Jodoh Pilihan Istri

Jodoh Pilihan Istri
Ran 258


__ADS_3

"Aku percaya deh sama kamu yang udah pakar nya. Ni aja muka ku bagus banget hasil kerjamu, Jadi nggak salah deh aku bekerja sama dengan kamu Ri "Jawab Nita dengan menunjuk wajah mulusnya berkat perawatan yang ia lakukan di klinik Riri.


"Pastinya dong siapa dulu dokternya." Balas Riri dengan bangganya.


Nita pun tertawa dengan jawaban Riri yang membanggakan diri nya.


Dia memandang jendela cafe yang berhadapan dengan hotel bintang yang besar di kota nya.


Sekilas dia melihat sepasang laki-laki dan perempuan yang dia kenal sedang keluar dari hotel di seberang kafe.


Deg..


" Mas Fajar, Mona?" Ucap lirih Nita dalam hatinya.


"Mengapa mereka ada disini?" Tambah Nita yang masih fokus dengan pandangan objek di depannya.


"Ada apa Nit?" Tanya Riri yang sebenarnya tahu arah pandang Nita.


Diab pun hanya pura-pura tidak tahu.

__ADS_1


"Nggak pa-pa Ri,aku permisi dulu ya. Kita sambung lagi pembahasan tentang usaha kita lain kali. Ini aku ada kepentingan mendadak. Oh ya ini aku titip huat bavar nesanan makananku" Pamit Nita vana


"Nggak apa apa Ri, aku permisi dulu ya. Kita sambung lagi pembahasan tentang usaha kita lain kali. Ini aku ada kepentingan mendadak. Oh ya ini aku titip buat bayar pesanan makananku." Pamit Nita yang terburu-buru dengan menyodorkan beberapa lembar uang merah kepada Riri.


"Ya Nit, hati-hati di jalan."Jawab Riri.


"Ok Ri, gue permisi dulu ya." Tambah Nita dan terburu-buru keluar kafe.


Dia ingin segera menyusul kedua orang yang dia kenal. Ada rasa yang berkecambuk di hatinya.


"Maafin aku Nit, bukan maksud aku nggak langsung jujur bicara sama kamu tapi aku takut kamu tidak percaya dengan ku." Ucap Riri dalam hati sambil menatap kepergian sahabat SMA nya.


Dia membuka pintu mobil honda Jazz berwarna merah. Dia masuk dan segera melajukan mobilnya untuk mengikuti suami dan sahabatnya yang juga baru saja masuk ke dalam mobil hitam milik suaminya.


Dugaannya benar,dia mengenali mobil dengan plat yang sudah dia hafal.


Ada rasa marah dan berkecambuk jadi satu di hatinya. Sampai dia meneteskan air matanya.


Dengan memegang erat stir, dia menumpahkan kekecewaannya terhadap suami dan sahabat yang sudah dia kenal.

__ADS_1


"Apakah ini kenyataan yang harus aku tahu, mengapa mereka tega sama aku. Aku kira Mona cuti karena ingin pulang kampung, tapi ternyata dia pergi bersama suamiku." Ucap Nita dengan nada marah di mobilnya.


Dia masih fokus menyetir dan mengikuti mobil suaminya di belakang.


"Sudah berapa lama mereka khianati aku, begitu bodohnya aku yang dibohongi mereka?" Tambah Nita dengan nada frustasi.


Nita mengendarai mobilnya dengan gusar tapi, dia masih tetap fokus dengan keberadaan mobil sang suami di depannya.


Dia sedikit menjauhkan jarak mobilnya agar Fajar tak mengetahui sedang di ikuti olehnya.


Dia masih tidak menyangka dengan apa kenyataan yang terjadi dalam rumah tangganya.


Sakit, tentu dia merasakan sakit di hatinya. Dimana dia harus di bohongi oleh suami dan sahabatnya.


Dulu ketika mereka bertiga masih sering pergi bersama sebelum dia dan Fajar menikah, Nita berfikir jika Mona dan Fajar tidak pernah mempunyai hubungan apa -apa.


...🌹🌹🌹🌹🌹...


...Jangan lupa Like dan Vote...

__ADS_1


...Terima kasih....


__ADS_2