
" Kenapa? Ini tidak pendek bang, masih di mata kaki, Syasya juga bisa pakai celana kok bang." Ucap Mesya sambil mengangkat gaun panjang nya.
" Sayang kenapa diangkat gaun nya?." Tanya Ray.
" Tidak ada siapa siapa juga di sini bang, kan hanya kita berdua di sini." Ucap Mesya.
" Ada Abang, gimana coba kalau Abang minta di sini, dan ini kenapa sekarang sayang suka pakai lipstik merah darah gini, hayo coba jelaskan pada Abang?." Ucap Ray
" Abang, ini warna yang lagi tren." Jawab Mesya
" Tidak boleh ikut ikut tren." Jawab Ray.
" Ih nyebelin." Ucap Mesya dengan bibir mengerucut.
"Hapus." Ucap Ray.
" Tidak." Mesya menutup bibir nya dengan ke Dua tangan nya.
" Hapus." Ray beranjak dari kursi kerja nya.
" Tidak." Mesya kabur ke dalam kamar dan langsung mengunci pintu kamar nya.
" Ada apa dengan Mesya ya, biasa nya istri nya itu tidak suka pakai baju di atas mata kaki, dan tidak mau memakai lipstik menor." Ucap Ray dalam hati nya.
Di dalam kamar Mesya berdiri di depan kaca, melihat bentuk tubuh nya serta make up yang ia gunakan saat ini.
__ADS_1
Skipp.
Sudah hampir satu Minggu Mesya suka dengan dress di atas mata kaki, dan terlihat lebih genit dan centil jika berdekatan.
Mesya juga merasa heran dengan perubahan diri nya saat ini, dan Mesya juga curiga itu.
Pagi setelah Ray keluar dari dalam kamar mandi untuk pergi jogging dengan ke empat putra nya, Mesya melakukan apa yang ingin di lakukan sejak dua hari yang lalu.
Begitu selesai melakukan nya, Mesya membawa tespek keluar dari dalam kamar mandi, dengan sedikit mengintip Mesya melihat dua garis merah.
" Alhamdulillah." Teriak Mesya dengan kencang dan langsung pingsan di dalam kamar nya.
Ray yang baru saja pulang dari jogging langsung masuk ke dalam kamar, Ray yang mendengar ucapan Mesya langsung berlari, Ray tidak mau terjadi apa apa pada istri nya tersebut.
Begitu pintu terbuka Ray melihat sang istri sudah berada di lantai.
"Bunda!!!!". teriak ke empatnya sambil menangis.
" Bunda mati." teriak Arion.
Mendengar ucapan Arion, Arka, Ran dan Langit menangis kencang.
" Bunda tidak mati sayang, bunda hanya pingsan." Ray menenangkan ke empat putra nya.
Langit langsung berlari, tidak lama ia datang bersama dengan baik Ida dan Tia. Bik Ida dan Tia mengikuti saja apa yang di minta oleh Langit
__ADS_1
" Ada apa den, kenapa dengan non Mesya, kata den Langit mati." Bik Ida berbicara dengan panik, begitu pun dengan Tia.
"Husss, Mesya pingsan." Jawab Ray.
" Sya... Sya... Ray menepuk pipi Mesya dengan lembut." Sedangkan ke empat putra nya masih menangis, sembari berdiri di sisi tempat tidur.
Bik Ida keluar dan kembali membawa minyak kayu putih.
" Kasih ini den." Ucap Bik Ida.
Tia melihat ke arah lantai dan melihat tespek, Tia mengambil nya dan melihat.
" Hamil!!!!." Ucap Tia lirih.
" Bik Ida." Panggil Tia pelan pada bik Ida.
" Non Mesya hamil." Ucap bik Ida setelah melihat tespek dari tangan Tia.
" Den, ini ada di lantai." Bik Ida memberikan tespek temuan Tia kepada Ray.
" Ini punya Mesya?." Tanya Ray.
...🌷🌷🌷...
...Jangan lupa like dan Vote...
__ADS_1
...Happy Reading...