Jodoh Pilihan Istri

Jodoh Pilihan Istri
Ran 202


__ADS_3

"Ngagetin saja sich dek, ini mau masak nasi goreng sama roti bakar untuk anak-anak." Jawab Arin.


"Gimana ni dek, malam pertamanya udah goal belum?" Tambah Arin menggoda adiknya .


"Apaan sih kak." Jawab El dengan malu-malu.


Arin mendekat ke arah adiknya dan menyibakkan jilbab El, Dia pun tersenyum.


"Cie.cie yang sekarang sudah nggak gadis lagi, sudah beralih status menjadi wanita." Goda Arin yang melihat rambut adiknya yang basah.


Blush.. Pipi El memerah mendengar godaan kakaknya.


"Mbak Arin godain El terus bu." Adu El kepada ibunya.


"Sudah-sudah kalian itu ya sudah pada punya anak masih aja berantem. Apalagi kamu Arin kasihan adik kamu tu wajahnya jadi merah. Kayak dulu kamu nggak gitu saja." Bela ibu kepada El.


"He he he, maaf dek mbak kan cuma bercanda. By the way, kado dari mbak sama Tania udah kamu buka belum ?" Tanya Arin.


"Belum sempat mbak." Jawab El.


"Payah kamu dek, besok harus kamu buka dan pakai dek biar suamimu tambah cinta sama kamu."ucap Arin


"Memangnya isi kadonya apa mbak ?" Tanya El.


"Besok lihat saja sendiri dek." Jawab Arin dengan senyuman penuh arti.


"Mbak Arin ni pakai rahasia-rahasiaan segala." Tambah El dengan nada kesal kepada kakaknya.

__ADS_1


"Dari pada kalian mulai berantem lagi mending lanjutkan masaknya, biar suami dan anak-anak kalian segera sarapan." Ucap Ibu menengahi kedua putrinya.


Akhirnya obrolan El dan Arin pun terhenti dengan kesibukan mereka menyiapkan sarapan. Setelah masakan selesai, El dan Arin menatanya di meja makan.


"El, itu kamu buat teh hangat untuk ayah,suami dan kakak iparmu." Pinta ibu.


"Baik bu." Jawab El.


Dia kembali ke dapur dan membuat teh.


"Arin kamu panggil suami dan anak-anak mu sekalian Aya, suruh mereka sarapan." Pinta ibu.


Arin menganggukkan kepalanya dan berjalan menuju kamar tamu dan kamarnya untuk memanggil suami dan anak-anak nya.


Setelah membuat teh, El naik ke lantai atas untuk memanggil suaminya.


"Ya sayang." Jawab zafran yang sedang bersandar di kepala ranjang.


Bluss pipi El merah merona saat suami nya memanggil dengan sebutan sayang.


Zafran melambaikan tangannya agar sang istri mendekat ke arahnya.


"Sarapan dulu yuk.." Ajak El setelah mendekat ke arah suaminya.


Zafran menaruh kepalanya di atas paha El.


"Sebentar saja seperti ini sayang." Ucap zafran dengan memejamkan matanya.

__ADS_1


Awalnya El kaget dengan sikap suaminya, karena melihat kenyamanan zafran dia pun memberanikan diri untuk mengusap rambut zafran yang membuat zafran semakin nyaman.


"Terima kasih sayang, terima kasih sudah menerima mas menjadi suamimu." Ucap zafran.


"Dari kemarin mas bilang terima kasih terus, Ifa kan udah bilang Ifa juga bahagia bisa menikah dengan mas." Jawab El sambil membelai rambut suaminya.


" Sayang, tadi atasan mas WA lusa mas di suruh kembali ke sana karena ada tugas, apa sayang siap jika lusa sayang dan Aya mas boyong ke tempat mas bekerja?" Tanya Zafran.


"Kapan pun mas memboyong Ifa dan Aya, kami akan selalu siap mas. Tugas itu yang utama buat mas. Ifa akan selalu mendukung mas." Jawab El.


"Tapi dengan pekerjaan kamm bagaimana sayang ?" Tanya Zafran


"Sebelum Ifa mengajukan cuti kemarin, IFA juga sudah bilang ke kepala sekolah bahwa Ifa akan mengikuti mas tugas, jadi kemarin Ifa juga sudah mengajukan resign." Jawab El.


" Alhamdulillah sayang kalau begitu. Tinggal nanti kita urus kepindahan sekolah Aya." Ucap Zafran


"Ya mas, besok Ifa mau ijin sebentar untuk ke sekolah buat pamit sama teman-teman dan menyerahkan berkas sekolah tentang anak didik Ifa." Jawab El.


"Besok mas antar, kita berpamitan bersama. Mas juga ingin berterima kasih kepada rekan-rekan kerja sayang." Jawab Zafran.


"Baik mas, ya udah sekarang kita ke bawah yuk pasti sudah di tunggu mereka." Ajak El kepada suaminya. Mereka beranjak dari ranjang mereka dan berjalan beriringan menuju meja makan.


Di sana nampak seluruh keluarga sudah berkumpul.


...🌹🌹🌹🌹🌹...


...Jangan lupa Like dan Vote...

__ADS_1


...Terima kasih....


__ADS_2