Jodoh Pilihan Istri

Jodoh Pilihan Istri
Ran 151


__ADS_3

"Kan dari dulu kamu tahu kalau kakak mu ini ganteng."Jawab Zhafran dengan PD nya.


"Kya.." Azell mencibir ke PD an kakaknya.


"Haha..Makanya dek diam aja, kak Ran di lawan." Ucap Arion menambahi.


"Ini lagi, nggak bagus-bagusnya jadi kakak. Belain kek adiknya." Ucap Yasmin


"Ngapain juga belain kamu. Tu suruh belain suamimu sana." Tunjuk Langit ke arah Arka..


Arka yang di tunjuk hanya tersenyum saja.


" Sudah-sudah kalian ini berantem saja kerjaannya ." Ucap bunda menengahi.


"Ni kita nggak jadi ngantar saudara kalian melamar pujaan hatinya kalau ngeladenin kalian terus." Ucap bunda


"Ha ha ha... Benar juga bun. Kasihan nanti si kakak kembali tugas belum nemu gandengan." Cibir Yasmin.


"Ya udah ini sudah siap semua kan ?" Kalau sudah ayo kita berangkat sekarang takut kemalaman nanti." Ajak ayah.


"Nak, nanti kamu ikut semobil ayah sama bunda saja biar mang Ujang yang nyetir."Ajak bunda

__ADS_1


"Baik bun, Aya sayang mau sama Daddy atau tante azell ?" Tanya Zafran kepada Aya


"Mau cama daddy aja ya." Ucap Aya.


"Ya sudah, ayo segera berangkat." Ajak Ayah.


Mereka pun jalan keluar menuju halaman rumah di sana sudah ada mobil 4 yang berjajar.


Mobil depan akan di isi oleh rombongan Zafran, Aya , kedua orang tuanya beserta bi ljah dan Nisa. Mobil kedua diisi Arka dan keluarganya dan di susul mobil terakhir keluarga Langit, serta mobil terakhir di isi oleh Azell dan Arion serta hantaran yang di bawa .


Aua di gendong oleh Zafran menuju ke mobil. Tampak wajah Aya yang bahagia.


Apalagi ketika Zhafran bercerita jika tante cantiknya akan menjadi bunda beneran untuk Aya, dia berteriak kegirangan dengan mencium kedua pipi Daddy nya dengan bahagia.


"Masak sich sayang." Jawab Zafran.


Ayah dan bunda hanya tersenyum mendengar pujian Aya kepada Daddy nya.


"Benelan kok daddy, Aya tidak bohong." Ucap Aya lagi


"Terimakasih pujiannya putri cantik daddy." Ucap zafran dengan mencium gemas pipi Aya.

__ADS_1


Mereka pun masuk ke dalam mobil mereka masing-masing.


Sebelum berangkat, ayah sebagai kepala keluarga memimpin do'a agar di beri kelancaran dalam menjalankan acara lamaran ini. Setelah siap, merekapun melajukan mobilnya beriringan membelah jalan menuju rumah Salma.


Kira-kira membutuhkan waktu 40 menit untuk sampai ke rumah El.


❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️


Kediaman El Setelah sholat Magrib, El ditarik Arin menuju kamarnya. Di sana sudah ada Tania, Intan beserta putra-putranya. Brian anak Tania sedang asyik bermain dengan Rachel putri dari Intan di karpet kamar El.


Di sana juga sudah ada seorang MUA teman Arin yang akan merias El. Awalnya El menolak memakai jasa MUA, dia hanya ingin merias wajahnya secara natural.


Bukan Arin dan Tania jika tidak bisa membujuk El. Akhirnya El pum mengalah, dia berfikir kembali acara ini adalah acara yang sangat dia tunggu. Tampil berbeda mungkin tidak masalah untuk menghargai tamu. Setelah di rias, El berganti kebaya yang sudah di pilih tadi pagi.


Semua mata tertuju ke arah El. Mereka sangat terpukau dengan riasan El.


Karena memang El jarang untuk merias wajah yang berlebihan, sehingga riasan ini membuat semua yang ada di kamar pangkling dengan wajah El.


...🌹🌹🌹🌹🌹...


...Jangan lupa Like dan Vote...

__ADS_1


...Terima kasih....


__ADS_2