Jodoh Pilihan Istri

Jodoh Pilihan Istri
JPI 222


__ADS_3

" Arka, jangan kena tangan ya nak." Ingatkan Mesya kepada putra nya yang sedang menggunting kertas.


" Ok bunda." Jawab Arka.


Walau pun gunting yang di gunakan adalah gunting yang aman untuk anak kecil, bagaimana pun juga rasa kekhawatiran seorang ibu pada anak nya tetap lah ada.


Yang tadi nga membaca sambil mengawasi ke lima anak kecil di depan nya, Mesya terkantuk kantuk kemudian malah tertidur pulas di sofa.


Arion yang melihat bunda nya tertidur mendekati nya dan menatap wajah bunda nya.


" Dek, jangan ganggu bunda." Kata Arka yang sudah melihat tingkah sang adik sedari tadi.


" Hus.... ". Arion memberi isyarat tutup mulut pada kakak nya.


Ran menarik tangan Arion untuk duduk kembali.


Begitu Ran tidak melihat, Arion mendekati kembali bunda nya dan melakukan sesuatu ke wajah cantik sang bunda.


Mesya terbangun ketika mendengar suara yang tertawa. " Abang, sudah pulang." Begitu membuka mata nya, Ray berdiri di depan Mesya, sedikit tertawa terlihat di raut wajah nya.


" Sudah bangun nyonya?." Tanya Ray dengan wajah yang tersenyum.


"Ngantuk bang." Jawab Mesya.

__ADS_1


" Entah kenapa, habis baca buku tiba tiba ngantuk bang." Jawab Mesya yang bangkit dari duduk nya.


Mungkin terlalu capek mengawasi mereka." Kata Ray.


" Capek? Ah.. tidak kok, mereka semua baik, Arion juga tidak bikin ulah." Ucap Mesya.


" Mana anak anak?." Tanya Mesya karena ruanh bermain nya sudah sepi.


" Mereka ke sebelah." Jawab Ray.


Ray menggandeng Mesya dan membawa nya ke deoan kaca, begitu tiba di depan kaca.


" Aaaa....kenapa dengan wajah ku?". Mesya kaget begitu melihat wajah nya melalui kaca.


Ray tertawa dengan menutup mulut nya.


" Anak anak pasti yang melakukan nya, bukan semua anak anak pasti Arion yang melakukan nya." Ucap Mesya dengan kesal.


"Kenapa Arion?". Tanya Ray


" Karena hanya Arion yang melukis tadi, ke tiga nya menggambar dan menggunting, sedangkan Langit lagi membuat karya dari tanah liat." Jawab Mesya.


" Untung saja Arion tidak mengikat tangan bunda nya." Ray kembali tertawa lebar.

__ADS_1


" Abang ihhhh." Ucap Mesya dengan bibir manyun.


" Sudah jangan marah marah, biasa anak anak kreativitas dan imajinasi yang berlebihan, mungkin Arion ingin menggambarkan badut yang di lihat nya kemarin." Kata Ray.


Waktu hari minggu Ray membawa ke empat badut dan mereka suka. Terlebih Arion dan Arka, sedangkan Ran dan putri dari Adit tidak seberapa di bandingkan Arion dan Arka.


" Ayo bersih kan." Ucap Mesya karena ingin melihat sang suami tidak tertawa lagi.


Karena ke tiga putra nya berada di rumah Nova. Ray membawa Mesya pergi.


Selama kehadiran ke tiga putra nya, waktu mereka untuk bersama sama semakin berkurang. Saat mengetahui kalau putra mereka ada di rumah Nova, suatu kesempatan untuk membuat kegiatan bersama dengan sang istri.


" Bang, mereka tidak apa apa tah, kita tinggalkan di rumah Nova, kan kak Tio baru saja datang?." Tanya Mesya pada Ray setelah mereka melakukan hal yang membuat Mesya lupa kekesalan pada sang putra.


" Anak anak kita tidak lah merepot kan kita." Jawab Ray


" Abang kasihan Nova." ucap Mesya lagi.


" Biar lah, biar si Tio tidak enak enak saat sore gini." jawab Ray


...🌷🌷🌷...


...Jangan lupa like dan Vote...

__ADS_1


...Happy Reading...


__ADS_2