Jodoh Pilihan Istri

Jodoh Pilihan Istri
Ran 236


__ADS_3

"Ya Allah hamba hanya makhluk Mu yang masih banyak kekurangan. Jadikanlah hamba Mu ini menjadi manusia yang berakhlak baik dan selalu menjaga lisan dan sikap hamba untuk selalu takut adzab-Mu dalam bertindak. Lindungilah suami dan putri hamba dimanapun berada. Jadikanlah keluarga keluarga kecil hamba menjadi keluarga yang sakinah dan mawadah dan berikanlah kebahagian selalu untuk kami. Ya Allah ya Rahman berikanlah kesadaran bagi orang-orang yang memusuhi hamba, berikanlah kebahagian selalu untuk mereka dengan keluarga mereka.Robbana Aatina Fidzun Yaa hasanah wa fiil akhiroti hasanah wa qinna adzaa bannar. Walhamdulillah hi robbil a'lamin." Doa El di sepertiga malamnya.


Biasanya El akan berjama'ah sholat malam dengan suaminya, tapi malam ini zafran ada pelatihan sepekan di luar asrama. Ini malam ke 7 sang suami tak berada di rumah.


Sehingga El menemani putrinya tidur di kamar El. Setelah selesai sholat, El melipat mukena dan sajadahnya untuk di taruh di almari.


Dia berjalan menuju ranjang dimana Aya tidur terlelap.


"Sayang jadi anak sholehah ya. Mommy bangga mempunyai putri yang cantik seperti kamu. Semoga esok kamu akan jadi kakak yang dapat mengayomi adik-adikmu."Ucap El dengan membelai rambut Aya dan tidak lupa mencium keningnya.


El tidur kembali sampai menunggu datangnya subuh. Dari kemarin dia merasa tidak enak badan.


Badannya terasa tak bertenaga. Biasanya setelah mengantar putrinya, dia akan membersihkan rumah. Tapi sejak kemarin El hanya menyelesaikannya di siang hari setelah Aya pulang sekolah.


Sampai dia meminta mbak Rosa untuk membawa serta Aira pulang ketika dia menjemput Rio. Untuk zafran, selama pelatihan dia tidak membawa alat komunikasi agar lebih fokus dalam berlatih.


Baru 7 hari El berpisah dengan sang suami, ada rasa rindu yang dia rasakan. Hanya bisa rindu yang dia rasakan. Hanya bisa memandang foto zafran di galery handphone nya. Baru beberapa menit El membaringkan tubuhnya di atas tempat tidur, dia merasakan mual yang sangat dan tak tertahankan.

__ADS_1


Dia berdiri dan merlari menuju kamar mandi untuk memuntahkan apa yang ada di perutnya. Aya yang kaget karena tempat tidur nya yang bergoyang, membuat dia membuka matanya dan mencari dimana keberadaan mommy nya.


"Mommy..mommy "Teriak Aya yang turun dari tempat tidur dan mencari keberadaan El.


"Bentar sayang mommy lagi di kamar mandi." Sahut El ketika mendengan suara Aya memanggilnya.


Aya berjalan menuju kamar mandi setelah mendengar suara mommy nya. Karena pintu kamar mandi yang tidak di tutup, membuat dia masuk ke dalam.


"Mommy kenapa, mommy sakit ya?" Tanya Aya yang melihat mommy nya merunduk dan muntah.


"Hoek..Hoek..., sayang keluar dulu ya ini mommy lagi jorok."Ucap El setelah mengeluarkan seluruh isi dalam perutnya.


Setelah memuntahkan semuanya, El bersandar di dinding kamar mandi untuk sejenak. Tubuhnya menjadi lemas dan tak bertenaga


"Ayo sayang kembali ke kamar, mommy nggak apa apa kok ."Ajak El kepada Aya setelah dia sedikit merasa lebih baik.


"Aya bantu ya mommy."Jawab Aya yang cemas dengan keadaan mommy nya.

__ADS_1


Dengan di tuntun Aya, El kembali ke kamarnya. Dia dan Aya mulai naik ke atas tempat tidur dan El pun bersandar di kepala tempat tidur.


"Mommy sakit ya, bial Aya pijitin. Kata Lio kalau mamanya sedang sakit, papanya selalu mijitin kaki mamanya."Ucap Aya sambil memijat kaki El.


" Mommy nggak sakit kok sayang, sekarang Aya bobok lagi aja ya ini masih petang."Jawab El.


El terharu dengan sikap putrinya yang sangat peduli.


"Aya udah nggak ngantuk mommy, Aya kasian sama mommy tadi muntah-muntah." Tambah Aya dengan raut muka sedih.


"Ya udah ayaa boleh mijetin mommy tapi bentar saja ya, habis itu bobok lagi karena Aya harus ke sekolah." Ucap El kepada Aya.


"Ok mommy." Jawab Aya dengan semangat.


...🌹🌹🌹🌹🌹...


...Jangan lupa Like dan Vote...

__ADS_1


...Terima kasih....


__ADS_2