Jodoh Pilihan Istri

Jodoh Pilihan Istri
Ran 150


__ADS_3

"Bener juga ya mbak, Yasmin jadi penasaran bagaimana wajah El. He he he he." Tawa Yasmin.


"Lagi pada cerita apa ini kok kayaknya bahagia banget.?" Tanya Zafran yang muncul ke ruang tamu dari kamarnya.


"Eh calon manten nya datang." Goda Yasmin pada Irsyad.


"Apaan sich Yas." Jawab Zafran dengan mencubit hidung Yasmin.


"Ih Kak Ran nyebelin, hidung Yasmin jadi sakit ini. Pasti merah nanget ni." Yasmin berteriak dan menggerutu karena di ganggu Ran.


"Kalian tu ya udah pada punya anak, masih aja berantem kalau kumpul gini." Ucap bunda untuk menengahi anak-anaknya.


"Kan kak Rani duluan bun." Ucap Yasmin, Zafran pun hanya tertawa mendengar aduan Yasmin kepada bunda.


Sedangkan Senja menggelengkan kepalanya karena merasa heran denga tingkah adik iparnya.


" Dek nanti jadinya berangkat jam berapa ke rumah El nya ?" Tanya Senja kepada zafran dengan masih sibuk menghias mukena menjadi bentuk bebek.


"Habis sholat Magrib kak, biar kita tenang perginya ." Jawab Zafran dengan mendudukkan tubuhnya di kursi sofa dekat dekat dengan bunda nya.


" Kakak udah yakin ni sama El ?" Yasmin sedikit meragukan kakaknya.


"Insya Allah kakak yakin kok Yas, yang terpenting buat kakak adalah kebahagiaan Aya. Dan kakak akan berusaha juga mencintai Ifa dek. Dia juga tulus menyayangi Aya." Jawab Zafran dengan kemantapan.

__ADS_1


Sekarang baik di keluarga Zafran maupun El, semua nya sudah tahu kalau Zafran memanggil El dengan sebutan Ifa dan El memanggil Zafran dengan Andra, mereka semua tahu karena dari ibu dan bunda.


"Alhamdulillah kak kalau begitu. La rencana pernikahannya kapan kak?" Tanya Azell yang tiba tiba ikut membantu dan duduk di sebelah Senja.


"Belum tahu dek, nanti kita bahas bersama di sana. Kan kamu juga tahu sendiri dek prosedur nikah anggota nggak segampang nikahan biasa." Jawab Zafran


"Bener juga ya kak, yang penting semoga selalu di beri kelancaran ya mas sampai hari pernikahan ." Doa harapan Azell kepada kakaknya.


"Amin dek." Jawab Zafran.


"Ya udah saya mau menyusul anak-anak di taman dulu ya." Pamit Zafran.


Setelah berpamitan, Zafran berjalan menuju taman.


Sedangkan para laki-laki lainnya seperti Arka, Langit, Arion dan Ayah sedang asyik mengobrol di kursi dekat taman.


Zafran pun menghampiri mereka untuk berkumpul bersama.


Hari telah berganti petang, Matahari yang bersinar pun akan tenggelam di peraduannya di gantikan dengan sang rembulan yang mengintip malu di singgasananya.


Setelah melaksanakan sholat Magrib berjamaah, keluarga Ayah mempersiapkan diri untuk menuju rumah El.


Hantaran telah tertata rapi di masing-masing mobil. Sore ini, Zafran memakai baju batik yang menampakkan kegagahan pada tubuhnya.

__ADS_1


Kulit yang bersih dan tubuh yang atletis menambah ketampanannya.


Zafran melangkahkan kakinya menuju ke ruang tamu setelah berganti baju.


Disana sudah berkumpul keluarga besarnya. Tidak ketinggalan si cantik Aya yang sangat antusias ketika akan di ajak ke rumah El.


Tap..tap...tap Suara sepatu pantofel beradu dengan lantai marmer rumah Alfarizi.


Yasmin dan Senja serta Azell menoleh ke sumber suara.


Mereka sangat terpukau dengan penampilan Zafran.


"Masya Allah, ini beneran kakak ku." Teriak Yasmin dan Azell yang kagum dengan kakaknya.


"Itu mulutnya di tutup dek, nanti ada lalat masuk baru tahu rasa." Ucap Zafran meledek adiknya.


"Ih kakak ini, harusnya berterima kasih sama aku, Udah di puji juga."Ucap Azell kesal.


...🌹🌹🌹🌹🌹...


...Jangan lupa Like dan Vote...


...Terima kasih....

__ADS_1


__ADS_2