Jodoh Pilihan Istri

Jodoh Pilihan Istri
LS 9


__ADS_3

" Bu, saat nya baby minum Asi, nanti saya akan kesini lagi 1 jam lagi untuk membawa putri ibu ke ruangan baby lagi." ucap perawat setelah itu perawat itu keluar dari kamar Devi.


" Masya Allah cantik nya, nama nya siapa nak?." ucap Bunda dan mama bersamaan.


" Inara Kalea Lathifa Alfarezi arti nya Berkharisma, pintar Terang Lemah lembut panggilan nya Ara." ucap Langit.


Semua senang mendengar nama tersebut, Devi saja sebagai ibu belum sempat memikir kan nama untuk anak nya, ia hanya sibuk dengan karir nya saja yang sedang menanjak.


Ucapan demi ucapan di dapat dari semua kolega, bahkan kado dari sahabat Sabahat Langit tidak kalah, mereka sangat antusias menunggu kelahiran keponakan nya.


1 tahun kemudian.


Bunda sebenar nya tidak keberatan dengan Ara di titipan di rumah nya, tapi bunda penasaran dengan kondisi rumah tangga putra sulung nya, bunda sudah bertekad akan bertanya langsung pada putra saat Langit akan menjemput Ara di rumah nya, mumpung sang suami masih berada di luar kota untuk mengurusi proyek dengan putra ke dua nya Arka yang sudah mulai berkecimpung di dunia bisnis meskipun kuliah nya belum selesai.

__ADS_1


" Assalamualaikum, bunda, Ara papi pulang." ucap salam Langit.


" Waalikumsalam." jawab bunda


" Masuk nak, sini temani bunda makan, adik bawa keponakan kamu dulu ya ke dalam kamar." perintah bunda pada Azell.


" Baik bunda." jawab Azell yang menggendong kepnkana cantik nya itu.


Bunda mengajak Langit ke Gazebo yang berada di dekat kolam renang.


" Duduk sini nak." pinta Bunda.


" Bagaimana dengan perusahaan mu nak?." tanya bunda lagi.

__ADS_1


" Alhamdulillah lancar bunda, sejak kelahiran Ara perusahaan ku maju sangat pesat, sebentar lagi akan buka cabang lagi." jawab Langit


" Alhamdulillah kalau begitu, bunda ikut senang, bunda ngajak kamu duduk berdua, karena bunda rindu dengan situasi seperti ini, kenapa kamu dan adik adik kamu cepat sekali besar, anak bunda dan ayah juga banyak tapi sekarang lihat, hanya ada adik yang berada di rumah." ucap Bunda


" Kamu ingat tidak nak, rumah bunda ini tidak ada yang berubah, semua nya tetap seperti dulu, dimana tempat ini adalah tempat istimewa buat kamu nak, bunda rindu kamu, bunda rindu saat kamu mengutarakan semua isi hati kamu, tanpa bunda boleh menyela pembicaraan kamu, tanpa boleh adik adik kamu tahu bahkan ayah pun tidak boleh tahu, hanya bunda, hanya bunda yang boleh isi hati kamu, tapi itu hanya kerinduan seorang ibu pada anak nya yang entah mengapa putra nya sekarang banyak berubah bahkan sejak menikah ia sangat jarang mengajak bunda untuk berbicara berdua, yang ada hanya untuk menyapa saja." ucap bunda dengan air mata yang sudah membasahi ke dua pipi nya.


Langit yang melihat itu langsung merebahkan kepala nya paha sang bunda, rasa nyaman yang tiada Tara, rasa nyaman yang tidak ada ganti nya, meskipun sudah mempunyai istri tapi bagi Langit hanya bunda nya yang membuat ia nyaman, sejak ia tahu kalau ia bukan lah putra dari bunda dan mama nya, 2 orang wanita ini tidak pernah sedikit pun mengurai rasa sayang nya pada nya, bahkan saat adik adik mereka lahir pun tetap sama


...🌷🌷🌷...


...Jangan lupa like dan Vote...


...Happy Reading...

__ADS_1


__ADS_2