Jodoh Pilihan Istri

Jodoh Pilihan Istri
LS 123


__ADS_3

" siapa sayang yang telepon pagi-pagi ini?." ucap langit setelah melepas sarung dan baju koko nya.


" Ara mas." jawab senja yang masih memakai mukena nya.


" cepat angkat sayang mas khawatir dengan arah." jawab langit yang menghampiri senja dan ingin mendengarkan apa yang diucapkan oleh arah di seberang sana.


" assalamualaikum." ucap senja setelah menggeser icon warna hijau di ponselnya.


" mama mama mama." ucap arah dengan isakan tangis.


" sayang kenapa Ara kenapa menangis." ucap senja


Langit langsung merebut ponsel senja dan mengaktifkan tanda loudspeaker di ponsel tersebut.


" mami mami mami mami." jawab arah


" sayang sekarang ara sama siapa kasihkan ponselnya sama orang yang ada di sebelah arah." ucap papi langit


Pelayan yang mendengar ucapan tersebut langsung mengambil ponsel milik Ara


" maaf nyonya kalau saya langsung mengambil ponsel milik nona ara, sekarang kami berada di rumah sakit nyonya Devi tadi pingsan saat salat Subuh dan ini saya masih menenangkan nona arah yang menangis." ucap pelayan itu

__ADS_1


" baik-baik tolong jaga arah kami akan berangkat ke sana sekarang juga." ucap senja setelah itu mereka menutup teleponnya.


15 kemudian langit dan senja sudah sampai di rumah sakit tersebut mereka langsung menuju ruang ICU di mana letak Devi berada.


" sayang." ucap langit.


" papi Mama." ucap arah sambil berlari mendatangi kedua orang tuanya itu.


Senja langsung memeluk erat-erat dan membawanya duduk sedangkan langit langsung bertanya pada pelayan tersebut apa yang telah terjadi di rumah tersebut sehingga Devi bisa dilarikan ke rumah sakit


Belum sampai menjawabnya pintu ruang ICU terbuka terlihat seorang dokter dan beberapa perawat telah keluar dengan wajah menunduk.


" keluarga nyonya Devi." ucap dokter tersebut.


" maafkan kami Tuhan kami sudah sekuat tenaga untuk membantu nyonya Devi tapi kondisi nyonya Devi memang sudah sangat menurun dan dengan berat hati kami mengatakan kalau nyonya Devi sudah tidak bisa terselamatkan lagi kami turut berduka cita Tuan." ucap dok tersebut.


Deg


Semua orang di sana terkejut dengan apa yang telah diucapkan oleh dokter setelah dokter dan para perawat itu meninggalkan mereka semua isakan tangis menggema di depan ruang ICU itu.


Langit langsung mengurus semua administrasi dan kepulangan jenazah Devi ia berinisiatif langsung membawanya ke rumah miliknya dan senja Dan senja pun tidak keberatan mengenai hal itu.

__ADS_1


Semua orang yang mendengar kalau Devi meninggal langsung terkejut dan berbondong-bondong untuk datang ke rumah langit.


Pemakaman Devi pun berlangsung dengan penuh tangisan di mana di sana ada arah dan berbagai rekan kerjanya.


Selang seminggu dari meninggalnya Devi, rumah langit didatangi seseorang.


" selamat siang apa benar ini rumahnya pak langit?." ucap salah satu orang yang memakai jas hitam itu


" iya pak benar pak langit suami saya ada perlu apa ya pak?." tanya senja.


" apa bapak langit sekarang ada di rumah nyonya?." tanya orang ber jas hitam itu lagi


" suami saya sedang ke kantor pak." jawab senja.


" apa boleh nyonya menelpon kan pak langit untuk pulang sebentar kami ada perlu dengan pak langit nyonya." ucapnya lagi.


" baik pak bapak silakan duduk dan mohon maaf kalau saya tidak mempersilahkan bapak-bapak untuk masuk ke dalam karena di rumah ini tidak ada laki-laki saya mohon maaf ya pak." ucap senja


...🌷🌷🌷...


...Jangan lupa like dan Vote...

__ADS_1


...Happy Reading...


__ADS_2