
Dia pergi dengan sepeda motor setelah berpamitan dengan El yang juga mengantarnya di depan pintu.
El menunggu sang suami yang sedang mencari martabak di ruang tamu.
Dia menselonjorkan kakinya sambil melihat acara di televisi. Setelah 1 jam, dia mendengar ada suara sepeda motor yang berhenti didepan rumahnya.
Dengan tidak sabarnya, dia membuka pintu untuk memastikan suaminya sudah kembali.
"Mas ,martabaknya sudah dapat?" tanya El antusias setelah menyambut kedatangan zafran.
"Alhamdulillah sudah dek. Tadi porsi martabak tinggal 1, untung masnya baik hati untuk memberikan pesanannya kepada mas. Ya akhirnya keinginan adik tercapai."Jelas zafran tersenyum setelah mendapat pesanan dari sang istri dengan menunjukkan kantong plastik berisi martabak kepada El.
"Terima kasih mas,"Ucap El tersenyum dengan mengambil bumgkusan di tangan zafran.
Setelah memarkirkan motornya, zafran dan El masuk kembali di dalam rumah.
El mengajak suaminya untukk menyantap martabak di ruang tamu, El membuka dan mulai menikmati martabaknya.
Zafran hanya melihat sang istri dengan bahagia.
" Sudah mas, ayo kita tidur." Ajak El setelah makan 2 potong martabak.
__ADS_1
"Lo, habiskan dulu dong dik. Tadi katanya mau martabak." Ucap zafran.
"Kan Ifa sudah makan mas, nanti taruh di kulkas dulu besok di lanjutkan makannya." Jawab El dengan entengnya.
Zafran pun hanya menggelengkan kepalanya.
"Ini nih orang nyidam, baru juga 2 potong dimakan sudah tidak mau makan lagi. Tadi aja merengek minta segera di belikan,setelah dapat hanya makan seberapa. Kudu sabar deh."Ucap zafran dalam hatinya.
Kebahagiaan selalu terpancar dalam rumah tangga zafran dan El.
Di kehamilan istrinya, meskipun zafran harus bersabar karena nyidam El yang lumayan merepotkannya tak membuat dia merasa jengkel.
El juga tak mengerti dengan nyidamnya, dimana dia harus merepotkan zafran untuk memenuhi nyidamnya pasti di malam hari yang terkadang warung yang menyediakan makanan yang dia inginkan banyak yang sudah tutup.
Sebenarnya dia merasa kasihan dengan suami nya, tapi apa daya keinginan ngidamnya harus terpenuhi jika tidak dia akan berubah cengeng melebihi Aya.
Yang membuat bangga zafran kepada sang istri
adalah dia dapat menempatkan dirinya bagaimana harus bersikap dimana ketika bersama Aya dan dirinya.
Jika bersama Aya, dia akan menjadi mommy yang selalu melayani sang putri dengan tulus
__ADS_1
"Kakak, nanti siang mau di masakin mommy apa buat makan siang?"Tanya El di saat keluarga kecil mereka bersarapan di ruang makan.
"Kakak mau maem ayam bakal mom."Jawab Aya setelah menelan roti coklat kesukaannya.
"Ok sayang, di kulkas masih ada ayam nanti mommy buatin ayam bakar spesial khusus putri mommy yang cantik ini." Tambah El dengan menunjukkan kedua jempol tangannya di hadapan Aya.
Zafran pun hanya tersenyum melihat interaksi istri dan putrinya dengan menikmati nasi goreng buatan sang istri.
Di trisemester 2 ini, El sudah bisa kembali masak untuk keluarganya. Dia sudah tidak akan muntah jika mencium bau bawang yang menyengat.
"Oh ya mas, nanti siang Ifa mau buat sayur asam sama ikan asin goreng sepertinya enak deh." Ucap El dengan membayangkan masakan yang dia inginkan.
"Di tambah sambal terasi kayaknya mantap." Tambah El.
"Sepertinya enak tu dek, tapi ingat jangan pedas-pedas sambalnya. Kasihan perut adik." Nasehat zafran.
...🌹🌹🌹🌹🌹...
...Jangan lupa Like dan Vote...
...Terima kasih....
__ADS_1