Jodoh Pilihan Istri

Jodoh Pilihan Istri
LS 11


__ADS_3

" Mangka nya, kamu jangan sibuk terus kerja nya dong... Sampai sampai terlewat kan tumbuh kembang anak kan, sayang kapan kamu berhenti kerja hmm? Biar aku saja yang bekerja, toh nafkah itu kewajiban ku sebagai kepala rumah tangga, aku masih mampu untuk membiayai kalian berdua" Ucap Langit pada Devi dengan intonasi yang lembut.


" Aku percaya dengan tanggung jawab mu sayang, tapi please, aku belum mau berhenti sayang, jabatan ku juga baru saja naik, tidak enak kalau aku harus resign, apa kata bos, kalau nanti aku sudah capek, pasti aku akan resign dari pekerjaan ku." Jawab Devi yang mulai jengah dengan suami nya yang sering bertanya itu dan itu terus sampai ia bosan.


Langit hanya bisa menghela nafas berat nya, setiap membahas soal ini selalu saja akhir nya tidak ada kesepakatan, bukan nya Langit tidka mau bersikap tegas sebagai seorang suami, tetapi ia selalu melihat kebahagian istri saat menceritakan tentang saat ia bekerja, Ya Langit mengiyakan saja saat Devi meminta ini itu tentang pekerjaan nya, tanpa berfikir panjang tanpa mengerti apa yang akan terjadi di belakang nanti nya, yang terpenting bagi Langit adalah kebahagian istri nya.


Ceklek, suara pintu kamar mandi terbuka membuyarkan lamunan Langit, istri nya baru saja keluar dari kamar mandi hanya dengan melilit kan handuk pada tubuh nya, tampak segar dan menggoda dengan tetesan air yang jatuh dari rambut basah nya yabg terbungkus handuk.


" Sayang cepatan mandi gih keburu telat nanti ke kantor nya." Ucap Devi.


" Aku santai ke kantor nya kok, aku kan bos nya, bos mas bebas, aku mau ke rumah bunda dulu untuk jemput Ara." Langit berkata sambil berjalan ke kamar mandi melewati istri nya yang sedang memilih baju, tidak lupa ia gigit gemas bahu mulus istri nya sehingga tercipta stempel kepemilikan.

__ADS_1


Devi hanya bisa mendengus kesal dengan kelakuan suami nya itu, ia bergegas memakai baju dan merias wajah nya, tidak lupa menyiapkan pakaian untuk suami nya juga.


" Sayang aku tunggu di bawah ya siapin makan dulu." Teriak Devi ke arah kamar mandi.


" Ya sayang." Jawab Langit dengan berteriak.


Devi segera turun ke bawah menuju ruang makan yang akses nya dengan dapur tersekat mini bar, rumah nya 2 lantai bercat putih mutiara, bergaya minimalis modern, cukup besar dan elegan, ada taman kecil yang berada di samping rumah nya, berdampingan dengan teras yang cukup besar.


" Bik, nasi goreng nya sudah siap?." Tanya Devi kepada bik Surti sambil berjalan menuju dapur.


" Ya bik, taroh di meja saja, saya mau buat teh dulu untuk suami saya." Jawab Devi.

__ADS_1


Tak berselang lama, Langit pun turun dan bergegas menuju meja makan. Jam menunjukkan pukul 07.30


Mereka makan dengan cepat tanpa ada obrolan lagi, karena waktu telah mepet, Devi masuk kantor pada pukul 08.00.


" Sayang, aku berangkat sekarang, Assalamualaikum." Selesai makan Devi buru buru cium tangan suami nya lalu berjalan tergesa gesa ke arah mobil.


" Hati hati sayang,,, jangan ngebut." Teriak Langit yang masih duduk di meja makan.


Bremmmm mobil merk Honda jazz berwarna merah yang di Kendari Devi pun melaju keluar gerbang, menyusuri perumahan menuju jalan besar.


...🌷🌷🌷...

__ADS_1


...Jangan lupa like dan Vote...


...Happy Reading...


__ADS_2