
"Nggak kecepatan itu nak, apalagi kalian baru menikah kemarin pasti kalian masih capek." Jawab bunda yang masih belum rela di tinggal cucu dan menantunya.
"Ini juga sudah tugas Ran bun, bunda harus merelakan El dan Aya bu untuk ikut bersama Ran." Aya Ray ikut membantu zafran untuk memberikan pengertian kepada istrinya.
"Tapi bunda masih belum rela jauh dari Aya yah." Ucap bunda sendu.
"Wajar jika bunda sedih di tinggal Aya, karena memang dari kecil Aya di asuh oleh bunda. Tapi sekarang Ran sudah menikah lagi dan nak El pasti menjaga Aya dengan baik." Tambah ayah Ray.
"Insya Allah Rl akan menjaga Aya bun, mohon do'akan El dan Aya agar bisa cepat beradaptasi di sana. Kasihan mas Andra juga kalau harus tinggal berjauhan sama kami bun." El pun ikut angkat bicara untuk menenangkan bunda mertuanya.
" Bunda percaya kok nak sama kamu, tapi bunda kayak belum rela jauh dari aya." Bunda pun mulai berkaca-kaca.
"Sekarang maupun besok pasti Ran akan membawa anak dan istri Ran kemana pun RAN bertugas bun. Mohon restunya bun." Ucap zafran sendu karena melihat kesedihan di mata bunda nya.
Zafran pun mendekati bunda dan menghapus air mata bunda. El yang memangku Aya tidak bisa menghampiri bunda mertuanya, karena Aya pun tertidur kelelahan di karenakan menangis ketika di sekolahan.
"Kalau bunda sedih, kami pun juga ikut sedih bun, Kami jadi tidak tenang berada di tempat mas Andra bertugas." Ucap El dengan suara sendu.
" Bunda pasti merestui dan mendo'akan kalian nak dimana pun kalian berada. Kalau memang itu sudah keputusan kamu bunda akan ikut saja. Tolong hari ini kalian menginap di sini karena bunda ingin tidur bersama Aya." Ucap bunda yang sudah melepaskan pelukan zafran.
__ADS_1
"La gitu bu, sewaktu-waktu kita juga bisa mengunjungi mereka apalagi naik pesawat juga hanya beberapa jam perjalanan." Tambah ayah Ray menenangkan bunda.
" Kan ada Langit dan arka yah, suruh saja untuk mengantarkan kita." Ucap bunda.
"Benar lo yah, kita bisa ke sana sewaktu-waktu kalau bunda kangen sama Aya." Ucap bunda lagi
"lya bunda, ayah janji akan nganterin bunda kesana." Jawab ayah Ray
"Terima kasih yah." Jawab bunda dengan tersenyum.
" Nak itu Aya bobok kan?" Tanya bunda kepada El.
"Memangnya dia kenapa kok nangis nak ?" Tanya bunda
"Tadi waktu di sekolah, dia tadi sekalian perpisahan sama teman-temannya disana terus tadi ada beberapa temannya yang sedih dan nangis karena Aya mau pindah jadi Aya juga ikutan nangis bun." El pun menjelaskan keadaan Aya.
"Wajar kalau Aya sedih soalnya teman-temannya disana baik-baik. Nanti pasti Aina juga sedih nak kalau tau Aya pindah." Ucap bunda
"Pastinya bun, tadi Aina belum tahu kalau Aya mau pindah sekolah." Jelas El .
__ADS_1
"Ya udah sekarang kamu bawa Aya ke kamar nak, di lantai atas sekalian juga kalian istirahat pasti kalian masih capek dengan acara kemarin." Pinta bunda.
"Baik bun, kami ke kamar dulu yah, bun" Pamit zafram
"Ya nak, nanti kalau mau makan malam nanti bunda panggil kalian." Ucap Bunda.
Zafram berjalan kearah El untuk memindahkan Aya ke dalam gendongannya dengan pelan-pelan agar Aya tidak terganggu.
Kemudian mereka berjalan menuju tangga untuk naik ke lantai atas kearah kamar zafran yang saat ini sudah menjadi kamar mereka.
Pagi harinya, sesuai rencana El diantar suaminya akan berkunjung di tempatnya mengajar. Mereka menitipkan Aya kepada bunda karena kemarin malam mereka menginap di rumah orang tua zafran.
Besok malam mereka akan berangkat ke Jawa tengah dimana zafran bertugas, sehingga Aya tidak mereka ajak agar tidak kecapekan ketika di perjalanan.
"Dek, udah siapkan untuk perpisahan sama teman-teman guru adek ?" Zafran memastikan istrinya.
...🌹🌹🌹🌹🌹...
...Jangan lupa Like dan Vote...
__ADS_1
...Terima kasih....