Jodoh Pilihan Istri

Jodoh Pilihan Istri
Ran 250


__ADS_3

Dia tidak akan menyia-nyiakan waktu untuk mendampingi sang istri keduanya di kehamilan anak keduanya.


"Dek,nanti tidak usah masak ya kita beli makan di luar saja." Ucap Zhafran


"Terserah." Satu kata yang terluncur dari bibir El yang berdalih masih fokus bercanda dengan Aya.


Zafran pun hanya menghela napas.


"Daddy, mommy Aya mau maem bakso." Pinta Aya yang kepikiran untuk menikmati bakso di cuaca panas seperti ini.


"Sepertinya itu ide yang bagus princess, ya udah kita beli bakso di pak Kumis dulu baru pulang."Jawab zafran kegirangan.


Rasanya dia juga ingin menikmati bakso. Sudah lama mereka tidak pernah beli bakso karena El selalu memasak makanan di rumah.


Sebelum hamil, El selalu memasak makanan sehat untuk suami dan anaknya. Sebenarnya El juga tertarik untuk memakan bakso.


Setelah mendengar kata bakso yang di ucapkan Aya, dia membayangkan begitu nikmatnya. Tai karena dia masih marah dengan zafran, dia pura-pura tak menjawab.


"Mommy gimana, kita makan bakso aja ya buat makan siang?" Tambah zafran mencoba membujuk El.


"Terserah." Kata yang sama terlontar dari bibir El.


Zafran pun mengendarai mobilnya menuju tukang bakso langganan mereka.

__ADS_1


Setelah 40 menit perjalanan, akhirnya mereka sampai di sana. Karena jam menunjukkan waktu istirahat, warung bakso pak Kumis begitu ramai.


Banyak karyawan sekitar yang menyantap bakso untuk makan siang. Baksonya yang enak, tempat yang bersih dan nyaman serta pelayanan yang ramah membuat bakso ini banyak peminatnya.


Akhirnya zafran memesan bakso untuk di bawa pulang.


Dia tidak ingin anak dan istrinya berdesakan di warung pak Kumis.


Sedangkan Aya dan Rl hanya menunggu di dalam mobil.


" Ini pak zafran pesanannya."Ucap pak Kumis yang menyerahkan pesanan zafran di dalam kantong plastik.


Karena zafran berlangganan bakso disini jadi pemilik warung hafal dengan zafran.


"lya pak, ini uangnya." Jawab zafran dengan menerima pesanannya dan tidak lupa membayarnya. Setelah membayar, zafran kembali kedalam mobil.


Zafran menjalankan kembali mobilnya menuju rumah dinasnya. Mereka pun Sampai di rumah.


Setelah El mengajak turun Aya, zafran menyusulnya dengan membawa bakso kedalam rumah.


Zafra menyuruh istri dan anaknya untuk duduk di ruang makan kemudian bergegas mengambil mangkok untuk menuang bakso.


Mereka menyantap bakso dengan keheningan antara zafran dan El.

__ADS_1


Hanya suara Aya yang terdengar, Setelah selesai, Aya pamit untuk menonton Tv.


"Dek, adek marah ya sama mas ?" Tanya zafran lembut.


"Kalau sudah tahu masih tanya." Jawab El ketus.


"Apa karena dokter Mona dek?" Tanya zafran yang secara terang terangan menyebut nama Mona di depan El


"Apa ini alasan mas mengajak Ifa periksa disana karena ada dokter Mona ?" Tanya El


"Astagfirullah dek, bukan seperti itu dek. Tadi mas nggak sengaja ketemu dia waktu mas mau ambil vitamin adek. Untuk periksa di sana, itu juga saran dari dokter Khadijah. Kata beliau dokter Herlina adalah salah satu dokter kandungan yang terbaik jadi mas mengajak adik kesana . Dan mas juga nggak tahu dan tidak mau tahu dimana dokter Mona bertugas."Jelas zafran.


"IFA hanya takut mas kalau mas berpaling dari Ifa apalagi sebentar lagi badan Ifa mengembang. Sedangkan dokter Mona, dia sangat cantik dan masih muda." Ucap El dengan menangis.


"Ya Allah dek, mas nggak seperti itu. Mas nggak ada niat untuk berpaling dari adik. Mau adik seperti apapun mas akan tetap cinta adik. Jadi hilangkan pikiran negatif itu." Jawab zafra yang kaget dengan ucapan El.


Dia mendekati El dan menghapus air mata El dengan kedua tangannya.


Zafran sadar pasti ini perubahan mood istrinya yang Lebih sensitif dari biasanya. Dia akan berusaha tidak memancing emosi sang istri yang akan membahayakan calon anaknya.


El pun memeluk zafran menangis. Dia merasa tidak bisa jauh dari sang suami. Dan ternyata pelukan suaminya dan tepukan lembut di punggungnya adalah obat mujarab yang bisa menenangkan dia.


...🌹🌹🌹🌹🌹...

__ADS_1


...Jangan lupa Like dan Vote...


...Terima kasih....


__ADS_2