Jodoh Pilihan Istri

Jodoh Pilihan Istri
Ay 72


__ADS_3

makanan telah dihidangkan di atas meja para pramusaji pun pergi mereka pun menikmati makanan yang telah mereka pesan tidak ada yang membuka suara saat mereka makan tiba-tiba datang 3 orang laki-laki yang ber style formal nampak begitu gagah dilihat dari penampilan mereka seperti orang kalangan atas ya dia adalah Erik, Bram dan rikson.


" wah wah wah nampaknya lagi asik nih tiga laki-laki tampan dan 1 gadis cantik." kata Erik di seringai senyum licik, arka, Alvin, Yasmin dan Roni yang mendengar itu tetap melanjutkan makanan mereka mereka mengajukan omongan Erik yang membuat Erik menjadi kesal.


" cih dasar kalian tetap saja tidak berubah tetap sombong." gerutu Erik dalam hati.


" ayolah bro ngapain kalian begitu tega mengabaikanku padahal kita ini teman lama yang baru saja bertemu." kata Erik berpura-pura lebih sopan.


Yasmin yang merasa suasananya tadi begitu adong berubah lebih mencekam setelah kedatangan ketiga laki-laki yang Yasmin tidak kenal itu.


" siapa mereka ada hubungan apa mereka dengan Calvin mas arka dan pak Roni nampaknya mereka tidak suka dengan ketiga laki-laki itu." gumam Yasmin dalam hati.


" mas." panggil Yasmin berbisik sambil menyenggol tangan arka agar mau menyapa ketiga laki-laki tersebut, arka pun menghentikan makannya berusaha setenang mungkin berbicara dengan ketiga laki-laki itu.


" hmmmm..... tidak bisakah kalian melihat kalau kami sedang menikmati makanan kami sekarang katakan ada perlu apa?." kata arka dingin dan to the point menatap mereka dengan tatapan yang sulit diartikan.


" cih... arka arka kamu tuh tidak pernah berubah ya masih saja sombong dan naif kami hanya ingin bertegur sapa dengan kalian teman semasa di kampus dulu apa itu salah." kata Erik melirik kedua temannya tersenyum kecut.


' ohhhh... ya sudah kalian sudah bisa meninggalkan kami maaf kami ingin melanjutkan makan kami." kata arka sopan.

__ADS_1


" brengsek.... kalian pikir kalian siapa hah? begitu mudahnya kalian mengajukan aku kurang ajar." kesal Erik dalam hati mengepalkan tangannya kalau saja dia tidak mengingat kalau saat ini mereka berada di tempat umum bisa saja pasti mereka bakal berantem.


" kalian nggak ada kerjaan lain apa selain mengganggu orang." kata Roni dengan tatapan dingin.


" ha ha ha santai bro maafkan kami sahabat bukan maksud hati untuk mengganggu makan kalian kami beneran cuma ingin menyapa kalian saja tidak ada maksud apa-apa kok sekaligus mengusap lihat kondisi sahabatku ini ya rupanya masih tetap betah ya di kursi roda kesayangan ups sorry alias lumpuh ha ha ha." kata Erik dan kedua temannya itu ikut tertawa.


arka nampak begitu tenang dan santai tapi tidak dengan Alvin Alvin terlihat memerah padam tangannya mengepal seolah-olah ingin menghajar Erik langsung saat ini juga tapi arka dan Roni menahan nya.


" dasar kalian ini brengsek tidak pernah berubah kerjanya selalu mencari gara-gara." kata Alvin dalam hati.


" oh iya hampir saja melupakannya aku turut prihatin dan bersedih ya atas gagalnya pernikahanmu oh salah maksudnya pertunanganmu karena calon istrimu menolak menikah dengan laki-laki cacat alias lumpuh ha ha ha." kata Erik menghina kedua teman nya itu terus menertawakan arka.


" kalian tahu tidak lebih parahnya lagi keluarga Alfarizi yang terhormat dan terkenal itu saja bahkan rela memohon-mohon pada Siska dan keluarganya tapi sayangnya ditolak mentah-mentah oleh keluarga Widjaja oh itu pasti sakit dan memalukan sekali lagian gadis mana yang mau hidup dengan laki-laki yang tidak berguna seperti itu ha ha ha." hina Rikson tertawa mereka bertiga terus-menerus mengolok-ngolok arka.


" kenapa waktu mengalami kecelakaan kamu tidak mati saja daripada kamu hidup bergantung dengan kursi roda dan nyusahin orang aku kasihan banget lihat hidup kamu ya yang begitu tragis bro." kata Erik dengan wajah pura-pura bersedih.


Yasmin yang mendengar itu merasa sangat kesal kemarahan yang sedari tadi dia tahan sudah tidak bisa dibendung lagi mereka menjadi pusat perhatian seluruh pengunjung restoran akibat ulah ketiga laki-laki di depannya itu.


brakkkkk.....

__ADS_1


Yasmin memukul meja membuat orang-orang sontak merasa terkejut dengan apa yang Yasmin lakukan.


" haiiii tuan-tuan yang terhormat yang merasa diri terhormat dan terpandang apa pantas seorang kalangan atas seperti kalian berbicara buruk atas kekurangan fisik dari orang lain, apakah kalian tidak pernah diajarkan sopan santun dalam bersikap dan berbicara aku heran ya, lihat orang-orang dari kalangan atas segitu menganggap rendahnya seseorang karena diukur dari keterbatasan fisik seseorang, sungguh aku pikir kalian memang benar-benar picik tidak berperikemanusiaan, kalian dengarkan baik-baik orang yang kalian hina, kalian anggap tidak berguna dan lumpuh ini adalah suami saya. dia seorang yang hebat dan saya bangga hidup berdampingan dengannya dia adalah arka dari keluarga Alfarizi, CEO dari Alfarizi grup, siapa yang tidak mengenal suami saya meskipun dengan kondisinya seperti ini dia menjadi orang yang sukses dan tidak butuh belas kasihan dari orang-orang macam kalian yang picik sekarang Dengan hormat silakan tinggalkan tempat ini atau saya akan memanggil sekuriti karena anda bertiga sudah mengganggu ketenangan pelanggan di sini." kata Yasmin lantang membuat semua orang yang berada di sana terkejut, terharu, bangga dan senang melihat keberanian Yasmin.


Erik, Bram dan Rikson hanya diam tidak tahu harus berkata apa terlihat kekesalan di wajah mereka apalagi melihat tatapan sinis dari para pengunjung membuatnya merasa malu akhirnya mereka bertiga pergi begitu saja meninggalkan restoran tersebut daripada harus menjadi bahan tawa dari semua orang.


arka tersenyum mendengar pembelaan dari istri kecilnya itu dia sudah kesekian kalinya Yasmin selalu melindungi arka Alvin benar-benar takjub akan keberanian adik iparnya itu Alvin tidak menyangka kalau Yasmin bagai superhero untuk arka Roni pun berpikiran sama dengan Alvin tidak ada yang menyangka gadis kecil itu punya keberanian yang luar biasa.


" wah aku benar-benar takjub melihat keberanian adik ipar mengusir lalat lalat itu untuk pergi dari sini your is the best you're my superhero." kata Alvin bangga tersenyum menatap tajam Alvin karena arka yang mendengar kalimat terakhir dari Alvin merasa tidak suka.


" he he he Alvin bisa saja." kata Yasmin malu Alvin yang mendapat tatapan tajam membunuh membuatnya bergidik ngeri..


" ya sudah ayo kita lanjutkan makan nya." kata Alvin mencoba mencairkan suasana.


...🌷🌷🌷...


...Jangan lupa like dan Vote...


...Happy Reading...

__ADS_1


__ADS_2