
Sudah 2 minggu El dan Aya tinggal di rumah dinas zafran. Banyak hal dan pengalaman yang di dapat mereka.
El sudah mulai bergabung dengan kegiatan-kegiatan yang diadakan ibu-ibu asrama disana. Dari senam baik senam aerobik, zumba dan senam bersama yang dilakukan setiap hari Jum'at bersama para bapak-bapak di lapangan.
Ada juga kegiatan olahraga yang di adakan di sore hari, El sangat antusias dengan kegiatan tersebut. Dia bisa belajar untuk menyesuaikan diri dan menggunakan waktu luang nya untuk kegiatan positif untuk dirinya.
Meskipun dia sudah mulai mengikuti kegiatan, El tak melupakan kewajibannya sebagai seorang istri dan ibu. Sebelumnya dia juga sudah mengikuti kegiatan rutin ibu-ibu Persit di asramanya. Yaitu rapat bulanan.
Di sana El dan beberapa ibu ibu yang baru tinggal di asrama untuk memperkenalkan dirinya dihadapan seluruh anggota agar saling mengenal.
El juga harus hafal NRP suaminya. Untung ada mbak Rosa teman barunya disana, beliau banyak memberikan arahan maupun motivasi untuk .
Pagi ini seperti biasa setelah mengantar Aya kesekolah, El pulang untuk membersihkan rumah dan menyiapkan masakan untuk makan siang bersama keluarga kecilnya.
Untuk Aya, dia sudah mulai aktif ke sekolah. Karena anaknya yang riang, dia mudah akrab dan kenal dengan teman baru.
Terkadang dia juga bermain bersama dengan anak-anak di komplek asrama. Termasuk Rio anak mbak Rosa. Mereka semakin akrab bahkan terkadang Rio tidak mau pulang ke rumah sampai di jemput papanya.
"Eh mbak Nita baru pulang dinas ya?"Tanya El lembut meskipun dia tahu pasti hanya jawaban ketus yang di dapatkan.
__ADS_1
"lya dong, kita kan wanita karir ya kan Mona?" Jawab Nita ketus dengan menghadap seorang perempuan yang cantik mungkin satu profesi dengan dia.
"lya lah Nit, kita kan memang bukan pengangguran. Eh Nit ini istrinya mas zafran yang kamu ceritain kemarin apa ?" Tanya teman Nita dengan wajah judasnya.
"lya, betul dia itu istrinya mas zafran yang gue ceritain kemarin." Jawab Nita.
"Saya El mbak." Ucap El memperkenalkan dirinya dengan mengulurkan tangan kepada teman Nita.
Teman Nita pun hanya melirik sekilas El dan tidak lupa dia melihat penampilan El yang hanya menggunakan daster panjang dan tidak lupa sweater untuk menutupi lengan pendeknya dan tidak lupa kerudung yang senada dengan dasternya.
Tampak sederhana karena dia memang tak memakai make up.
El pun hanya menghela nafasnya karena cacian dari teman tetangga rumahnya. Dia tidak tahu apa kesalahan nya hingga Nita sangatlah benci dengan dia sejak awal dia tinggal disini.
El hanya bersabar, Dia ingat pesan dari bu Danyon jika kehormatan suami disini menjadi tanggung jawab dia. Jadi El hanya bersabar mendengarkan cacian yang terlontar dari mulut tamu tetangganya.
"Cantik-cantik tapi kok mulutnya jahat banget".Ucap El hanya di dalam hatinya.
"Ya gitu deh Mon, padahal dirimu sangat cantik tapi nggak tahu kenapa mas zafran lebih memilih istri yang nggak ada apa-apanya dari kamu." Tambah Nita lebih judas.
__ADS_1
"Maaf mbak Nita, maksud mbak apa ya saya tidak paham?" Tanya El dengan nada lembut karena penasaran dengan ucapan Nita.
"Asal mbak tahu ya, dulu sebelum mas Zafran nikahin mbak, dia udah dekat duluan sama teman ku Mona. Ya yang sekarang di hadapan mbak. Tiap maen kesini pasti pulangnya di antar mas zafran. Eh tahu-tahu mas zafran kembali kesini membawa istrinya." Ucap Nita
Deg..
Jantung El pun seperti berhenti berdetak setelah mendengar penjelasan dari Nita. Dia tidak pernah tahu tentang hubungan Mona bersama suaminya.
"Gue kira yang nakhlukin mas zafran lebih dari gue ternyata hanya perempuan biasa seperti kamu." Tunjuk Mona ke .
"Udah deh Mon, kita masuk saja bentar lagi kita kan mau ke salon langganan kita nggak guna juga kita ngeladenin dia." Ucap Nita judes dengan menunjuk El.
Nita dan Mona pun masuk ke rumah dinas suami Nita. Sedangkan El masih mematung di depan rumahnya setelah mendengar penjelasan Nita.
...🌹🌹🌹🌹🌹...
...Jangan lupa Like dan Vote...
...Terima kasih....
__ADS_1