Jodoh Pilihan Istri

Jodoh Pilihan Istri
LS 47


__ADS_3

" Tadi pas makan di food court aku ketemu Kak Davi." Lalu Senja pun menceritakan semua kejadian tadi tanpa ada yang terlewat kan sedikit pun.


" Wah aku tidak menyangka kak Davi bisa bersikap kasar seperti itu " ujar Cika terkejut.


" Sebenarnya kak Davi orang nya baik, Setiap ketemu di kampus ia sangat sopan, berkali kali aku tolak dengan halus, ia tidak pernah marah atau kasar." Kenang Senja.


" Mungkin ia lelah." Ucap Cika dengan kekehan.


" Kamu mah ya, orang lagi melow gini malah jadi ambyar." Ucap Senja sambil menimpuk punggung Cika dengan bantal yang biasa nya mereka buat tidur.


Di tempat Langit.


Langit duduk sambil menyenderkan punggung di kepala ranjang king size nya, ia mengecek setiap pesan yang masuk, seharian ini baru sekali, sekitar jam 10 istri nya memberi kabar bahwa dia sudah sampai di Surabaya, sampai sekarang belum ada pesan lagi, Langit berkali kali telepon tapi tidak di angkat sama istri nya.


Ara tampak berguling guling manja di samping nya, sambil memainkan boneka Barbie kesayangan nya, ia memainkan dot boneka nya, kalau di lepas pasti nangis tapi kalau di pasang lagi akan diem boneka nya.

__ADS_1


" Sayang jangan di ambil dot nya nanti boneka nya menangis, telinga papi sakit dengar nya." Ucap Langit sambil mengucek uwel papi anak nya gemas.


Ia gelitikin perut Ara sampai anak itu tertawa geli.


" Sudah ya main nya, sekarang waktu nya bobo, ayo pipis dulu dan gosok gigi." Langit meraih anak nya lalu menggendong nya ke dalam kamar mandi.


...🍀🍀🍀🍀 ...


Pagi hari nya. Langit dan Ara sedang duduk di meja makan. Ponsel Langit berdering bertuliskan My Wife. Langit menggeser ikon hijau di ponsel nya.


" Assalamualaikum." Langit mengucap salam.


" Hmmm pulang kapan?." Tanya Langit.


" Aku pulang nya besok dari bandara langsung ke kantor karena harus menyerahkan laporan segera, ya sudah aku tutup telepon nya ya, mau ada breafing bentar lagi Miss u." Tutup Devi.

__ADS_1


Setelah telepon di tutup Langit menghela nafas berat nya,


" Bahkan dia tidak sedikit pun menanyakan kabar anak nya, apa dia tidak sayang pada Ara?." Ucap Langit di dalam hati.


" Sayang, ayo kita berangkat, Ara main di rumah Oma ya." Langit mendekati anak nya yang sedang bermain dengan baik Surti pembantu nya, lalu menuntut nya keluar rumah memasuki mobil.


Di taman besar di kota Jakarta.


Senja dan Cika telah selesai menjalankan sholat ashar berjamaah di masjid, sekarang mereka lagi ada di taman terbesar di Jakarta setelah mengunjungi salah satu konveksi langganan nya untuk membuat model baju muslim terbaru.


" Cik, rebahan dulu yuk ah." Ajak Senja sambil menunjukkan halaman masjid yang di hampari bunga yang begitu luas dan pasti nya sangat cantik bunga nya.


" Good idea." Jawab Cika. Mereka berjalan di taman bunga itu, di taman itu terdapat sekelompok bunga yang di tengah tengah nya terdapat jalan, jadi para pengunjung bisa mencuci mata nya dengan bunga bunga yang cantik.


...🌷🌷🌷...

__ADS_1


...Jangan lupa like dan Vote...


...Happy Reading...


__ADS_2