
Zafran masuk ke dalam mobil dan membuka kaca nya, posisi nya pun masih sama sambil melambaikan tangan nya kepada keluarga nya, Zafran memang sengaja menolak saat keluarga akan mengantar kan ke bandara untuk naik Helli kopter milik om nya Sandi, karena Zafran memikirkan kondisi putri nya jauh lebih penting dari pada harus mengantarkan nya ke bandara.
Di Papua
" Selamat datang Lettu Kaliandra Zafran Khary." ucap komandan bernama Hakim.
" Ijin Komandan, terima kasih." jawab Zafran yang baru saja turun dari heli kopter langsung di sambut oleh senior nya.
" sudah ini bukan jam dinas, ngapain hormat segala dek." ucap Hakim
" siap salah bang." jawab Zafran tersenyum.
" kami turut ber berduka cita ya, kamu harus tambah karena ada princess yang akan selalu menunggu mu dik." ucap Wadan Batalyon yang bernama Reza
__ADS_1
" Siap bang, terima kasih, iya bang, saya harus semangat untuk putri kecil saya." jawab Zhafran. mereka ber lima berjalan menuju tempat pos utama di penugasan tersebut, mereka sudah sepakat untuk memindahkan Zafran ke pos utama agar kalau ada telepon bisa dengan cepat.
Setelah berbincang bincang cukup lama Hakim dan Reza pamit dan di lanjutkan oleh ke tiga sahabat nya.
" Fran, apa yang sudah kamu pesankan ke aku sudah aku laksana kan dengan baik, semua barang, termaksud perabot sudah aku jual dan hanya baju baju serta foto milik Almarhumah saja yang masih ada dan sudah aku kirim ke Jakarta, karena kata nya ayah biar di simpan di sana saja, dan kata nya biar Aya dekat dengan ibu nya." ucap Dimas.
" terima kasih, untuk uang tidak usah kamu kasih kan ke aku, tolong berikan ke panti saja atas nama Istri ku ya " ucap Zafran.
" Siap bro." jawab Dimas.
Zafran sangat senang karena ia akan bertemu dengan putri kecil nya, yang saat ini sudah ber usia 3 bulan dan sudah bisa berguling guling, setiap hari bunda dan Azell mengirimkan Vidio Aya di setiap kegiatan nya, Zafran sangat bersyukur karena putri nya tumbuh dengan baik tanpa kekurangan apa pun, karena terlahir prematur.
Keesokan harinya
__ADS_1
Semua pasukan sudah naik ke atas kapal dan bersiap siap untuk berlayar menuju ke provinsi Aceh.
Zafran yang sudah berada di atas kapal memandangi tempat dimana selama 1 tahun ini ia tempati dan memiliki banyak kenangan, dimana saat ia bertugas di sini, ia harus kehilangan istri tercinta nya selama lama nya.
Zafran mengusap air mata nya yang mau menetes ke pipi nya. ia menepis rasa itu semua, ia harus segera maju ke depan bersama putri kecil nya yang cantik.
Ia harus bisa membahagiakan putri nya itu, meskipun tanpa ada istri tercinta nya di sisi nya, namun Zafran yakin kalau istri dan ke dua mertua nya pasti tersenyum dan bangga pada diri nya di atas sana.
" Sayang, mas pulang, pulang ke rumah kita, dan maaf semua barang barang sayang mas ganti, agar mas tidak berlarut larut dalam kesedihan sayang." ucap Zafran bersamaan dengan kapal berlayar.
...🌹🌹🌹🌹🌹...
...Jangan lupa Like dan Vote...
__ADS_1
...Terima kasih....