
sedangkan Caca merasa iri, Caca merasa kalau ia sudah menang karena Daniel sudah jatuh di pelukkan tapi setelah Daniel lepas dari Mesya, malah Mesya mendapatkan laki laki yang lebih kaya dan terpandang, Caca yang melihat itu langsung pergi padahal acara belum selesai, Daniel yang melihat Caca keluar dari Aula hanya diam saja.
" Pi, Mesya memang cocok bersanding dengan Daniel, pasti anak mereka nanti akan tumbuh dengan baik dan berkualitas, karena mami melihat Mesya begitu cantik dan pintar pula, Tika dan kak Bagas sukses mendidik anak anak mereka." Ucap Vika
" Tapi pi, mami masih penasaran kenapa Mesya bisa dekat dengan putra wakil rektor universitas ini, sedangkan Daniel hanya diam saja melihat itu, apa ada hal yang tidak kita ketahui pi?." Tanya Vika
" Tadi Bagas mengirimkan pesan sama papi kalau nanti malam kita berdua di ajak makan malam, jadi ini kesempatan kita untuk bertanya pada Bagas dan Tika, semoga saja mereka berdua tahu, oh iya mi, jangan kasih tahu Daniel kalau nanti kita akan bertemu dengan Bagas dan Tika." Jawab Arman
" Ok pi." balas Vika
Acara wisuda telah usia, di luar Mesya dapat sambutan dari semua abang, kakak bahkan keponakan mereka, dari sekian banyak mahasiswa dan mahasiswi yang di wisuda hanya Mesya yang di datangi banyak keluarga, bahkan mereka setia menunggu Mesya di luar.
" Nak, ayo di gendong sama ayah ya." Pinta Ray pada Langit, karena sejak bertemu dengan Mesya, Langit tidak mau melepas Mesya begitu saja.
" Dak mau, angit mau cama bunda." Jawab Langit dengan gaya bicara anak kecil
" Kasihan bunda nak, apa Langit tidak lihat, nih bunda pasti kepanasan karena baju bunda tebal." bujuk Ray lagi
__ADS_1
" Dak mau," jawab Langit dengan menunduk.
Mesya yang tahu kalau Langit akan menangis langsung menengahi Ray dan Langit
" Pak, biar Langit sama saya saja." ucap Mesya
" Tapi Sya, saya tidak enak sama keluarga besar kamu, nanti Langit pasti menggangu." jawab Ray dengan tidak enak
" Tidak apa apa pak, keluarga saya pasti suka dengan Langit, disana juga ada keponakan saya, Langit pasti suka." Jawab Mesya
" Panggil saya dengan Ray saja pak, jangan seperti itu, terlihat tua saya." jawab Ray sambil mencium tangan Bagas.
" Gas, kamu itu kenapa panggil Ray dengan pak." ucap ayah Ray yang datang tiba tiba dari arah belakang Bagas
" Kak, tidak enak, disini adalah wilayah kamu, kamu orang no 1 dan putra kamu orang no 2, apa kata mahasiswa kalau rektor dan wakil berbicara dengab orang seperti kami." ucap Bagas merendah
" Kamu itu, ya sudah kalau kamu menganggap begitu, bagaimana kalau kita makan di restoran dulu." Ucap ayah Ray
__ADS_1
" Kita sudah siap kan semua nya kak, gimana kalau di cafe nya Mesya saja." ajak Bagas
" Ok,." jawan Ayah Ray
Rombongan keluarga Mesya dan Ray masuk ke dalam mobil menuju cafe Mesya.
Mesya ikut dalam mobil Ray karena Langit tidak mau pisah dari Ray dan Mesya.
" Pak." Panggil Mesya
" Sya kita hanya berdua kenapa kamu masih memanggil pak, biasa nya juga abang, kangen tahu kamu panggil saya abang." ucap Ray tersenyum sedikit mencairkan suasana yang canggung ini.
...🌷🌷🌷...
...Jangan lupa like dan Vote...
...Happy Reading...
__ADS_1