Jodoh Pilihan Istri

Jodoh Pilihan Istri
LS 94


__ADS_3

"Kalian jadi kan nginap di sini." Sambut bunda saat mereka baru saja duduk di sofa sebelah sang bunda setelah mencium tangan ayah, bunda, mama dan papa.


" Iya Bun, kan baru pindahan nya juga besok, tadi tuh baru nyicil beres beres barang Senja." Langit yang menjawab.


" Bun, kita ke kamar dulu ya, mau nidurkan Ara." Lanjut Langit yang sedang menggendong Ara.


" Iya nak, kalian berdua juga beristirahat lah, kalian juga pasti capek." sahut bunda yang ijin pamit untuk ke kamar.


Selepas makan malam bersama, Langit memilih menghabiskan waktu di dalam kamar, bercanda tawa dengan anak istri nya, Ara tampak gembira dan bermanja dengan mama Senja di atas tempat tidur, Ara mulai menguap beberapa kali.


" Hei princess jangan bobok dulu, ayo pipis sama gosok gigi dulu ya, biar gigi nya tidak di gigit ulat" Senja buru buru menggendong Ara ke kamar mandi. Langit duduk di sofa fokus dengan laptop nya, mengecek email laporan laporan yang masuk karena beberapa hari ia sudah tidak masuk untuk bekerja, ia melirik ke atas tempat tidur saat mendengar Senja melantunkan sholawat saat menina bobok nya Ara, suara lembut, adem mendengar nya, menelusup dingin ke relung hati.


" Sudah bobok yank?." Langit duduk di sisi tempat tidur sambil memperhatikan Senja.


" Sudah pulas nih, sampai suara dengkuran nya terdengar." Jawab Senja sambil merapikan rambut depan Ara yang berantakan.

__ADS_1


" Sekarang giliran papi yang kelonin mama." Langit menggendong Ara perlahan agar tidak terbangun.


" Eh mas, mau di bawa kemana?." Tanya Senja.


" Evakuasi ke kamar Azell dan Sasi." Langit berlalu keluar kamar. Tidak lama sudah kembali lagi, tidak lupa untuk mengunci pintu kamar.


" Sekarang waktu nya kita berdua." Bisik Langit mulai mencumbu istrinya dari telinga turun ke leher meninggalkan jejak kiss mark senja mulai mendesah dan melengkung membuat langit makin naik daerahnya tangannya mulai membuka kancing piyama senja melepas pengait bra menelusup meremas dua gundukan kenyal.


" Mama...... papiii buka hiks hiks." Gedoran pintu dan teriakan Ara membuyarkan konsentrasi mereka.


" Sayang, kok bangun hmm." Tanya Langit setelah membuka pintu kamar nya.


" Ara tidak mau bobok sama onty, Ara mau bobok sama papi dan mama." Ucap Ara di balik tangisan nya.


" Oke oke, ayo bobok." Langit menuntun anak nya masuk, mereka naik ke atas tempat tidur.

__ADS_1


" Mama peluk." Ara merajuk manja menatap mama Senja.


" Iya sayang." Senja memeluk sambil menahan senyum, mata nya melirik suaminya yang tengkurap membenamkan wajah nya ke bantal.


Hari ini, keluarga kecil Langit mulai menempati rumah baru, syukuran kecil kecilan yang di pimpin oleh ustad di adakan dengan mengundang tetangga blok terdekat, untuk memperkenalkan diri sebagai warga baru terutama untuk memperkenalkan Senja karena kalau Langit tentu sudah di kenal oleh warga komplek perumahan.


Bik Ida, Art pun sudah datang memulai bekerja kembali, Senja tersenyum ramah saat bik Ida memperkenalkan diri nya.


Semua tamu sudah pulang selesai menikmati hidangan yang di sediakan tuan tuan rumah, tinggal keluarga Langit dan keluarga Senja yang masih santai bercengkerama.


Selepas magrib, Langit dan Senja mengantar sampai teras depan rumah karena ibu dan ayah akan pulang.


...🌷🌷🌷...


...Jangan lupa like dan Vote...

__ADS_1


...Happy Reading...


__ADS_2