
Namun sudah satu tahun ini mereka tidak bertemu karena Alvin harus menangani perusahaan ayah Ray di Korea dan Arka mengurus perusahaan yang ada di Indonesia.
Melihat kondisi Arka seperti ini membuat ayah Ray memanggil Alvin kembali ke Indonesia untuk mengurus perusahaan yang ada di Indonesia selama Arka masih belum sadar.
Di ruangan pak Asep.
Senja yang baru datang ke ruangan ayah nya, menatap begitu intens melihat wajah ayah nya yang begitu pucat namun tetap gagah dengan tubuh yang masih di penuhi alat alat medis.
__ADS_1
" Assalamualaikum ayah, maaf kan Senja kalau agak telat datang nya, tadi Senja mampir dulu di ruangan pak Arka, Senja mengantarkan makan siang buat bunda Mesya." Kata Senja mencoba untuk berbicara oad ayah nya yang masih koma berharap mendapat tanggapan, tapi hasil nya sama sekali nihil sehingga meloloskan bulir bulir bening air mata Senja. Senja mengecup kening sang ayah lalu duduk di sebelah ayah nya dan menggenggam tangan ayah nya.
" Ayah, toko kakak semakin ramai loh yah, pendapatan kakak juga semakin bertambah, Alhamdulillah, kakak ingat kata ayah, kalau toko kakak semakin maju, kakak tidak boleh sombong, dan sebenar nya kakak ingin belikan mobil untuk ayah, kakak mau ayah berhenti kerja dan kata nya ayah juga mau berkebun yah, ayo yah semangat untuk bangun, ada ibu, kakak dan adik yang tungguin ayah, apa ayah tidak rindu dengan kami, apa ayah tidak mau kita berkumpul lagi, Ayah, apa ayah tidak kasihan sama ibu, setiap hari ini selalu menangis meski di depan kakak ibu nampak tegar tapi Senja tahu ibu sangat sedih melihat kondisi ayah seperti ini, bangun lah yah, bangun, hiks hiks hiks." Kata Senja dengan tangisan yang sudah tidak dapat terbendung lagi.
Tiba tiba saja tangan pak Asep bergerak sejenak lalu berhenti, lalu bergerak lagi membuat Senja sontak terkejut, Senja langsung berdiri dan memencet tombol yang ada di samping tempat tidur ayah nya, perasaan Senja berkecamuk entah senang atau sedih karena akhir nya ayah nya memberikan pergerakan selama 2 Minggu di nyatakan koma.
Bunda Mesya, Alvin, Langit dan Senja masih menunggu hasil pemeriksaan dokter dari luar ruangan pak Asep. Mereka nampak begitu gelisah, tidak lama kemudian ayah Ray dan Bu Tia datang karena mendengar kabar kalau pak Asep sudah memberikan respon dengan segera ayah Ray yang berada di kantor nya segera menuju ke rumah sakit yang jarak nya tidak begitu jauh, kalau Bu Tia emang sudah dalam perjalanan menuju ke rumah sakit sebelum dikabarkan kalau suami sudah memberikan respon pergerakan pada tubuh nya.
__ADS_1
Setelah beberapa lama menunggu dokter akhir nya keluar dari ruangan rawat inap pak Asep dengan wajah yang datar yang tidak bisa di artikan lalu menemui ayah Ray yang sedari tadi sudah menunggu di depan pintu ruangan rawat inap pak Asep.
" Bagaimana dengan kondisi pak Asep dok?." tanya ayah Ray.....
...🌷🌷🌷...
...Jangan lupa like dan Vote...
__ADS_1
...Happy Reading...