Jodoh Pilihan Istri

Jodoh Pilihan Istri
JPI 168


__ADS_3

" Untuk apa bang?." Tanya lagi Mesya pada Ray.


" Untuk keluarga di Surabaya dan keluarga di Jakarta, kalau mereka menginap di sini, tinggal pilih kamar saja sayang, tidak usah tidur di hotel." Jawab Ray dengan senyum dan menggaruk rambut nya yang tidak gatal.


" Masak?." Tanya Mesya kembali.


" Abang tidak bohong kan sama Syasya, jawab jujur deh bang, pasti ada alasan lain kan?." Tanya Mesya kembali karena merasa masih kurang puas dengan jawaban Ray.


" Sayang." Panggil Ray, Ray kini menatap istri nya sambil ke dua tangan nya memegang pipi Mesya.


" Abang ini usia nya sudah tidak muda lagi, banyak yang seusia abang sudah memiliki anak, bahkan sudah ada yang Sekolah Menengah Pertama, jadi maaf kan abanh, abang ingin seperti mereka, abang ingin mengejar ketertinggalan abang dalam memiliki anak." Jawab Ray jujur.

__ADS_1


" Abang ingin memiliki banyak anak itu sebab nya abang sudah menyiapkan banyak kamar untuk mereka sayang, sayang tidak marah kan dengan keinginan abang ini?." Tanya Ray kembali kepada istri nya.


" Abang kita usaha dulu saja ya, Syasya tidak keberatan kok, tapi hamil dan melahirkan itu sakit bang, abang harus kuat kuat iman nya, seandai nya Syasya hamil terus minta yang macam macam, abang tidak boleh marah atau bahkan menolak nya." Jawab Mesya mencoba untuk menjelaskan pada suami nya, agar nanti saat Mesya dan Ray di berikan kepercayaan oleh Allah, dan saat masa kehamilan Mesya ternyata rewel, Ray harus siap dan siaga.


" Abang malah sangat menanti masa masa itu sayang, In Sya Allah abang akan menjadi suami siaga untuk sayang saat sayang hamil nanti." jawab Ray.


" Amiiiiinnn Allahumma Amiiiinnnnn ya bang." Jawab Mesya.


Di rumah yang besar ini pasti nya ada pula kolam renang yang sangat luas berada di samping rumah, disana juga ada 3 gazebo yang mengelilingi kolam renang, jangan di tanyakan lagi di bagian belakang Ray juga sudah menyiapkan taman bunga yang telah di tumbuhi bunga lili dan ada lahan kosong juga untuk Mesya berkebun karena memang saat tunangan dulu Ray sempat mendengar keinginan untuk memiliki rumah yang bisa untuk berkebun juga, kata nya Mesya ingin memasakkan suamu dan anak anak nya nanti dengan hasil hidropinik, agar keluarga terbebas dari pestisida yang mengancam kesehatan keluarga nya.


" Sayang kita pulang sekarang yuk." Ajak Ray.

__ADS_1


" Oh iya besok sayang libur dulu ya, kita harus belanja semua keperluan untuk rumah kita." Lanjut Ray.


" Iya bang, terserah abang saja." Jawab Mesya dengan tersenyum.


" Kita pulang sekarang ya bang, nanti ibu nyariin kita, ini juga hampir mau magrib juga bang." Ajak Mesya.


" Ya sudah yuk kita pulang." Ajak Ray langsung mengenggam tangn Mesya menuju luar halaman. Mereka berdua pun pulang kerumah setelah.....


...🌷🌷🌷...


...Jangan lupa like dan Vote...

__ADS_1


...Happy Reading...


__ADS_2