
" Gus, aku belum duduk loh, bisa tidak nanti saja ke ruangan atasan, pengen istirahat nih?." Ucap ku.
" Maaf Bu Devi, tadi sekretaris beliau sudah mewanti wanti untuk segera menemui beliau." Ucap Bagus..
" Baiklah aku ke atas dulu." Ucap Devi pada Bagus.
...🍀🍀🍀🍀...
" Welcome back Bu Devi, bagaimana laporan nya?." Tanya pak Anton to the poin, ia melangkahkan kaki nya menuju ke arah ku yang sudah duduk di sofa.
Aku pun memberikan laporan dengan detail hasil meeting dan kegiatan lain nya selama di Surabaya, pak Anton mangut mangut mendengar dengan seksama.
" Ok, laporan tertulis nya kamu kirim by email ya." Pinta pak Anton.
" Siap pak." Jawab ku.
Pak Anton menggeser duduk nya lebih dekat lagi dengan dengan ku, tercium aroma parfum tubuh nya semerbak mengaliri rongga hidung ku, aku merasa risih dengan suasana ini, ku geser tubuh ku menjauh tapi tangan pak Anton menahan ku.
" Kita akan mengobrol santai Bu Devi. Jadi tidak apa apa kan duduk nya begini." Tanya pak Anton.
Hmmm baik lah aku nurut saja, ku pikir masih posisi wajar lah.
__ADS_1
" Ini untuk Bu Devi." Pak Anton memberikan sebuah kotak hias berpita ke pada ku.
" Ini apa pak?." Tanya ku. " Bukalah, itu dari ku atas prestasi mu." Jawab pak Anton.
Aku pun membuka nya, tampak sebuah jam tangan merek ternama dan aku sudah yakin kalau harga 30 juta, karena beberapa hari yang lalu aku sempat melihat jam itu di toko nya, tapi kenapa pak Anton bisa tahu kalau aku sedang mengincar jam tangan itu.
Wow aku terpana, ini Indah dan mewah.
" Terima kasih untuk hadiah nya pak." Aku tersenyum bahagia.
" Bu Devi bagaimana keputusan nya?." Tanya pak Anton.
" Sesuai yang saya bilang kemarin, harus ada jawaban sepulang dari Surabaya." Ujar nya lagi
" Saya siap maju pak." Jawab ku mantap.
" Good saya akan ajukan ke atasan lagi, perjuangan di mulia." Jawab pak Anton sambil mengulurkan tangan nya untuk menjabat tangan ku.
"Kamu pasti bisa." Ucap pak Anton optimis sambil menepuk nepuk punggung tangan ku.
Pak Anton tidak memberiku waktu lagi untuk berfikir, aku kita masih bisa memberikan jawaban nya besok, karena rencana nya malam ini aku akan bicarakan dengan suami ku.
__ADS_1
Keputusan sudah di ambil, aku sudah maju selangkah tidak bisa mundur lagi, ini pencapaian yang membahagiakan buat ku.
Suami ku, semoga kamu bisa mengerti, maaf aku buat keputusan sendiri, bukan tidak menghargai mu, tapi waktu nya mendesak, keputusan ku sudah di tunggu pimpinan. Batin ku.
...🍀🍀🍀🍀🍀 ...
" Assalamualaikum." Ku ucap kan salam saat Sampai di rumah, aku pulang ke rumah dengan pancaran bahagia, ku lihat suami ku sedang berada di rumah, rebahan di sofa menemani Ara menonton film favoritnya.
" Waalaikumsalam." Ucap Langit. Aku mencium pipi suami ku dengan mesra.
" Aku kangen sayang." Aku berbisik tepat di telinga nya, suami ku membalas meremas dada ku dengan gairah.
" Sayang mami, asik banget nonton film nya hmm." Aku mendapati Ara dan menciumi seluruh wajah nya.
" Mami Miss you girl." ucap ku pada putri ku yang seperti nya tidak terganggu sama sekali dengan ciuman ku pada nya
...🌷🌷🌷...
...Jangan lupa like dan Vote...
...Happy Reading...
__ADS_1