Jodoh Pilihan Istri

Jodoh Pilihan Istri
RAN 63


__ADS_3

Setelah berbincang bincang, Zhafran masuk ke dalam rumah, di sana hanya ada sapu satu saja gitu, untung nya Radit meminjamkan semua alat rumah nya serta ikut pula membantu Zafran bersih bersih rumah.


Selama 3 tahun Zafran bisa sering pulang ke Jakarta untuk menemui putri cantik nya.


Kini usia Zafran hampir 32, namun ia masih betah untuk sendiri, bagi nya hanya ibu Aya yang berada di hati nya.


...💝💝💝💝💝💝💝💝💝💝💝...


Kita pindah ke cerita dulu ya, kita tinggalkan cerita Zafrah sejenak.


El POV

__ADS_1


" Hai perkenalkan nama ku Gabriella Tifanya Wou Dhena, unik ya nama ku, semua orang memanggil ku dengan El, di ambil dari Gabriella nya, aku sangat senang dengan cahaya matahari, sehingga setiap jam 8 pagi terkadang sore hari aku selalu ke taman bunga untuk menikmati cahaya matahari, ibu ku sering marah marah, apa tidak takut kalau aku hitam karena senang dengan cahaya matahari???, aku jawab tidak dan benar saja, kulit ku sangat sulit untuk hitam, entah itu kelebihan ku atau bukan." ucap ku dalam hati.


Author Pov.


di senja, El dengan duduk di taman di tengah kota Jakarta.


Bagi El senja atau pagi hari sangatlah menyenangkan untuknya setelah kesakitan yang pernah ia alami di masa lalunya ya iya pernah dikhianati oleh laki-laki yang telah lama ya kenal laki-laki yang 3 tahun bersamanya yang ia anggap sebagai sosok imam yang bisa mengayomi nya ternyata menghianatinya dengan perempuan di masa lalu nya, padahal saat itu hanya tinggal beberapa bulan ia dan laki-laki itu menuju pelaminan inilah yang membuat el dapat menjalin hubungan kembali dengan laki-laki, hingga usianya hampir menuju kepala tiga.


Entah sampai kapan ia dapat menyembuhkan masa lalunya banyak laki-laki yang mendekatinya tapi ia masih belum bisa menerima dan selalu menolaknya dengan alasan entahlah....


" Andai saja kita hanya anak kecil saja tanpa beranjak dewasa di mana hanya ada canda tawa dan berlari kesana kemari tanpa harus merasakan sebuah kesakitan." ucap el dengan memandang kearah anak-anak yang berjalan dan berlarian.

__ADS_1


" Ah ternyata sudah mau maghrib." El berdiri dari kursi panjang yang berada di taman dan ia berjalan menuju rumahnya yang tidak jauh dari taman tidak sengaja ia mendengar suara anak kecil menangis semakin dekat suara tangisan itu semakin dekat.


" Hiks hiks hiks hiks, Daddy Aya takut, Aya mau pulang, Daddy Aya takut." Ucap anak kecil yang sedang menangis.


El mencari sumber suara tersebut ternyata berada di bawah pohon cemara yang rindang di dekat taman, ia berjalan menghampiri anak tersebut dan memastikan apa benar di sana ada ank yang sedang menangis.


" Hai sayang anak cantik kok nangis ada apa sayang hm." ucap el dengan lembut lalu menghampiri anak kecil tersebut.


...🌹🌹🌹🌹🌹...


...Jangan lupa Like dan Vote...

__ADS_1


...Terima kasih....


__ADS_2