
Ara berontak dari kursi ingin turun.
" Eh eh mau kemana, duduk ya nanti jatuh." Panik Langit.
" Mo te tata pih." Rengek Ara dengan cadel nya.
" Eh jangan kakak nya lagi makan nanti ganggu." Ara meronta ronta ingin turun dari kursi nya, pipi nya sudah kembang kempis mau nangis.
" Duh gimana ini bro, anak gue pengen kesana, tidak enak gue." Langit minta pendapat teman teman nya tampak bingung.
" Emang dia siapa Lang?." Tanya Ari.
" Dia putri nya pak Asep dan teman nya, beberapa hari yang lalu, gue pernah nitip Ara ke Senja, dan seperti nya Ara suka dengan Senja. Jawab Langit
" huwa huwa huwa." Akhir nya Ara menangis sambil meronta ronta ingin turun
" Samperin saja Lang, kasihan anak lu." Ucap Ari
" Ya sudah gue kesana dulu, cup cup sudah ya stop nangis nya sayang, ayo papi anterin ke Kakak." Langit langsung menggendong Ara yang masih terisak kecil, lalu berjalan menuju meja Senja.
" Permisi Senja " sapa Langit. Senja dan Cika yang sedang asik makan langsung mendongak kan kepala mereka.
__ADS_1
" Eh pak Langit ya." Senja terkejut tidak menyangka kalau bakal ketemu Langit di sini.
" Maaf ya saya mengganggu, tadi putri saya lihat kamu dan merengek ingin kesini." Ucap Langit merasa tidak enak.
" Ehh,, tidak apa apa kok pak, hai adik Ara, sini turun, duduk di sini sama kakak ya." Ucap Senja yang langsung meraih Ara dari pangkuan Langit.
" Kenapa menangis, anak Sholehah tidak boleh nangis dong." Senja mengusap pipi Ara yang masih tersisa air mata nya. Ara langsung menyembunyikan wajah nya ke dada Senja.
" Pak, biar dek Ara di sini duku sama saya." Jawab Senja.
" Tapi makan mu jadi terganggu Ja, saya jadi tidak enak." Ucap Langit yang masih merasa tidak enak.
" Baik lah, kalau begitu saya ke meja saya dulu ya." Ucap Langit.
" Silahkan pak " jawab Senja.
Langit kembali ke meja nya dan melanjutkan obrolan santai bersama teman teman nya yang sudah selesai makan semua, sekali kali di lirik nya ke arah Senja, nampak anak nya tertawa tawa senang berada di tengah gadis yang sedang mengajaknya bercanda.
Hati nya senang, ada rasa haru, coba kalau Devi bisa seperti Senja. Batin Langit.
" Seperti nya dia pinter ngemong ya Lang." Ucap Tian. " Kelihatan dari jauh saja mereka cantik, apalagi kalau dari dekat ya." Ucap Davit.
__ADS_1
" Dasar mata keranjang lu." Ucap Ari sambil menoyor kepala Davit.
" Itu anak nya pak Asep kan, kerja dimana?." Lanjut Davit.
" Dia buka online shop, sarjana baru lulus " ucap Langit
" Kenapa tidak kamu tawarin kerja di sini bro, lu kan perhatian sama pak Asep " tanya Davit.
" Kata pak Asep ia memilih wirausaha." Jawab Langit.
" Permisi pak, ini saya anterin dek Ara karena saya mau pulang." Tiba tiba Senja sudah berada di dekat meja mereka dengan menuntun Ara.
Senja tampak tersenyum ramah, senyum yang memperlihatkan ke dua lesung pipi nya.
" Alamak hati Abang meleleh lihat senyum mu dek." Davit berkata sambil mengelus dada nya, ternyata dari dekat cantik sekali. Batin David. David langsung dapat 2 tonjokka di lengan kanan dan kiri nya, siapa lagi kalau bukan Ari dan Tian
...🌷🌷🌷...
...Jangan lupa like dan Vote...
...Happy Reading...
__ADS_1