Jodoh Pilihan Istri

Jodoh Pilihan Istri
RAN 133


__ADS_3

" Hole hole... Aya punya bunda." Jawab Aya dengan kegirangan, ada beberapa keluarga yang juga melihat ke arah mereka karena terkejut dengan teriak kan aya barusan.


Zafran yang melihat keceriaan aya merasa sedih sampai menitikkan air matanya, meskipun badannya yang gagah tapi ia tetap seorang ayah yang sangat menyayangi putrinya, ia akan tampak rapuh jika melihat putri kesayangannya merasa sedih secepat mungkin zafran menghapus air matanya agar tidak terlihat oleh Putri tercintanya itu.


El tidak sengaja melihat zafran yang menitikan air matanya membuat hatinya menjadi terenyuh.


" Baru kali ini ya Allah aku melihat seorang laki-laki yang sampai menitikkan air matanya untuk orang yang disayangi nya bahagia sekali bundanya ayah dapat dicintai oleh sosok laki-laki seperti mas Andra." batin El.


Setelah adanya adegan yang membuat mereka sedih pesanan mereka pun telah sampai, aya yang sangat bahagia dapat memanggil dengan sebutan bunda dengan lahapnya menghabiskan ice creamnya dengan disuapi El, sedangkan zafran tampak tak berminat meminum pesanannya dia masih terngiang dengan permintaan aya.


" Sebentar lagi aku kembali bertugas bagaimana aku bisa tenang meninggalkan Putri ku bertugas dengan perkataan iya tadi." ucap zafran di dalam hatinya sambil melihat interaksi putrinya dengan IFA.


Setelah selesai menikmati ice cream nya, Aya merengek kepada Daddy nya untuk pulang.


Mungkin karena kelelahan dan sedikit adegan yang membuat dia tadi menangis membuat Aya rewel. Mungkin Aya sedang mengantuk. Pikir Zafran.

__ADS_1


Mereka pun keluar kedai untuk melanjutkan pulang ke rumah El. Karena Aya sedikit rewel, membuat Zafran menggendongnya sedangkan El berjalan mensejajarkan langkah Zafra menuju mobil di parkiran.


"Mas, maaf biar Aya saya pangku saja." Pinta El.


"Terimakasih," Jawab Zafran dengan memindahkan Aya ke gendongan El.


El menerima Aya dalam gendongannya. Zafran membukakan pintu untuk El.


Setelah El masuk, la memakai safebelt sedangkan Aya masih diam di pangkuaan El.


Suasana di dalam mobil menjadi hening, di tambah lagi dengan permintaan Aya kepada El ketika di kedai ice cream menambah kecanggungan antara zafran dan El.


"ehm..ehm." Zafran berpura-pura batuk untuk mencair kan suasana.


" Terimakasih ya Fa udah nemenin Aya maen seharian ini." Ucap Zafran kepada El.

__ADS_1


"Sama-sama mas, saya juga seneng kok bisa bermain dengan Aya." Jawab El dengan menepuk-nepuk Aya yang sedang tertidur.


"Untuk masalah tadi,saya minta maaf jika permintaan Aya membuat kamu risih." Ucap zafran


"Nggak kok mas, El nggak tega melihat Aya bersedih mas. Saya pikir selama ini Aya anak yang ceria, tapi ternyata ia menutupi kesedihannya. Padahal Aya masih kecil mas." Tambah Salma.


"Saya juga sebenarnya sedih melihat putri saya menangis. Saya seperti seorang Daddy yang gagal membahagiakan putrinya." Ucap Zafran dengan raut wajah yang tampak sedih dengan menyetir mobilnya.


"Mas nggak boleh bilang seperti itu, mas Andra sudah menjadi seorang daddy yang hebat untuk Aya. Mungkin memang Aya membutuhkan sosok ibu mas. Wajar jika Aya merasa iri dengan teman-temannya, karena pasti setiap hari Aya akan melihat pemandangan dimana teman-teman Aya diantar bundanya ke sekolah." El menjelaskan dengan nada lembut kepada Zafran


...🌹🌹🌹🌹🌹...


...Jangan lupa Like dan Vote...


...Terima kasih....

__ADS_1


__ADS_2