Jodoh Pilihan Istri

Jodoh Pilihan Istri
RAN 211


__ADS_3

"Bunda harus ikhlas, toh Aya ke sana juga sama daddy dan mommy nya. Dulu yang menyuruh Ran menikah lagi siapa kan bunda. Jadi wajar kalau sekarang RAN juga mo ngajak mereka tinggal bareng." Jelas ayah Ray.


"Bunda juga harus tahu, pasti dulu RAN juga sedih harus jauh dari putrinya setelah Aisyah meninggal. Sekarang biarkan putra kita juga merasakan kebahagian untuk berkumpul dengan keluarga nya bun." Tambah ayah Ray untuk menasehati istrinya.


"lya yah, bunda salah. Tapi bunda masih belum rela saja pisah sama Aya. Kenapa Ran tidak pindah di sini saja sih yah?" Ucap Bunda


"Pindah pun juga banyak prosedurnya bun, doakan saja biar Ran cepat pindah di daerah sini jadi kita lebih mudah untuk mengunjungi nya." Ucap Ayah Ray


"Semoga yah, bunda akan selalu mendoakan kebahagiaan mereka." Ucap bunda dengan mulai berhenti memang pipi Aya.


"Ya sudah sekarang bunda tidur, besok kita akan mengantar mereka ke bandara. Bunda juga besok jangan bilang lagi belum ikhlas di hadapan Ran nanti malah bikin dia sedih." Pinta ayah Ray


"lya yah bunda akan mencoba tegar besok ketika mengantar mereka." Jawab bunda.


Bnda membenarkan selimut untuk Aya, kemudian dia ikut berbaring di sebelah kanannya dan mulai memejamkan matanya. Ayah Ray juga mengikutinya.


Flashback End


☹️☹️☹️☹️☹️☹️☹️☹️☹️


Meskipun kurang bersemangat, El tetap bangun pagi. Dia ingin membuatkan sarapan untuk kedua mertuanya.


Mumpung dia masih disini, Setelah mandi dan sholat berjamaah dengan sang suami, El izin untuk pergi ke dapur meskipun disana juga sudah ada bi ljah yang sudah bersiap-siap untuk masak. Dia melangkahkan kakinya turun dari tangga menuju dapur di lantai 1. Sesuai dengan dugaannya, di sana sudah ada bi ljah yang sedang bersiap-siap.

__ADS_1


"Assalamu'alaikum bi." Sapa El setelah sampai di dapur.


"Waalaikumsalam non El, kok pagi-pagi sudah disini." Jawab bi ljah yang sedang menuangkan air untuk di rebus.


"lya bi, pagi ini biar El yang buat sarapan ya bi mumpung El masih disini." Pinta El.


"Tapi non biar bibi saja saja nanti tangan non El kotor loh." Jawab bi ljah.


"Tidak apa-apa bik, Biar El yang masak karena El juga pingin masakin mertua El." Ucap El.


"Ya udah kalau begitu, biar bibi yang bantu. Non El mau masak apa ini ?" Tanya bik Ijah


"Biasanya ayah dan bunda suka sarapan apa bi?" Tanya El


" Ada bahan untuk cap jay dan ayam nggak bi di kulkas?" Tanya El.


"Ada non kemarin bibi belanja di kulkas juga ada udang." Jawab bik Ijah


"Ya udah kalau begitu El masak itu saja, bibi bantu memotong sayuran nya ya." Ucap El.


"Beres non." Jawab bi ljah dengan mengacungkan kedua ibu jarinya.


El mulai mengeksekusi bahan untuk di masak. Tidak lupa dia memakai clemek agar bajunya tidak kotor.

__ADS_1


45 menit kemudian masakan El sudah matang meskipun dengan di bantu bi ljah. Kemudian mereka menatanya di meja makan.


Tidak lupa juga El membuatkan teh hijau madu untuk suami dan kedua mertuanya.


"Wah harum sekali, masak apa nak ?" Tanya bunda ketika sampai di meja makan.


" Ini bun, El buat cap jay, ayam goreng dan udang tepung kesukaan Aya." Jawab El setelah menaruh teh di meja.


"Wah enak sepertinya, kalau begitu bunda panggil ayah dan Aya dulu. Tadi Aya juga sudah bunda mandikan." Jawab bunda.


"Terima kasih bun, El juga mau memanggil maa Andra dulu." bunda dan El berjalan menuju kamar masing-masing untuk memanggil zafran, Ayah Ray dan Aya.


Setelah mereka berkumpul, mereka pun memulai sarapan bersama. Aya yang melihat makanan kesukaan nya, langsung berbinar.


Dia tidak sabar untuk memakannya. Bunda manampilkan wajah dengan tersenyum melihat pandangan di pagi ini dengan kelengkapan keluarganya untuk menyembunyikan wajah sedihnya.


"Meskipun bunda belum rela kalian pergi, bunda bahagia melihat kamu mendapat istri seperti El nak." Ucap bunda di dalam hatinya.


...🌹🌹🌹🌹🌹...


...Jangan lupa Like dan Vote...


...Terima kasih....

__ADS_1


__ADS_2