
3 Jet pribadi telah membawa masing masing peti jenazah, Zafran di temani oleh bunda dan ke dua sahabat nya serta ada bibik dan Rosa yang ikut serta di dalam rombongan itu.
Jarak tempuh 3 jam sudah mereka lewati, sekarang semua nya sudah berada di Pemakaman Teratai, semua para pelayat sudah pulang satu per satu, kini hanya tinggal keluarga inti saja.
Zafran masih diam di pusaran sang istri, dia hanya diam dan tidak berkata apa pun.
" nak, kita pulang yuk, kita besok kesini lagi, di rumah sedang mempersiapkan acara tahlil." ucap ayah.
Zafran menatap ayah dan menganggukkan kepala nya.
" Sayang mas pulang dulu ya, besok mas ke sini lagi." ucap Zhafran
Lalu Zafran beralih ke pusaran makam ke dua mertua nya.
" papa mama, Zafran pulang dulu, Zafran besok akan kesini lagi, tolong jaga istri ku ya ma pa, titip dia, jaga dia, Zhafran sudah ikhlas kok, kalau begitu Zafran pulang dulu ya, Assalamualaikum." ucap Zafran lalu berdiri di ikuti mereka semua yang masih berada di dalam sana.
__ADS_1
7 hari kemudian.
sudah 7 hari kepergian Aisyah, Zafran masih tetap berada di kamar nya, dia hanya mandi dan sholat saja, tidak ada niatan untuk melakukan apa pun, bahkan makan saja terkadang bunda atau azell yang menyuapi Zafran, dan sampai detik ini pun Zafran masih belum melihat putri nya semenjak putri nya di pindahkan ke Jakarta.
Ke dua sahabat masih setia menemani nya, meskipun mereka masih belum bisa membuat Zafran kembali seperti dulu, dan rencana nya hari ini mereka berdua akan pulang, hanya akan meninggalkan bibik saja, bibik sendiri telah berjanji kalau ia akan setia menemani nona kecil nya itu, meskipun sampai sekarang masih belum bisa di temui.
Tok tok tok.
Pintu kamar Zafran di ketuk oleh seseorang dari luar kamar nya.
" Ayah." ucap Zhafran lirih.
" Ayah boleh masuk?." tanya ayah dan Zhafran hanya mengangguk kepala nya saja.
Ayah masuk ke dalam putra nya lalu duduk di sofa dan di ikuti Zafran yang duduk di sofa sebelah ayah nya.
__ADS_1
" bagaimana kondisi kamu saat ini nak?." tanya Ayah..
" Hancur." satu kata yang terucap dari bibir sang putra.
" apa boleh ayah bercerita sedikit tentang kisah ayah?." tanya Ayah dan Zhafran menatap sambil mengernyitkan dahi nya, menandakan bertanya tanya tentang itu, ada apa, tumben tumben ayah nya bercerita.
" Nasib kamu sama persis dengan nasib ayah, tapi kita masih mempunyai sisi lebih tapi tidak sama." ucap Ayah.
" Ayah masih tahu betul bagaimana perjuangan ibu saya melahirkan kakak kamu Langit, bagaimana proses nya dan bagaimana tahu saat ibu sedang sakarotul maut itu yang kata ayah tadi lebih nya, sedangkan kamu tidak, ayah tahu posisi kamu saat ini, bagaimana hati ini hancur sehancur hancur nya, di tinggalkan oleh seroang wanita yang telah menemani kita hampir 1 tahun lama nya, tapi lebih nya kamu adalah kamu masih memiliki seorang putri nak, sedangkan ayah dulu, ayah tahu kalau kak Langit bukan lah putra kandung ayah, ayah saat itu sama seperti kamu, hanya bisa meratapi nasib, kenapa nasib ayah seperti ini saat itu dan kamu....
...🌹🌹🌹🌹🌹...
...Jangan lupa Like dan Vote...
...Terima kasih....
__ADS_1