
"Bisa kita bicara sebentar." Pinta dia dengan wajah memelas.
"Maaf pak, saya sedang terburu- buru." Tolak El.
"Tolong ma beri saya kesempatan untuk bicara, dan kenapa kamu memanggil saya dengan bapak?" Ucap laki- laki tersebut dengan wajah frustasi.
"Terus saya harus manggil apa kepada Anda ?" Jawab El dengan suara meninggi dan wajah merah padam.
"Tolong El, kasih kesempatan saya untuk berbicara sebentar saja dengan kamu." Bujuk dia dengan wajah memelas.
"Ya udah, kita bicara di cafe seberang. Saya mau membayar belanjaan saya dulu." Ucap El.
"Terimakasih ya.." El mendorong trolynya yang di ekori oleh laki-laki tersebut ke kasir.
Setelah membayar belanjaannya, El bergegas untuk menuju cafe depan sesuai dengan janji El kepada laki- laki tersebut .
Dia berjalan cepat dengan menenteng belanjaan menghindari laki-laki tersebut.
💔💔💔💔💔💔💔💔
Di Cafe
"Kita duduk disana sana ya." Ajak dia kepada El yang sedari tadi mengekori El.
El tidak menanggapi dan hanya berjalan menuju ke kursi yang di tunjuk.
__ADS_1
"Sekarang mas Rahman mo bicara apa sama ?" Ucap El setelah mendudukkan tubuhnya.
"Sabar El, kita pesan makanan dan minuman dulu." Bujuk Rahman.
"Huh.., udah deh mas nggak usah berbasa-basi. Saya juga banyak kepentingan." Ucap El sengit
"Tolong bentar saja." Ucap Rahman.
"Mbak ." Panggil Rahman kepada pelayan.
"Ya pak mau pesan apa ?" Tawar pelayan yang memegang buku pesanan.
"Saya hot cappucino dan ice macha late satu." Jawab Rahman.
Setelah pelayan pergi, El pun segera mendesak Rahman untuk berbicara.
"Udah deh mas, mas mo bicara apa sama saya." Desak El yang sudah tidak nyaman.
" El, saya minta maaf atas kesalahan saya ke kamu, dahulu." Ucap Rahman.
" Saya laki-laki bodoh yang telah melepaskan kamu dari genggaman saya dan malah memilih perempuan yang saya anggap baik." Lanjut Rahman.
Ketika tidak mendapat jawaban dari El, Rahman pun melanjutkan pembicaraannya.
"Dulu sejak awal saya kenal kamu di awal-awal masa ospek di kampus, saya benar-benar sudah jatuh cinta sama kamu. Saya bertahun-tahun mengejar kamu tapi kalo tak pernah menerima saya. Akhirnya saya putus asa. Saat saya putus asa, saya bertemu dengan Melly. Awalnya saya tak bisa melupakan kamu, tapi dia bisa membuat saya lupa dirimu. Akhirnya kami menjalin hubungan selama 8 bulan. Dia mutusin saya dengan alasan dia akan melanjutkan study nya di luar kota. Setelah putus, saya mencoba untuk mendekati kamu kembali dan kamu pun menyambut ungkapan cinta saya. Ketika saya kerja diluar kota, terkadang saya suntuk dengan semua kegiatan di kantor. Mau ketemu kamu juga tak mungkin karena jarak yang sangat jauh. Disela rasa bosan itu saya bertemu kembali dengan Melly, dia tampak lebih cantik dari sebelumnya. Awalnya saya hanya menganggap dia teman tapi tidak tahu bagaimana akhirnya kami menjalin hubungan dibelakang kamu." Jelas Rahman.
__ADS_1
" Terus hubungannya apa dengan saya sekarang ?, anda sudah menikah dan bahagia dengan dia kenapa harus menjelaskan lagi kepada saya ?" El menanggapinya dengan berapi-api.
Menurut El saat ini hatinya hanya untuk Andra.
Bagi nya Rahman sudah menjadi masa lalunya yang menyakitkan.
"Saya sudah bercerai dengan Melly. Ternyata dulu waktu kita putus dia lebih memilih laki laki yang lebih mapan dari saya. Dan disaat saya meraih kesuksesan, dia mendekati saya kembali. Dan saat ini karir saya sedang meredup, dia menduakan saya. Dulu saya sangat bodoh dan teebutakan oleh Melly." Sesal Rahman.
"Ha... ha.... ha, itu masalah anda bukan masalah saya." Jawab El
"Saya menyesal El, saya ingin memperbaiki semuanya." Ucap Rahman.
"Hah... memperbaiki semua ?" ucap El dengan sengit.
" Dulu kemana saja anda ?, mempermalukan keluarga saya. Saya sudah memetahkan hati saya kepada anda dan dengan seenaknya anda mematahkannya. Mending jika anda hanya menyakitin hati saya ini keluarga saya yang sudah mempersiapkan pernikahan kita dan dengan seenaknya anda memutuskan membatalkannya. Anda punya hati nggak pada saat itu ?" Ucap El dengan wajah menahan tangis. Dia mengeluarkan semua unek-unek yang bertahun-tahun dia pendam.
**🍀🍀🍀🍀🍀🍀🍀🍀🍀
Rahman Rahman kasihan banget kamu ya, sudah membuang berlian demi batu kali**.
...🌹🌹🌹🌹🌹...
...Jangan lupa Like dan Vote...
...Terima kasih....
__ADS_1