Jodoh Pilihan Istri

Jodoh Pilihan Istri
41


__ADS_3

" Sekretaris Bu Devi akan mempersiapkan tiket, jangan khawatir mengenai akomodasi hotel sudah di jamin semua nya." Ucap pak Anton.


" Pembicaraan kita sudah selesai, silahkan Bu Devi, bisa meninggalkan ruangan saya ini." Ucap pak Anton yang mempersilahkan Devi untuk pergi


" Baik pak, saya permisi." Devi bangkit dari kursi nya melangkah keluar ruangan.


...🍀🍀🍀🍀 ...


Jam 17.00 sore Langit sudah pulang ke rumah, di lihat nya ada mobil istri nya terparkir di halaman.


" Assalamualaikum." Ucap Langit sambil berjalan masuk menuntun Ara.


" Waalaikumsalam." Devi menyambut dengan mencium tangan Ara.


" Aku senang yang, ke harap bisa seperti ini seterus nya." Ucap Langit sambil mengecup kening istri nya mesra. Devi hanya tersenyum kecil, ia lalu menghampiri anak nya dan menciumi wajah nya.


" Nitip Ara dulu, mau ke atas mandi dulu." Ucap Langit


" Iya papi." Jawab Devi.


" Sayang ayo mandi dulu sama mami, nanti main lagi." Ajak Devi pada putri nya, lalu menuntun nya menuju kamar putri kecil nya itu

__ADS_1


Selepas makan malam Devi dan Langit duduk santai di ruang keluarga menemani Ara yang asik menonton film kartun.


" Sayang aku mau minta ijin, nanti Senin aku akan ke Surabaya, aku ada meeting mewakili GM, di sana nanti 2 hari." Ucap Devi.


Langit yang sedang fokus dengan ponsel nya mendadak terkejut lalu menyimpan ponsel nya di atas meja.


" Ya ampun Dev, aku tadi sudah senang kamu datang menyambut ku pulang ternyata argg." Langit mendesah kecewa wajah nya tampak kesal.


" Sayang ini tugas kantor, aku tidak bisa menolak nya." Rayu Devi.


" Ya sudah Terserah kamu." Jawab Langit datar.


" Sayang jangan begitu dong, aku kan harus profesional." Jawab Devi


" Aku ke ruang kerja dulu, kamu jagain Ara." Langit pun berlalu meninggalkan Devi, diri nya mulai emosi, ia memilih menghindari dari pada terpancing amarah nya.


Di rumah pak Asep.


" Bu hari ini bikin nasi kuning ya, ayah ingin makan nasi kuning lengkap, nanti makan di bawah pohon mangga.


" Tanggung yah, sekalian piknik saja ke Bandung, gelar tikar menatap hamparan kebun teh." Sahut Senja.

__ADS_1


" Ini juga sama saja piknik, kita gelar tikar di bawah pohon mangga di hamparan rumput gajah, bukan soal dimana yang penting dengan siapa." Jawab ayah Asep.


" Aduh ayah ih, bikin ibu lemes tahu yah, Kata kata nya itu loh yang bikin ibu lemes." Sahut ibu.


Adam nampak keluar dari kamar nya dnegan setelan rapi memakai kaos dan jeans yang sobek di kedua lutut nya.


" Yah, Bu.... Adam pergi dulu mau hang out sama teman." Ucap Adam.


" Eh eh ayah tidak kasih ijin ya dek, kalau siangan boleh, ayah sekarang mau kumpul keluarga lalu makan bersama, ayah ingin makan nasi kuning." Jawab ayah.


" Tapi yah." Ucap Adam.


" Tidak ada tapi tapi an, kalau adik berangkat juga, ayah tidak akan kasih uang jajan satu bulan." Jawab ayah


" Duh senjata pamungkas nya ayah di keluarkan mah, hamba bisa apa paduka?." Adam berakting lesu.


Ibu Tia dan Senja hanya tersenyum geli melihat Adam bersikap seperti itu


...🍀🍀🍀🍀 ...


...🌷🌷🌷...

__ADS_1


...Jangan lupa like dan Vote...


...Happy Reading...


__ADS_2