
" Selamat ya nak, sekarang kamu lulus kuliah dengan nilai terbaik, semoga apa yang kamu inginkan terkabul." ucap Mesya sambil mencium kening putra sulung nya.
" Terima kasih bunda, ini semua juga berkat bunda, andaikan Langit tidak bertemu bunda, entah akan jadi apa Langit sekarang." Jawab Langit.
" Bunda hanya pelantara nak, semua itu karena kerja keras kamu sendiri." ucap Mesya.
Semua orang telah merayakan kelulusan Langit menjadi seorang Sarjana, mereka semua makan di Caffe Mesya saat masih belum menikah, sekarang sudah di urus sama orang kepercayaan Mesya, Yeni dan Ovi.
Setelah makan Langit memberanikan diri untuk menghadapi ke empat orang tua nya.
" Ekhem, ayah bunda, mama papa, ada yang ingin Langit bicarakan dengan serius." ucap Langit tiba tiba, ke empat orang tua nya langsung berhenti dan menatap Langit dalam dalam.
Sedangkan para adik adik nya segera pergi dari meja makan tersebut, karena mereka berfikir kalau ini bukan lah wilayah untuk mereka ikut campur.
Setelah kepergian adik adik nya, Langit kembali menatap ke empat orang tua nya.
__ADS_1
" Langit ingin menikah." ucap Langit
Empat orang yang berada di depan Langit terkejut, bagaimana bisa Langit tiba tiba berkata kalau ia akan menikah, sedangkan mereka tidak pernah melihat kalau Langit dekat dengan perempuan.
" Kamu jangan bercanda." ucap Ray
" Langit tidak sedang bercanda yah,." ucap Langit.
Mesya menggenggam tangan suami nya agar lebih menurunkan emosi nya.
Mesya beralih pada Langit.
" Bawa perempuan itu besok ke rumah, mama dan bunda mu ingin kenal terlebih dahulu." ucap Siska
" Papa juga setuju, apabila mama dan bunda mu setuju, kami pun setuju." sahut Adam
__ADS_1
" Maaf Langit, untuk saat ini kami masih belum bisa memberi jawaban selagi kamu belum membawa ke rumah untuk memperkenalkan." ucap Ray yang langsung beranjak dari duduk nya dan pergi dari caffe tersebut.
Adam pun juga begitu, mengikuti langkah Ray dari belakang.
Mesya dan Siska saling pandang, mereka berdua merasa kasihan pada Langit, karena posisi Langit saat ini sedang menunduk, mungkin ia merasa bersalah, karena baru kali ini ia membuat ayah dan papa nya kecewa.
Mesya memegang tangan sang putra.
" Nak, dengerin bunda dan mama, maaf kan ayah dan papa mu, mereka berdua bukan membenci kamu, melainkan mereka sangat begitu sayang pada kamu, tapi harus kamu ingat kalau apa yang kamu ucap kan barusan sudah menggores hati kami sebagai orang tua kamu." ucap Mesya.
Siska pun tidak kalah dengan Mesya.
" Apa yang di katakan oleh bunda benar nak, bukan kami tidak menyetujui rencana kamu, kenalkan dia pada kami, beri kami waktu untuk melihat, apa ia pantas untuk kamu, bagaimana pun kamu adalah putra kesayangan kami, kami tidak mau kamu kecewa nak, besok bawa dia untuk bertemu dengan mama dan bunda ya." ucap Siska
...🌷🌷🌷...
__ADS_1
...Jangan lupa like dan Vote...
...Happy Reading...