Jodoh Pilihan Istri

Jodoh Pilihan Istri
RAN 86


__ADS_3

" Kalau ayah setuju saja Bun, apalagi RAN sudah lama menduda, kasihan cucu kita juga butuh kasih sayang seorang ibu, tapi apa Ran mau Bu, anak itu sangat sayang sekali dengan almarhumah istri nya." Jawab ayah.


" Coba besok kalau RAN pulang yah, bunda bicara sama RAN pelan pelan, semoga anak itu mau mendengar perkataan kita." Ucap Oma yang ada harapan terselip di perkataan Oma untuk kebahagiaan anak dan cucu nya.


" Ya Bun, semoga ran mau kenal dengan nak El." Ucap opa menyunggingkan senyuman di bibir nya.


Ting tong... Ting tong...


Oma beranjak dari duduk nya dan berjalan menuju pintu depan untuk membuka pintu, ketika membuka pintu Oma dengan tamu yang datang ke rumah nya.


" Assalamualaikum bunda." Suara RAN yang lembut dan mengulurkan tangan nya untuk bersalaman dengan bunda nya.


" Waalaikumsalam, Ya Allah nak ini beneran kamu nak." Bunda mengulurkan tangan nya yang di cium oleh Ran sambil ada suara terisak.

__ADS_1


Bunda merasa sangat bahagia ketika melihat putra ke tiga nya berada di hadapan nya saat ini.


" Ayah ayah ayah ke sini yah, ini jagoan ayah pulang." Bunda sedikit berteriak memanggil suami nya.


" Ada apa Bun, kok teriak teriak." Ucap ayah menghampiri istri nya di depan.


" assalamualaikum ayah, bagaimana kabar ayah?." Tanya RAN pun menghampiri ayah dan menghambur ke pelukan ayah nya.


" Waalaikumsalam nak, Ya Allah akhir nya kamu pulang juga nak, kemarin kamu bilang pulang Minggu depan ini kok sudah sampai juga." Ayah berbicara meminta penjelasan putra nya sambil membalas pelukan sang putra.


" Mana ada ayah yang tidak senang anak nya yang pulang dari tugas mengabdi nya." Jawab ayah sambil melepas pelukan putra nya.


" Sudah sudah nanti di lanjut ngobrol dan kangen kangen nya di dalam, pasti kamu capek nak dari perjalanan jauh." Bunda yang menengahi obrolan anak dan ayah nya untuk masuk ke dalam rumah.

__ADS_1


Ayah, bunda dan RAN pun melanjutkan mengobrol di ruang keluarga dengan menikmati kue yang di buat bunda dan di hidangkan dengan di temani secangkir teh panas, dan pun sangat bahagia bisa melihat ayah bunda nya yang tampak sehat, ia sangat merindukan orang tua nya dan yang paling ia rindukan adalah putri kecil nya ia sangat sedih dan menyesal tidak bisa sepenuh nya.


Menghabiskan waktu nya untuk melihat perkembangan putri kecil nya, karena tugas nya sebagai abdi negara. Negara adalah cinta pertama nya, ia sudah memilih menjadi abdi negara, kapan pun dan dimana pun ketika negara memanggil, siap atau tidak siap ia harus menjalankan tugas nya.


Meskipun harus kehilangan waktu nya untuk dapat melihat perkembangan putri kecil nya, sejak kecil dan juga setelah kepergian sang istri selama lama nya, aya di asuh oleh orang tua nya.


" Nak, gimana pekerjaan kamu?." Tanya ayah untuk membuka pembicaraan.


" Alhamdulillah lancar yah, semoga tahun depan Ran pindah tugas di sini yah." Doa ran.


" Alhamdulillah nak, ayah juga ingin kamu pindah di sini saja, kasihan anak mu semakin lama tumbuh besar dan membutuhkan kasih sayang orang tua nya, kami tidak keberatan menjaga anak mu nak, tapi ia butuh orang tua nya juga " nasehat ayah.


...🌹🌹🌹🌹🌹...

__ADS_1


...Jangan lupa Like dan Vote...


...Terima kasih....


__ADS_2