita kembar, jadi setengah saja deh harapan nya." ucap Arion yang terkenal dengan sifat jahil nya, dan semua orang di sana tertawa


" Ya sudah kita duduk yuk." Ayah mengajak semua nya duduk di karpet yang sudah tergelar di ruang keluarga. Langit, Ara, Azell dan Sasi muncul dari arah tangga melangkah kan kaki nya untuk ikut bergabung.


" Hai bro.... sudah lama?." Tanya Langit yang mendekati Ari, David, melakukan TOS Tangan.


" Hai keponakan om, happy birthday princess." Ucap David dan Ari berganti an pada Ara.


" Ini kado dari om." David menyerahkan paper bag ke tangan Ara.


" Dan ini dari om Ari, jadi anak yang Sholehah ya princess." Ari menyerahkan paper bag yang dia bawa lalu mengusap usap kepala Ara, anak itu terlihat senang menerima ke dua pemberian dari om nya, Ara hari ini mendapat kado begitu banyak, ia sangat senang sekali.

__ADS_1


Ia langsung mengeluarkan isi paper bag itu, ada macam macam Bandu serta baju buat Ara, dan Ara mulai mencoba Bandu itu satu per satu.


" Eits jangan lupa bilang apa sayang." Langit mengingat kan anak nya.


" Telima kasih om." Ujar Ara dengan cadel nya.


David dan Ari mencubit pipi tembem dengan gemas.


" Assalamualaikum." Serempak semua nya menoleh ke arah pintu dan membalas salam nya.


Senja dan Cika berdiri di sana dengan bibir tersenyum.


" Kak Ja." Ara berlari gembira menuju ke arah Senja. Senja menurunkan badan nya dengan berlutut di lantai, ia membentang kan ke dua tangan nya pada Ara, Ara langsung masuk ke dalam pelukan Senja, Senja mencium pipi tembem Ara.


...🌷🌷🌷...


...Jangan lupa like dan Vote...

__ADS_1


...Happy Reading...


__ADS_2