
"Maaf anda berbicara apa, perkenalkan saya zafran calon suami El." Zafran menyela Rahman dengan memperkenalkan dirinya sebagai calon suami El.
Sedangkan Aha yang tidak mengerti pembicaraan orang dewasa hanya melihat tanpa mengerti.
"Mana mungkin kamu akan segera menikah, apalagi dengan laki-laki yang sudah mempunyai anak." Ucap Rahman masih dengan kepercayaan tinggi
"Ha.... Saya lebih memilih mas zafran menjadi suami saya meskipun dia sudah punya anak di bandingkan anda. Jangan pernah menjelekkan calon suami saya sebelum anda tahu bagaimana sikapnya. Seharusnya anda berkaca diri apakah anda sudah lebih baik dari calon suami saya." Ucap El ber api-api.
"Dan satu lagi, mau anda percaya atau tidak bahwa saya akan segera menikah, itu bukan urusan saya." Tambah El.
"Sudah sayang , nggak enak banyak orang disini." Ucap zafran menenangkan.
"Maaf mas jika memang mas berkenan dan ingin tahu bahwa kami beneran nikah atau tidak silahkan datang ke acara pernikahan kami besok hari minggu." Tambah zafran.
Rahman pun memandang wanita yang di cintainya dengan wajah sendu setelah mendengar penjelasan zafran barusan.
"Udah yuk mas kita pulang saja. Aya kita makan di rumah aja ya." Ajak El.
"Kalau begitu kami pamit dulu mas." Pamit zafran
Zafran, Aya dan El pun berjalan meninggalkan Rahman yang masih diam terpaku di tempatnya, Tampak kesedihan yang tergurat di wajahnya.
__ADS_1
❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️💝💝💝💝💝💝💝💝❤️❤️❤️
Hari yang di tunggu pun telah tiba, sejak pagi rumah El sudah banyak orang yang berlalu lalang. Ada tenda yang terpasang di depan rumah.
Kursi tertata rapi dan dekor pun sudah terpasang dengan apik. Arin dan suaminya Arvan, sibuk membantu ayah dan ibunya menyiapkan acara pernikahan adik tercintanya.
Banyak saudara jauh yang menghadiri acara ini. Meskipun acara di laksanakan secara sederhana yaitu pagi acara akad langsung di lanjutkan resepsi, tapi rumah El tetap tampak ramai dengan tamu yang berdatangan.
Ibu dan ayah Handoko sedang bersiap-siap di kamarnya. Sedangkan El di dampingi Adam dan Aina sedang di rias oleh mbak Lila. Mbak Lila adalah MUA yang kemarin merias El ketika acara lamaran.
Karena hasilnya sangat memuaskan El memakai kembali jasa mbak Lila.
"Mbak Lila bisa saja memuji nya." Jawab dengan rendah diri.
"Beneran lo mbak, aura cantik mbak bertambah. Pasti nanti calon suami mbak pangling sama mbak." Tambah Lila.
"Benelan onty El cantik banget." Puji Aina yang menemani El.
"Loh beneran kan mbak kata saya, mbak El sangat cantik loh." Ucap Lila lagi.
" Terimakasih mbak Lila, semua ini berkat mbak Lila. Tangan trampil mbak Lila lah yang me make over El seperti ini." Puji El.
__ADS_1
"Sama-sama mbak, Lila senang bisa di percaya untuk merias mbak." jawab Lila.
Ceklek..
Pintu kamar El di buka.
"Masya Allah nak, kamu cantik banget , ibu sampai pangkling melihat kamu." Ucap ibu setelah masuk ke kamar El.
"Terimakasih bu, ini semua berkat mbak Lila. Ibu juga cantik." Jawab El dan kembali memuji ibunya.
"Bentar lagi kamu menjadi seorang istri nak, tanggung jawab ayah dan ibu sudah berhenti sampai sini. Kamu harus selalu berbakti kepada suamimu dan selalu mendukung suamimu. Dampingilah dia disaat suka dan duka." Ucap ibu setelah duduk di pinggir tempat tidur dekat dengan El yang duduk di meja rias.
"Terima kasih ya bu, ayah dan ibu selalu ada di saat El sedih maupun bahagia. El tidak bisa membalas jasa-jasa ayah dan ibu. Dan Insya Allah El akan selalu mendengarkan semua nasehat ibu." Jawab El dengan menggenggam tangan ibunya yang mulai berkaca-kaca.
" Itu sudah kewajiban kami nak, yang kami butuhkan adalah kebahagian kamu dan kakak kamu itu adalah balasan untuk ayah dan ibu. Dan jangan menangis nak, cukup berbahagialah setelah kepedihan yang pernah kamu alami." Tambah ibu dengan menghapus air mata putrinya.
...🌹🌹🌹🌹🌹...
...Jangan lupa Like dan Vote...
...Terima kasih....
__ADS_1