
" Kak Ray, apa tidak ingin anak perempuan?." Tanya Nova.
" Abang tidak terlalu berharap, abang juga tidak menyuruh Mesya hamil lagi, mungkin abang juga repot menghadapi ke tiga jagoan nya yang setiap hari sudah membuat kepala pusinh
Setelah ke tiga jagoan Ray dan Mesya tidur.
Mesya dan Ray masuk ke dalam kamar nya, Mesya langsung menuju ke dalam kamar mandi, untuk melakukam ritual nya, sebelum menuju tempat tidur. Setelah selesai, Mesya mengambil buku untuk di baca nya sebelum tidur.
Saat ini Mesya membaca buku tentang pendidikan anak usia dini.
" Baca apa sayang?." Tanya Ray pada Mesya, saat melihat Mesya begitu fokus membaca dan sesekali kening nya mengkerut.
" Ini. " Mesya menunjukkan buku yang di baca nya.
" Kenapa baca buku ini, apa ada masalah dengan putra putra kita?." Tanya Ray sembari merebahkan tubuh nya di sisi Mesya.
Ray mengambil buku yang di baca oleh Mesya.
" Arion bang, kenapa sifat nya sangat berbeda dengan Arka dan Ran, apa yang kita larang justru itu yang di sukai oleb Arion." Keluh Mesya
" Apa lagi yang di lakukan nya hari ini?." Tanya Ray pada sang istri.
__ADS_1
" Hari ini, Arion kembali berulah banh, dia keluar dari pagar dan bermain di selokan , Syasya tidak tahu dengan anak anak mana Arion berteman." cerita Mesya.
" Apa yang di lakukan nya?." Tanya Ray kembali sambil membaca buku yang ia ambil dari tangan snag istri.
" Pulang pulang, itu anak penuh dengan lumpur bang, di tanya, kata nya perang lumpur yang lebih menjijikkan lagi, Arion pulang membawa cacing, hih." Ucap Mesya dengan wajah bergidik geli.
" Ha ha ha." Ray tertawa lepas membayangkan wajah nya Arion saat iti.
" Itu nurun dari bunda nya." Jawab Ray.
" Kenapa nurun Syasya bang?." tanya Mesya dengan mencibikkan bibir nya
" Ingat, siapa yang saat hamil, ngidam mandi air lumpur di sawah." Ray mencoba mengingatkan kejadian, saat sang istri tiba tiba mengingkan mandi lumpur di sawah, untung saja saat itu Ray punya kenalan petani, dengan suka rela mereka memberi ijin.
" Ngidam atau tidak, yang pasti nya sayang dengan Arion itu sama." Ray meletakkan buku yang di pegang ke atas meja di samping nya.
" Ayo tidur. Ray menarik Mesya ke dalam dekapan nya.
" Sayang." Bisik Ray.
" Apa bang." Jawab Mesya.
__ADS_1
" Sudah lama ya." Ucap Ray menggantung.
" Sudah lama apa bang." Tanya Mesya dengan penuh tanda tanya di kepala nya.
" Sudah lama kita tidak main kuda kudaan, apalagi kalau sayang yang memacu nya." Ucap Ray.
" Baru 2 hari yang lalu bang, masak sudah lama." Jawab Mesya dengan kekehan.
" Ayo main saja yuk." Ucap Ray.
Tanpa menunggu persetujuan Mesya, Ray langsung melakukan apa yang ia ingin lakukan. Setelah menyalurkan hasrat nya, kedua nya langsung tepar, tanpa sempat membersihkan diri. Sampai lagi menjelang, kedua nya masih dalam keadaan polos, mereka terbangun begitu mendengar suara ribut dan tangisan Arion. Ray langsung loncat dari atas tempat tidur Ray mencari
Mencari baju yang semalam ia lempar.
" Ada apa bang?." Tanya Mesya yang masih malas untuk membuka mata nya.
"Abang dengar Arion nangis." Kata Ray
Mendengar ucapan Ray, Mesya langsung bangkit dari atas tempat tidur, ia baru menyadari bahwa tubuh nya masih polos tanpa selembar kain melapisi tubuh nya
...🌷🌷🌷...
__ADS_1
...Jangan lupa like dan Vote...
...Happy Reading...