
Sedangkan Langit masih dengan diam nya, ia merasa kalau ini firasat yang kurang baik untuk pak Asep dan keluarga nya, ia segera bangun dan bergegas ke kamar pak Asep untuk melihat pak Asep secara langsung.
Di ruangan pak Asep. Tepat pukul 20.00 malam, tiba tiba kondisi pak Asep drop membuat nya harus segera di pindahkan ke ruangan ICU, Langit dan Alvin yang mendengar suara tangisan perempuan di luar ruangan rawat inap Arka langsung bergegas keluar dan...
Deg!!!!
Terlihat Bu Tia dan Senja sedang menangis.
" Senja, Bu Tia, ada apa?." tanya Langit.
Langit yang tidak mendapat jawaban langsung bertanya pada perawat yang sedang melintas di depan nya, karena perawat itu keluar dari ruangan rawat inap pak Asep.
" Sus, pak Asep kenapa?." tanya Langit
" Pak Asep kondisi nya menurun tuan, jadi kita harus segera memindahkan pak Asep ke ruangan ICU tuan, saya permisi." jawab suster tersebut.
Langit langsung terduduk di kursi depan ruangan itu, dia langsung teringat kembali dengan apa yang ada di dalam mimpi nya tadi.
__ADS_1
" Apa ini sebuah pesan dari pak Asep, bagaimana cara menjaga Senja, apa aku harus menikahi Senja, tapi aku kan duda dan sudah mempunyai anak, apa Senja mau sama aku seorang duda ini." tanya Langit pada diri nya sendiri.
Ayah yang mendapatkan kabar dari Alvin langsung segera menuju ke rumah sakit dan bunda Mesya pun memaksa untuk ikut.
Sesampai ayah dan bunda di rumah sakit, mereka segera menuju ruang ICU terlihat di sana Bu Tia dan Senja menangis, sedangkan Adam yang juga baru datang hanya bisa diam tanpa ada sepatah kata pun yang keluar dari mulut nya, Adam merasa bahwa ia sebagai anak laki laki yang tidak berguna, ia tidak bisa berbuat apa apa untuk ibu dan kakak perempuan nya.
" Alvin, Langit bagaimana dengan kondisi pak Asep?." tanya ayah dan bunda bersamaan.
" Belum tahu yah Bun, pak Asep masih ada di dalam, dokter juga belum ada yang keluar." jawab Alvin.
Ayah dan bunda yang melihat Langit hanya diam, menjadi khawatir, ada apa dengan putra pertama nya itu.
Sebelum menjawab suara pintu terbuka dari ruangan ICU.
Ceklek.
" Dok bagaimana dengan kondisi pak Asep?." tanya Ayah.
__ADS_1
" Maaf tuan, kondisi pak Asep saat ini sedang kritis, mohon doa nya untuk pak Asep agar segera melewati masa kritis nya ini dan kami para dokter juga berusaha semaksimal mungkin." jawab dokter tersebut dan pergi meninggalkan mereka semua nya.
Langit langsung mendekati ayah dan bunda nya.
" Bun, yah, Langit mohon ijin untuk menikah." ucap Langit.
Ayah dan bunda saling menatap dan dalam pikiran nya kenapa putra itu bisa meminta ijin untuk menikah dengan waktu dan kondisi yang seperti ini, Tapi sebelum ayah dan bunda menjawab Langit langsung menghampiri Bu Tia.
" Bu Tia." panggil Langit.
" Iya den." jawab Bu Tia dengan suara serak.
" Langit mau minta ijin untuk menikah, Langit akan menikahi Senja Bu, apa Bu Tia memberi restu pada saya dan Senja?." ucap Langit dengan lembut.
Semua mata di sana menatap Langit dengan tatapan yang tidak.....
...🌷🌷🌷...
__ADS_1
...Jangan lupa like dan Vote...
...Happy Reading...