
Adit menerima saja. Bagi ia dan Yeni, baik anak dari Ray, Wildan, Tio atau pun Adam sudah di angap seperti anak nya sendiri, karena mereka juga menganggap anak Adit dan Yeni seperti anak mereka sendiri.
" Kan, tidak usah, pasti saat ini kakak sedang sibuk, biar kita saja yang ke ruangan ayah mereka." ucap Mesya yang merasa tidak enak pada Adit.
" Tidak repot kok Sya, tenang saja, Ray pasti senang kalau anak dan istri nya datang ke kantor, dari tadi Ray bilang kalau rindu kalian." Jawab Adit.
Saat mereka akan masuk ke dalam lift, Mesya dan ke empat putra nya di kejutkan dengan kedatangan Ray saat pintu lift terbuka.
" Abang, kok tahu kalau kami sekarang ada di kantor? paadahal kami akan buat kejutan buat abang." ucap Meysa.
" Kita kan sehati sayang." Jawab Ray dengan mencium kening sang istri serta putra putra nya.
" Hadeh Ray ingat kita sudah tua, tuh anak anak mu juga sudah besar, aku kasih tahu ya Sya, di sini itu semua cctv ada di ponsel Ray, jadi Ray sudah pasti tahu kedatangan anak istri nya." Jawab Adit yang menggagalkan rayuan Ray pada Mesya.
Ray mengajak semua nya ke ruang kerja nya. Ray berlari kejar kejaran dengan ke empat putra nya.
Semua mata karyawan merasa kagum dengan Ray, seorang yang sangat berbeda, dimana saat atasan nya itu menjadi dingin dan datar saat bekerja, dan akan berubah menjadi hangat saat dengan keluarga nya. Mesya dan Adit berjalan mengikuti Ray yang main kejar kejaran.
" Hap, ayah ketangkap." ucap Arion yang menangkap ayah nya yang sudah duduk di sofa ruangan nya.
__ADS_1
" Aduh, ayah pingsan." ucap Ray yang pura pura pingsan dan menyandarkan kepala nya di sandaran sofa.
" Nak...apa yang kalian lakukan pada ayah kalian?." tanya Mesya.
" Ayah pingsan bun." jawab Ran
" Kenapa ayah pingsan?." tanya bunda
" Kami memeluk ayah." Ran yang menjawab.
" Sudah jangan sedih, kita cari ayah baru." Kata Mesya.
" Sini makan, sudah cukup drama nya." Mesya membuka makanan yang di bawa nya.
" Stop jangan makan dulu, harus cuci tangan dulu ok." Ucap Mesya saat ke lima laki laki dalam hati nya langsung duduk.
" Bunda cerewet ya." Ucap Ray kepada ke empat putra nya.
" Bunda dengar ya, awas ayah." Mesya mendengar ucapan Ray dan memberikan ancaman kepada Ray. Bunda baik ya. Ray dan putra nya tertawa di dalam toilet saat mencuci tangan.
__ADS_1
Selama makan, ketika jagoan Ray makan dengan tertib dan tidak bersuara.
Setelah makan, ke empat nya tidur siang di ruangan khusus yang ada di dalam kantor Ray.
Selesai menidurkan ke empat nya Mesya keluar lalu mendekati Ray.
" Ada apa bang?." Tanya Mesya.
" Kenapa pakai baju agak rendah, biasa nya kan sering pakai baju panjang?." Ucap Ray.
Mesya tersenyum dengan ucapan sang suami.
" Kenapa? Ini tidak pendek bang, masih di mata kaki, Syasya juga bisa pakai celana kok bang." Ucap Mesya sambil mengangkat gaun panjang nya.
" Sayang kenapa diangkat gaun nya?." Tanya Ray.
...🌷🌷🌷...
...Jangan lupa like dan Vote...
__ADS_1
...Happy Reading...