Jodoh Pilihan Istri

Jodoh Pilihan Istri
RAN 280


__ADS_3

"lya mbak." Jawab Nita dengan tersenyum.


"Ma,bekalnya di buka dong. Tapi mama bawa apa saja." Ucap Irfan kepada Rosa.


"Sabar pa,ni juga mau di buka." Jawab Rosa.


"Mom, ambilin Daddy cappucino ya." Pinta zafran kepada El.


"Ya daddy." Jawab El.


"Oh ya om Fajar dan om Radit mau juga cappucino nya?" Tawar El.


"Boleh itu tan." Jawab Radit.


"Mas Fajar habis minum obat mbak, jadi nggak boleh mengkonsumsi caffein." Tolak Nita.


"Oh ya maaf mbak Nita,kalau begitu teh hangat saja ya ni saya juga bawa teh hangat buat jaga- jaga." Ucap El dengan senyum ramahnya.


"lya mbak terimakasih ya." Ucap Nita.


El pun tersenyum dan mengambilkan cappucino untuk suami dan Radit sedangkan untuk Fajar, El menuangakn teh di dalam gelas plastik yang dia bawa dari rumah.


"Kapan-kapan kita agendakan lagi ni pergi bersama-sama biar nambah keakraban kita saja." Usul Rosa.

__ADS_1


"Boleh juga itu tan, tapi bentar lagi perut istri saya sudah besar tan jadi nggak bisa pergi jauh-jauh." Zafran pun menjawab dengan memperhatikan kearah perut istrinya yang sudah membuncit.


Dan terkadang dia kasihan ketika melihat istrinya yang mulai mudah kelelahan.


"He...iya juga ya." Ucap Rosa.


"Mbak El ini sudah masuk berapa bulan kandungannya?" Tanya Nita dengan mengusap perut El.


"6 bulan mbak." Jawab El lembut.


"Semoga mbak juga segera menyusul ya, biar rumah kita tambah ramai." Tambah El.


"Amin mbak. Terimakasih doanya." Nita pun tersenyum.


Menikmati bekal yang mereka bawa di rumah dan memantau Aya dan Rio yang sedang asyik bermain. Nita yang awalnya hanya diam, menjadi ikut menikmati dengan bercengkrama membahas semua hal bersama Rosa dan El.


Dia sangat beruntung masih di berikan kesempatan untuk memperbaiki diri dengan di dekatkan orang-orang yang mau menerima dirinya yang pernah menyakiti El maupun Rosa.


"Mbak coba lihat deh, itu Rio dan Aya akur banget ya?" Tanya Nita sambil memandang Rio dan Aya yang sedang bermain prosotan.


"Dari awal Aya pindah kesini, Rio udah suka mbak. Makanya tiap hari dia maen tu ke rumah mbak El. Sampai saya heran, sebenarnya dia anakku atau anaknya mbak El karena hampir tiap hari numpang makan disana." Jawab Rosa dengan terkekeh.


"Namanya anak-anak mbak, mungkin mereka sangat nyaman bermain bersama mbak Dan kita cukup perhatikan saja." Jawab El

__ADS_1


"Kan memang besok kalau udah besar, Rio jadi anaknya tante El Ma?" Radit pun ikut menimpali.


"Maksud papa?" Tanya Rosa yang tidak paham dengan maksud suaminya.


" Idih Mama ini, maksud papa besok kalau Rio dan Aya udah besar kan kita mau besanan dengan tante El. Ya kan..ya kan..?" Ucap Radit dengan memainkan kedua alisnya.


"Itu sih maunya kamu suh, ingin menjadikan putriku jadi mantumu." Jawab Zafran.


"Kalian itu ada-ada aja, lihat Rio dan Aya masih kecil sudah berencana menjodohkan mereka saja." Fajar pun ikut menyahut.


"Kan boleh suh kita berencana." Ucap Radit dengan PDnya.


"Memangnya saya mau gitu besanan sama kamu?" Ucap zafran pura-pura menolak.


"Ya harus mau dong, kan kan bisa di lihat tu Rio bibit unggul ku. Kegantengannya nurun dari diriku." Jawab Radit dengan menarik kaosnya dengan bangga.


"Idih ni orang PDnya minta ampun." Ucap Rosa yang jengah dengan kePDan suaminya.


Semua orang pun tertawa melihat tingkah pasangan absurd ini. Mereka pasangan yang sangat menghibur ketika berkumpul bersama.


...🌹🌹🌹🌹🌹...


...Jangan lupa Like dan Vote...

__ADS_1


...Terima kasih....


__ADS_2