
" Bagaimana keadaan anak saya dan pak Asep dokter?." Tanya Ayah cemas.
" Kondisi ke dua pasien saat ini sangat kritis pak, dalam kecelakaan itu membuat putra anda dan sopir banyak kehilangan darah, ke dua pasien mengalami benturan yang sangat keras di bagian kepala sehingga mengalami pendarahan di dalam otak, keadaan mereka sangat mengkhawatirkan sehingga perlu penanganan yang lebih intensif lagi, kami mohon tenang dan doa nya agar putra bapak dan sopir nya bisa Melawati masa kritis nya, kami pihak dokter akan berusaha semaksimal mungkin." Kata dokter panjang lebar.
" Baik dok, tolong lakukan yang terbaik untuk ke dua nya, apa kami bisa menjenguk nya." Tanya Ayah.
" Baik pak, kami akan melakukan yang terbaik untuk pasien, dan saya mohon maaf, untuk saat ini pasien belum bisa di jenguk karena pasien belum melewati masa kritis nya." Jawab dokter.
" Baik dok." Kata Ayah Ray dengan raut wajah sedih penuh dengan kecemasan, lalu dokter itu pergi meninggalkan mereka semua.
__ADS_1
Ayah hanya mampu melihat anak nya dari jendela pintu ruang UGD, terlihat di tubuh Arka dan pak Asep yang masih di pasang alat alat medis. Senja hanya bisa menangis melihat kondisi ayah nya yang terbaring lemas di atas tempat tidur dari jendela pintu ruang UGD
" Ayah, Senja mohon bangun lah ya, jangan tinggalkan Senja, ibu dan adik, kami bertiga sangat membutuhkan ayah." Ucap Senja dalam hati dengan berurai air mata yang membasahi ke dua pipi nya.
Ibu hanya hanya duduk terdiam membisu serasa tubuh nya tidak bertenaga sama sekali, kaki nya gemetar dan lidah nya serasa keluh untuk berbicara, air mata yang tidak ada henti membasahi ke dua pipi nya, menggambarkan kesedihan yang teramat dalam atas apa yang menimpa suami nya.
Semua yang berada di sana juga merasakan kekalutan, kesedihan dan kecemasan yang sama.
Meski kini kondisi Arka dan pak Asep telah di nyatakan telah melewati masa kritis, namun dokter menyatakan mereka mengalami koma entah sampai kapan mereka akan sadar semua nya tidak bisa menjawab.
__ADS_1
Kini Arka dan pak Asep sudah di pindahkan dalam ruang VIP, ruangan kamar inap Arka dan pak Asep bersebelahan, selama mereka di rawat, keluarga Alfarizi sepenuh nya yang menanggung biaya perawatan pak Asep, membuat Bu Tia, Senja dan Adam merasa sedikit lega mengenai soal biaya perawatan rumah sakit.
Setiap hari nya dengan sedia Senja selalu mendampingi ayah nya di rumah sakit, bergantian dengan adik dan ibu nya, kalau pagi, Senja di temani Yasmin kalau tidak Cika, siang ibu nya dan malam adik nya Adam.
Sedangkan bunda masih setia mendampingi Arka, kini putra dan putri serta suami nya mau tidak mau harus kembali dengan rutinitas seperti biasa nya, sedangkan mommy dan Daddy juga harus kembali ke Surabaya karena kondisi kakek, opa dan Oma juga mulai menurun mau tidak mau mommy harus pulang, padahal mommy sangat ingin menemani putri Mesya.
Ran yang posisi sedang cuti dalam pendidikan nya, terkejut mendengar kalau kakak nya mengalami kecelakaan dan sampai saat ini belum sadarkan diri.
...🌷🌷🌷...
__ADS_1
...Jangan lupa like dan Vote...
...Happy Reading...