
hanya Arion dan Ran saja yang tidak bisa berkumpul, apalagi untuk Aya di tinggal Daddy nya bertugas jauh dari rumah dan ibu nya yang sudah meninggal dunia, berkumpul bersama keluarga menjadi moment bahagia untuk Aya karena ia bisa bermain dan berceloteh bersama sepupu sepupu nya.
Setelah selesai mandi dan berpakaian sekolah, Aya dan mbak Nisa menuju ruang makan untuk sarapan.
" Ayo non Aya, Kita bersiap siap ke bawah, Oma pasti sudah menunggu." Ajak mbak Nisa.
" Siap mbak Nisa." Jawab Aya bergegas turun dari atas tempat tidur.
Mbak Nisa menggandeng tangan Aya menuju meja makan, tidak lupa mbak Nisa juga membawakan perlengkapan Aya yang akan di bawa ke acara di sekolah nya.
" Wah cantik sekali cucu opa, semangat sekali hari ini." Ucap opa dengan mengangkat tubuh Aya untuk duduk di pangkuan nya.
" Iya dong opa, Aya kan memang cantik." Jawab Aya dengan percaya diri.
" Ha ha ha iya iya, Aya memang Cucu opa yang paling cantik sendiri." Ucap opa
__ADS_1
" Aya mau sarapan roti sama selai cokelat atau storberi???." Tanya Oma.
" Mau stobeli Oma." Jawab Aya. " Ok, bentar Oma ambilkan sayang, mbak Nisa sarapan dulu saja mbak." Ucap oma.
" Telima kasih Oma." Sambil memamerkan gigi ompong nya.
" Sama sama sayang , jangan lupa berdoa dulu ya." Ucap Oma. Mbak Nisa mengangguk kan Kepala nya, dan berjalan menuju dapur untuk sarapan sambil menunggu Oma dan Aya selesai sarapan.
Keluarga ayah Ray menyantap sarapan pagi ini dengan tenang, Aya yang sudah di pindahkan dari pangkuan opa nya di kursi sebelah opa nya, juga menghabiskan sarapan nya.
" iya Oma, opa Aya belangkat sekolah dulu ya, nanti Aya bawain stobeli yang banyak opa, assalamualaikum opa." Pamit Aya kepada Oma nya sambil mencium punggung tangan opa, Aya tersenyum dengan menunjukkan lesung pipi di pipi yang gembil nya.
" Iya sayang, jangan nakal ya sama Oma, hati hati ya, waalaikumsalam." Ucap opa menggendong Aya sambil menciumi pipi cucu nya, opa mengantar sampai depan rumah.
" Yah, bunda ngantar Aya dulu ya, biar bisa di rumah, assalamualaikum." pamit bunda mencium tangan opa
__ADS_1
" walaikumsalam. Bun." Jawab ayah Ray. Bunda dan aya naik mobil yang di Kendari mang Ujang, sopir yang telah lama bekerja dengan mereka.
Di dalam mobil aya tidak mau diam, dia berceloteh dan tidak bisa diam, dia menghabiskan waktu perjalanan menuju sekolah, dengan bernyanyi riang gembira sampai Oma menggeleng kan kepala nya, melihat ke aktifan cucu nya dengan menampakkan senyuman yang tidak pernah pudar. Di rumah Arin.
El masuk ke dalam rumah kakak nya, setelah memarkirkan sepeda motor nya pas di depan rumah kakak nya, siapa lagi kalau bukan Arin, El membuka pintu dan mencari keberadaan kakak dan ke ponakan nya. Sapa El sambil mencium pipi Aina.
" Waalaikumsalam onty, sudah datang, Aina sudah siap nunggu ontu ke sekolah.' jawab Aini dengan memamerkan gigi nya yang caries khas nya anak kecil.
" Aduh aduh pinter nya." El mencubit pipi Aina yang sedang asyik menyantap sarapan nya, karena gemas dengan keponakan nya itu.
...🌹🌹🌹🌹🌹...
...Jangan lupa Like dan Vote...
...Terima kasih....
__ADS_1