Jodoh Pilihan Istri

Jodoh Pilihan Istri
Ran 294


__ADS_3

"Santai saja bu Zhafran, biasa nya ibu juga sering bantu bantu kita waktu ada hajat, sekarang gantian kami yang membantu ibu." Jawab salah satu ibu komplek yang berbadan timbun.


"lya bu, alhamdulillah saya senang tinggal di sini karena mempunyai tetangga seperti ibu-ibu ini."Puji El, kepada semua orang yang berada di dapur saat itu


El pun bersyukur banyak tetangga yang mau membantu El. Itulah gunanya hidup bertetangga jika kita mau saling tolong menolong pasti akhirnya kita juga akan di bantu. bersikap baik kepada semua nya, pasti semua nya akan berjalan dengan lancar.


"Oek..oek." Suara tangisan Ren pun terdengar sampai ke dapur.


"Itu seperti nya Ren bangun mbak."Ucap Nita kepada El.


" lya mbak, saya kedalam dulu ya." Pamit El dan melangkah untuk masuk ke dalam kamar.


Sedangkan yang lainnya masih sibuk memasak.


"Anak mommy udah bangun ya." Ucap El setelah mendekati Ren.


"Coba mommy cek, pasti adik pipis ya, uhhh tampan nya mommy pasti tidak tahan ya kalau daipers nya basah sedikit ya sayang. "Ucap El mengajak sang putra berbicara.


El tidak merasa canggung ketika harus merawat Ren. Dulu waktu Aina baru lahir, El pun ikut membantu kakak nya Arin untuk merawat Aina.

__ADS_1


Sehingga dia paham mengapa sang putra menangis. Kalau bukan karena merasa lapar, pasti dia pup atau pipis yang membuat dia merasa tidak nyaman.


Setelah mengganti popok Ren, El menyusui Ren kembali. Dia berbaring di sisi kanan Ren sedangkan Aya berada di sisi kanan Ren.


Tak berselang lama, Ren pun terlelap kembali menyusul sang kakak ke alam mimpi. El pun ikut terpejam.


Hingga dia terbangun karena mendengar keramaian di luar. Dia mulai membuka matanya perlahan-lahan untuk melihat keramaian di depan.


Sebelum beranjak, ada beberapa orang yang masuk ke dalam kamar dengan tersenyum yang mengembang di bibir mereka.


"Ayah, ibu." Ucap El ketika melihat ayah Handoko dan ibu nya masuk kedalam kamar El dengan tersenyum.


Dia perlahan-lahan bangkit dari tempat tidur setelah merapikan kancing dasternya setelah selesai menyusui Ren.


"Waalaikum salam bu." Jawab El yang sudah berdiri dan menghampiri ibu dan ibu mertuanya.


Tidak lupa El mencium punggung tangan beliau bergantian dan juga ayah Handoko yang ikut menjenguk putri bungsunya.


"Cucu ayah sedang bobok ya." Ucap ayah Handoko yang melihat Aya dan Ren tertidur pulas di atas tempat tidur.

__ADS_1


"lya yah, ayah bagaimana kabarnya sehatkan?" Tanya El dengan mencium tangan Ayah Handoko sebagai tanda hormat nya sebagai anak.


"Alhamdulillah sehat nak." Jawab ayah Handoko dengan menepuk lembut kepala El


"Bunda mau lihat cucu bunda dulu, ayo besan kita lihat cucu kita." Ajak bunda kepada ibu.


"Ayo san." Jawab ibu.


Kedua ibu paruh baya itu pun berjalan menuju ke tempat tidur. Dengan perlahan duduk untuk memperhatikan cucu baru mereka.


"Wah, ganteng nya cucu kita San. Mirip Ran waktu bayi." Puji bunda.


"lya San, tapi ada perpaduan dari mommy nya. Itu bentuk mata dan hidungnya." Tambah ibu.


Aya yang mendengar keramaian di dalam kamar orang tuanya pun, perlahan-lahan membuka matanya.


...🌹🌹🌹🌹🌹...


...Jangan lupa Like dan Vote...

__ADS_1


...Terima kasih....



__ADS_2