
Sore ini rencana zafran beserta istri dan anaknya pergi ke bandara menuju kota tempat nya bertugas, Mereka di antar semua keluarga. Tidak terkecuali orang tua El beserta kakak dan keluarganya.
Mereka akan mengantarkan keberangkatan zafran beserta keluarga. El sudah mempacking baju nya dan baju Aya. Sedangkan suaminya, dia hanya membawa beberapa baju saja yang kemarin dia bawa ketika cuti.
El hanya membawa 1 koper untuk dirinya dan 1 koper baju untuk Aya. Tidak banyak bawaan yang mereka bawa. Cukup pakaian dan perlengkapan yang mereka perlukan di sana.
"Mas, baju mas yang di bawa cukup yang ada di ransel ini saja ?" Tanya El dengan menunjuk ransel loreng suaminya.
"lya dek, baju mas paling banyak sudah disana. Yang di sini di tinggal saja untuk ganti sewaktu-waktu kita kesini." Jawab zafran yang sudah siap membawa koper istri dan anaknya ke mobil.
Di bawah sudah berkumpul seluruh keluarga ayah Ray dan Ayan Handoko tak ketinggalan anak, cucu dan menantunya.
Mereka akan mengantarkan keberangkatan zafran dan keluarga.
"De, sudah di bawa semuan barangnya, jangan sampai ada yang ketinggalan loh." Tanya Langit setelah melihat adik nya menyeret 2 koper ditangannya dan ransel di punggungnya.
Sedangkan El hanya berjalan mengekori suaminya. Tadinya dia ingin menyeret 1 koper, tetapi di larang oleh suaminya.
"Sudah kok kak, RAN dan IFA hanya bawa baju sedikit saja yang di perlukan disana. Apalagi di sana juga almarinya kecil."Jawab zafran.
__ADS_1
"Sini biar Arion bantu bawa ke mobil. Mentang-mentang ototnya kuat semua barang di bawa sendiri." Ucap Arion
"Tadi mbak juga sudah menawarkan untuk membawa 1 koper, tapi di tolak mas Andra." Ucap El.
"Biarin mbak, mas kan pingin pamer kepada kita kalau dirinya kuat." Ucap Arion yang di sambut tertawa seluruh keluarga besar.
"Aya, nanti kalau di sana jangan lupa telpon Aina dan abang ya. Pasti nanti Aina kesepian di sekolah kalena udah tidak ada Aya." Ucap Aina dengan wajah sendunya.
" Aina jangan sedih, nanti Aya juga ikut sedih. Kata mommy, nanti kita bisa kok telpon telus jadi biar nggak kangen." Jawab Aya.
"lya Aya, Aina sayang banget sama Aya." Tambah Aina dengan memeluk Aira.
Para mata orang dewasa disana ikut merasa sedih melihat Aira dan Aina berpelukan.
"Dek, nanti jangan lupa sama kita juga loh." Ucap Rasya beserta sepupu Aya yang lain.
"Siap kak, adik tidak akan lupa sama kalian. Kalian juga halus telpon adik lo." Mereka pun bergegas masuk mobil masing-masing.
Ada 4 mobil yang menghantarkan zafran ke bandara. Di perjalanan, tak hentinya aya beserta sepupu nya bercanda gurau untuk mengurangi kesedihan.
__ADS_1
Setelah menempuh perjalanan 1 jam, akhirnya rombongan zafran beserta keluarga sampai di bandara Soekarno-Hatta.
Mereka turun dari mobil masing-masing menuju ruang tunggu. Tidak lupa barang bawaan zafran juga sudah di turunkan sebelum mobil di parkir kan
"Sayang ingat pesan ibu dan ayah ya , jadi istri yang sholehah dan mandiri disana. Apalagi nanti di sana kalian jauh dari keluarga." Pesan ibu kepada putrinya.
"lya bu, El akan selalu ingat pesan ibu dan bunda. Doakan kami ya bu.?" Jawab El dengan memeluk ibunya.
Akhirnya air mata yang sudah di bendungkun jatuh juga. Ibu dan bunda menangis juga. Bunda tak henti-hentinya membelai rambut El yang tertutup hijab.
"Jangan lupa telpon kami juga nak, sekarang orang tua kamu tidak hanya dua sudah tambah kami." Tambah bunda.
"Baik bunda, El akan sering-sering telpon ayah dan bunda. Dan maafin El ya bun belum bisa menjadi menantu yang berbakti." Jawab El dengan memegang tangan bunda mertuanya setelah melepas pelukan ibunya.
"Kamu bilang apa nak, bunda yang berterima kasih kamu mau menjadi mommy nya Aya. Bunda minta tolong sekarang kamu yang rawat Aya ya dengan baik. Sekarang tugas bunda sudah usai." Pesan bunda.
...🌹🌹🌹🌹🌹...
...Jangan lupa Like dan Vote...
__ADS_1
...Terima kasih....