
Sedangkan di tempat lain, lebih tepat nya Mona berada saat ini.
" Kamu sudah lega sekarang." Ucap seorang laki laki yang berada di hadapan Mona.
" Iya, aku lega, meskipun masih ada rasa takut." Jawab Mona.
" Jalan yang kamu ambil sudah benar, dan kini saat kamu bangkit dari keterpurukan, kamu harus menjadi wanita yang kuat dan tidak menjadi bayangan dari suami orang lain." Ucap laki laki itu.
" Tapi...." Ucapan Mona di potong
" Kamu harus rela melepaskan anak mu, atau kamu memilih untuk tetap seperti ini?." Tanya laki laki itu dan Mona menggeleng kan kepala nya.
" Baik, aku kasih waktu satu malam ini, renungkan semua ucapan yang telah aku katakan mulai awal kita bertemu sampai detik ini, apabila kamu mau pergi bersama ku, aku menyambut mu dengan tangan terbuka, tapi kalau tidak juga tidak apa apa, aku tidak bisa memaksa kamu, semua takdir hidup mu ada di tangan mu sekarang, bukan nya aku berniat untuk menjauhkan kami dari anak mu, tapi kamu pasti tahu apa jawaban, baik aku akan pergi, aku tunggu jawaban kamu." Ucap Laki laki itu.
Mona melihat punggung laki laki keluar dari ruangan nya, ia bingung harus bagaimana sekarang, ia ingin sekali selalu berada di samping anak nya, namun ia tidak bisa, karena saat ini ia pun harus berjuang untuk hidup nya, kalau Allah masih berbaik hati, pasti kelak ia akan bertemu dengan anak nya.
__ADS_1
Awal nya ia bingung, bagaimana dengan anak nya kelak, tapi Tomi memberitahukan kalau ayah nya juga berhak atas anak nya itu, dan ia juga berfikir kalau nanti baik fajar dan Nita mau menerima anak nya ini, jaminan hidup anak nya pasti akan terjamin, tapi bagaimana kalau mereka tidak mau, bahkan anak ini hadir di saat waktu yang salah.
Ke esok kan hari nya.
Nita dan Fajar sudah sampai di rumah sakit dimana isi pesan dari Mona tadi pagi.
Kalau mereka bertemu di rumah sakit yang lumayan jauh dari tempat tinggal Mona saat setelah kecelakaan itu.
Ceklek....
Awal nya Mona takut melihat Nita, namun melihat senyum Nita membuat Mona sedikit bernafas lega, ia bisa berfikir kalau pembicaraan mereka nanti bisa berjalan lancar.
" Mona, bagaimana kabar kamu?." Tanya Nita yang berdiri di samping Mona, sedangkan fajar duduk di sofa yang jauh dari Mona berada,ona bisa melihat kalau tidak ada cinta dari fajar untuk nya, namun Mona tidak mempermasalahkan hal itu, karena ada masalah yang lebih penting dari hal ini
" Aku baik Nit, kamu sendiri bagaimana?." Tanya Mona membalas senyuman Nita.
__ADS_1
" Alhamdulillah baik juga, dan saat ini mas fajar juga sedikit sedikit bisa membaik, mu gkin tunggu beberapa bulan lagi pasti mas fajar bisa berjalan." Ucap Nita dan Mona hanya mengangguk kan kepala nya.
" Nita, ada yang aku mau bicarakan kepada kamu dan mas fajar, apa mas fajar mau duduk atau meja dengan ku!." Ucap Mona dengan penuh harap.
Nita tidak bisa menjawab, ia lalu menatap fajar Yang sed6 duduk di sofa, fajar tidak bisa menjawab karena ia begitu tahu diri posisi nya saat ini.
" Boleh kok, ayo aku bantu ya!." Ucap Nita lalu membantu Mona untuk berjaland an ikut duduk di sofa yang berada di dekat Fajar.
...🌹🌹🌹🌹🌹...
...Jangan lupa Like dan Vote...
...Terima kasih....
__ADS_1