
Langit merasakan kasih sayang dan kekuatan yang begitu besar, bunda yang selalu tersenyum penuh kelembutan ia merasa menjadi anak yang gagal sudah di pastikan ia telah membuat nya kecewa.
" Bunda, maaf." ucap Langit
" Maaf." ucap Langit lagi.
" Kamu bisa cerita ke bunda dan mama, di sini juga ada ayah dan papa, apa kamu mau ada ayah dan papa, atau sudah cukup mama dan bunda saja." jawab
Langit menggeleng kan kepala nya.
__ADS_1
" Untuk sementara mama dan bunda saja, Langit masih belum berani menghadapi ayah dan papa Bun " jawab Langit yang masih menikmati sentuhan dari sang bunda.
" Baik lah, kalau kamu sudah merasa kuat untuk bercerita, cerita lah nak, tapi kalau kamu belum siap, tidak apa apa, bunda dan mama akan setia nemenin kamu disini." ucap bunda.
" Bun, apa salah aku ingin yang terbaik buat keluarga Langit? apa salah keinginan sederhana ku untuk di penuhi istri? apa aku kurang kaya, mangka nya ia memilih untuk bekerja? apa aku kurang tegas terhadap istri ku? aku hanya ingin ia selalu ada di rumah saat aku pulang kerja Bun, awal awal pernikahan kami, aku masih bisa terima, tapi semakin lama ia semakin lupa atas tugas dan tanggungjawab sebagai istri dan ibu, aku tidak meminta dia masak, aku hanya ingin ada yang menyambut ku saat pulang dari kerja, aku ingin dia menjadi guru pertama untuk Ara, aku malu setiap hari selalu merepotkan mama dan bunda untuk menitipkan Ara, terkadang juga aku bawa ke kantor, tapi lama lama aku juga kasihan pada Ara karena ia tidak bisa bersosialisasi dengan lingkungan yang semestinya untuk usia nya, aku sudah gagal menjadi, anak, suami bahkan papi untuk anak ku Bun, aku malu bertemu dengan ayah bunda, mama papa, aku dulu begitu percaya diri mengatakan kalau Devi adalah istri yang bisa menemaniku sampai akhir hayat ku, padahal dulu bunda, ayah, mama dan papa ****** melarang ku tapi aku maju terus bahkan sampai sekarang aku yakin kalau ayah dan papa masih belum bisa menerima Devi sebagai menantu di keluarga kita." Langit menceritakan semua nya, mengeluarkan semua isi hati nya sudah lama bersarang di hati nya.
" Apa kamu juga tidak mau memeluk papa mu ini son?." ucap papa.
" Pa." ucap Langit.
__ADS_1
Mereka ber 5 duduk di ruang tamu. Langit menceritakan apa yang telah terjadi pada keluarga kecil nya, dan Langit juga menceritakan kalau ia dan Devi sudah sepakat untuk berpisah dan mengambil jalan masing masing karena sudah tidak sejalan lagi. ke 4 orang tua nya menghembuskan nafas panjang nya, mereka sudah menduga kalau rumah tangga putra nya tidak harmonis, tapi mereka tidak menyangka kalau akhir nya mereka berpisah.
" Kamu tahu son, status kamu dulu sama seperti ayah, sedih boleh son, tapi jangan terlalu sedih, kamu harus ingat kalau hidup mu sekarang ada Ara, Ara selalu membutuhkan papi nya, dan ada kami yang akan selalu ada untuk kamu." ucap Ayah dengan tersenyum pada putra nya
...🌷🌷🌷...
...Jangan lupa like dan Vote...
...Happy Reading...
__ADS_1