
Dimas langsung memasukkan ponsel nya ke saku celana dan mengusap air mata nya yang akan jatuh, ia tidak mau kalau Zafran sampai mengetahui nya.
Namun sayang seribu kali sayang, Zafran mengetahui hal itu.
" Ada Su, ada apa, cerita ke aku, jangan di pendam sendiri, tadi kamu kasih solusi ke aku, tapi kenapa kamu yang menangis sekarang." ucap Zafran.
" aku tidak menangis kok Su." jawab Dimas yang masih menyembunyikan sesuatu.
" mulut kamu bisa berbohong Su, namun mata kamu tidak bisa berbohong, ok untuk saat ini lebih baik kamu tumpahkan semua nya, setelah itu kamu harus bangkit lagi Su, ingat kita harus melangkah ke depan untuk dan menjadi lebih baik lagi, masa lalu hanya bisa buat pengalaman untuk kita, agar kita bisa menata masa depan lebih baik lagi, aku percaya kamu pasti bisa menyelesaikan itu semua, serahkan kepada Allah, serah kan, Allah tidak akan tidur Su, aku percaya itu." ucap Zafran sambil memeluk Dimas.
Dimas yang di peluk oleh Zafran langsung tidak bisa menahan air mata nya, air mata nya tumpah dengan di iringi suara tangisan yang begitu memilukan sampai Zafran dan Amar yang mendengar itu juga merasakan hal yang sama.
" Su, ada yang mau aku katakan pada mu." ucap Dimas di sela sela tangisan nya.
" apa katakan, aku siap untuk mendengar kan nya." jawab zafran yang akan melepaskan pelukan nya, namun di tahan oleh Dimas.
__ADS_1
" Kamu.... kamu.... kamu harus tabah ya." ucap Dimas dengan terbata bata.
" apa... apa maksud mu Su????." tanya Zafran yang jantung nya kembali berdetak kencang.
" Maaf kan aku, kalau aku harus memberitahukan mu saat ini juga, tapi kalau tidak aku pasti akan berdosa Su, tapi janji kamu harus kuat ya." ucap Dimas.
di dalam pikiran Zafran terus berputar putar tentang istri, calon anak nya serta keluarga besar nya, fikiran itu muncul di saat tiba tiba, dan dengan segera Zhafran menepis nya.
" katakan Dim, kata kan." Ucap Zhafran menarik kerah baju Dimas.
" Aisyah kenapa Dim, Aisyah kenapa, kamu jangan berkata sepotong sepotong seperti ini, itu tidak jelas Dim, kamu jangan buat aku ketakutan, Ayo cepat katakan." ucap Zhafran yang kembali menarik kera baju Dimas.
Amar langsung menarik Zafran.
" Fran, lepaskan, Kamu bisa membuat Dimas tidak bisa bernafas, ayo lepaskan Fran, kota bisa bicarakan ini baik baik" ucap Amar.
__ADS_1
Sekarang mereka bertiga sudah tidak seperti biasa nya, meraka seperti orang pada umum nya.
Zafran yang mendengar teriakkan dari Amar dengan segera sadar dan melepaskan nya.
" uhuk uhuk uhuk." Dimas terbatuk batuk setelah Zafran melepaskan nya.
" katakan, istri ku kenapa Dim." ucap Zafran dengan suara lemas seraya menjatuhkan tubuh nya di atas tanah.
Dimas dan Amar juga ikut duduk di atas tanah, mereka bertiga saling berhadapan, Amar yang belum tahu apa yang terjadi hanya ikut saja, karena ia takut Zafran akan gelap mata lagi, ia terkejut dengan reaksi yangd i tunjukkan oleh Zafran Barusan.
" Barusan aku mendapatkan telepon dari istri ku Fran, dan di sana ternyata ada pratu David, istri ku tidak mampu untuk mengatakan nya.....
...🌹🌹🌹🌹🌹...
...Jangan lupa Like dan Vote...
__ADS_1
...Terima kasih....