
Ajeng geram, ia segera melangkah ke dapur mengambil air dan kembali menyiramkan tepat di wajah Yasmin sehingga Yasmin kelabakan dan tersadar dengan kondisi semakin memprihatinkan.
" I....ibu." ucap Yasmin lirih
" Bangun kamu! Bangun! Cuma di suruh setrika baju aja kamu tidak becus ya hah, dasar sampah tidak berguna." Pekik Ajeng seraya terus menendangi tubuh Yasmin.
" Siapa suruh kamu merusak baju anak saya hah, dasar tidak berguna." Lanjut Ajeng lagi.
" Ampun Bu, ampun hiks hiks, Yasmin tidak sengaja Bu, kepala Yasmin pusing maafin Yasmin Bu." Ucap Yasmin memohon dengan derai air mata nya.
" Kamu pikir aku peduli hah! Dasar tidak berguna ayo pergi sayang, kita tinggalin sampah itu." Ucap Ajeng kepada ke dua anak nya untuk pergi dari sana meninggalkan Yasmin yang tengah menangis dengan pakaian basah kuyup.
" Mampus." Kata Ani sambil senyum mengejek.
" Huuu emang enak di marahin ibu weeeee." Ana juga ikut mengejek Yasmin. Sepergi nya Ajeng dan ke dua anak nya, tangis Yasmin semakin pecah, ia sudah lelah dengan ini semua nya.
__ADS_1
Tapi bagaimana lagi bila ia menyerah sekarang, sama saja ia menyerahkan semua hasil kerja keras ayah nya ke tangan iblis, Yasmin mulai membereskan tempat setrika itu lalu kembali ke kamar nya dan menangis lagi.
" Yasmiiiiiiin." Teriak Ajeng pagi pagi sekali, saat ini keadaan Yasmin sudah lebih baik setelah meminum obat yang ia beli di warung dekat rumah nya, begitulah nasib Yasmin bila sakit, ia tidak pergi berobat ke rumah sakit seperti ibu tiri dan ke dua saudara tiri nya itu, ia hanya akan membeli obat warung saja, itu pun ia berjalan sendiri untuk membeli.
" Iya bu." jawab Yasmin setelah sedikit berlari menghampiri Ajeng.
" Mandi sana, terus ganti baju mu." Ucap Ajeng membuat Yasmin mengkerutkan dahi nya.
" Ana pinjami dia baju mu." Ucap Ajeng lagi pada kepada anak bungsu nya.
" Sudah tidak apa apa, nanti ibu ganti belikan yang baru dan yang lebih bagus." Bujuk Ajeng, akhir nya Ana memberikan baju mini dress di atas lutut nya yang berwarna kuning kunyit kepada Yasmin.
Sejak ayah nya sakit, Yasmin tidak pernah lagi di belikan baju atau pun barang barang lain nya, dia selalu memakai baju bekas dari ke dua saudara tiri nya itu, padahal uang yang di peroleh ibu tiri nya itu ialah uang dari hasil perkebunan milik ayah dan bunda Yasmin.
Setelah beberapa menit Yasmin selesai memakai baju, tidak lupa Ajeng juga menyuruh Ani untuk mendandani Yasmin agar tidak terlihat pucat.
__ADS_1
Sedari tadi Yasmin ingin bertanya banyak hal namun ia urungkan tak kala malah mendapat bentakan dari sang ibu tiri.
" Bu, sebenarnya Yasmin mau di bawa kemana?." Tanya Yasmin lagi entah untuk keberapa kali nya, saat ini Yasmin sudah berada di dalam mobil bersama Ajeng, Ana dan Ani.
" Cukup diam sayang, ibu akan membuat hidup mu menjadi lebih baik lagi " ucap Ajeng dengan lembut namun malam membuat Yasmin menjadi takut.
" Ha ha ha, yes habis ini kita shopping dong Bu." Ujar Ana.
" Ingat lho janji ibu, gantiin baju nya Ana." Ucap Ana.
...🌷🌷🌷...
...Jangan lupa like dan Vote...
...Happy Reading...
__ADS_1