
" Maaf kak, aku mau ambil boneka Ara, Ara tidur nya gelisah banget, aku sudah cari cari tapi tidak ada, mungkin ada di kamar kakak, tadi siang kan Ara sempat tidur sama kakak dan kak Senja." Ucap Sasi meringis karena melihat ucapan dan penampilan sang kakak yang sudah acak acak kan.
" Sebentar kak cari kan di dalam." Jawab Langit berjalan masuk ke dalam kamar nya.
" Mas, ada apa?." Tanya Senja.
" Cari boneka nya Ara sayang." jawab Langit tanpa melihat Senja karena Langit sibuk mencari cari boneka Ara.
" Boneka, ini tah?." ucap Senja.
" Ah iya, Alhamdulillah ketemu juga, jangan tidur yank kita lanjut lagi ." ucap Langit dengan kerlingan mata nya yang genit.
Senja hanya tersenyum saja.
Langit berjalan keluar dan membuka pintu.
__ADS_1
" Nih, jangan ganggu kakak dek, kamu pasti sudah tahu kan, jadi kakak mohon ok, untuk saat ini biar Ara jadi tanggung jawab mu." ucap Langit, Sasi hanya mengangguk kan kepala nya saja lalu pergi meninggalkan kamar kakak nya.
Langit memilih duduk di sofa karena melihat istri nya sedang berada di dalam kamar mandi.
Langit Pov
Senja duduk di sisi ku dengan gaun tidur yang sangat seksi, ternyata setelah aku menemui Sasi tadi Senja berganti baju, dan aku sengaja melarang nya kembali saat akan mengganti baju lagi, di balik busana muslim nya ternyata tersimpan pemandangan cantik indah menawan, laksana bidadari.
Aku sudah tidak tahan lagi, ku gendong tubuh nya menuju atas tempat tidur, ke rebahkan perlahan di atas kasur dia tampak pasrah menerima perlakuan ku, dengan cepat ku lepas pakaian nya dan pakaian ku, tubuh polos nya sungguh sangat menggoda, aku mulai melakukan foreplay agar tidak terlalu sakit untuk nya.
" Tahan ya sayang, sakit nya hanya sebentar kok." Ku kecup mesra kelopak mata nya yang terpejam, terakhir bibir nya aku lu....mata saat kembali aku lesakkan pasak bumi ke dalam gua yang sangat sempit.
Jerit tertahan dari bibir nya yang terbungkam dengan bibir ku, saat goal terjadi. Aku berhenti sejenak merendam pasak bumi ku ke dalam gua.
Aku mengusap air mata nya yang menggenang di sudut mata nya.
__ADS_1
" Sayang buka mata nya, lihat mas!." Ucap ku sambil membelai rambut nya.
" Sakit nya sudah lewat kok, boleh mas lanjut." Dia hanya, mengangguk kepala nya, kembali aku bergerak penuh irama, sampai akhir nya Senja meremas rambut ku saat akan menuju puncak bersama.
Senja Pov
Aku terbangun dalam posisi tidur di pelukan mas Langit. Dada nya yang bidang membuat ku nyaman, aku tersenyum malu membayangkan percintaan semalam, kini aku sudah milik mas Langit seutuhnya lahir batin.
Ku lihat mas Langit masih tertidur, tangan nya tidak lepas dari pinggang ku.
Aku sedikit mengerakkan tubuh ku yang polos di balik selimut, bagian bawah terasa perih dan bengkak, sampai sampai aku meringis, aku ingin turun tapi takut membangunkan mas Langit juga badan ku terasa lelah dan remuk, aku ukir di dada mas Langit dengan telunjuk jari ku dengan lembut.
...🌷🌷🌷...
...Jangan lupa like dan Vote...
__ADS_1
...Happy Reading...