Jodoh Pilihan Istri

Jodoh Pilihan Istri
LS 24


__ADS_3

" Sayang bangun, sholat dulu gih, aku mau ke masjid." Ucap Langit. Devi menggeliat karena colekkan Langit membuat nya geli.


" Iya bentar lagi sayang " ujar Devi dengan suara serak sambil mata nya tetap terpejam.


Langit membiarkan nya ,segera ia bergegas turun takut ketinggalan berjamaah. Di depan rumah ia berpapasan dengan pak Asep


" Ayo pak, kita berangkat bareng saja " ajak Langit.


" Mari den." Jawab pak Asep. mereka berjalan berdua, masjid di perumahan Langit tidak jauh, hanya cukup 100 meter sudah sampai


Pagi ini cuaca cukup cerah, sinar mulai merangkak naik dari perpaduan nya memulai titah sang pencipta alam semesta.


Rutinitas pagi di sebuah kamar lantai 2 tampak sibuk, mereka bersiap siap untuk ke tempat kerja masing masing.


Langit memakai celana jins biru berpadu kemeja putih slimfit membalut tubuh tinggi tegap nya. Tampan? Itu mah tidak terbantahkan di tambah keramahan yang terpancar di wajah nya menambah nilai plus, tidak ada kesan dingin dan ke angkuhan seperti pada umum nya seorang petinggi, orang orang hormat kepada nya bukan karena takut justru karena ramah plus wibawa nya yang membuat nya di segani.


Devi sudah selesai memoles wajah nya, rambut panjang sebahu di biarkan tergerai, ia memakai dress hitam di bawah lutut berpadu blazer warna marun, terlihat sangat cocok di kenakan, kontras dengan kulit putih nya. Langit meminta istri nya untuk mempersiapkan perlengkapan Ara yang di butuhkan.

__ADS_1


Devi mengecek, baju ganti, diaper, tisu basah, susu plus botol nya, botol minum air putih nya, semua sudah ok


Mereka lalu turun ke bawah menuju meja makan untuk sarapan, tampak Ara sedang di suapi oleh bik Surti.


" Wih anak mami pinter ya mamam nya, sini mami siapin." Devi mengambil mangkuk yang bik Surti pegang, lalu ia coba suapi tapi Ara geleng geleng kepala.


" Ma bibik bikbik..." Ucap Ara. Langit pun melihat kejadian itu


" sudah biarin saja sama bik Surti kita sarapan saja." Ucap Langit. Devi mengalah, ia duduk di samping suami nya dan menyendok nasi goreng yang sudah ada di meja.


Devi hanya diam saja tidak berniat menjawab apa yang di ucapkan oleh suami nya barusan.


" Maaf neng, mobil nya sudah bapak panasin." Ucap pak Asep datang menghampiri mereka setelah mereka berdua selesai sarapan.


" Ya sebentar lagi saya jalan." Balas Devi. " Pak Asep sudah sarapan belum..." Tanya Langit


" Sudah den, kalau begitu saya permisi ke depan." Pamit pak Asep.

__ADS_1


" Oh iya pak kalau Nina sudah datang kasih tahu saya ya." Pinta Langit pada pak Asep.


" Baik den." Jawab pak Asep mengangguk sambil berlalu keluar.


" Sayang aku berangkat duluan ya." Devi berdiri sambil mencium tangan suami nya, Langit pun mengecup kening nya.


" Take care." Ucap Langit.


" Sayang mami pergi dulu ya, baik baik jangan nakal." Ucap Devi mencium pipi anak nya yang hanya di balas lirikan saja, karena lebih asik dengan mainan bola raket nya.


Devi pun melangkah menuju mobil nya, perlahan melaju kan mobil nya mendekat ke arah gerbang menyusuri jalan perumahan menuju kantor dimana ia bekerja di dalam sana sejak ia masih kuliah dulu.


...🌷🌷🌷...


...Jangan lupa like dan Vote...


...Happy Reading...

__ADS_1


__ADS_2