Jodoh Pilihan Istri

Jodoh Pilihan Istri
LS 10


__ADS_3

Langit yang melihat itu langsung merebahkan kepala nya paha sang bunda, rasa nyaman yang tiada Tara, rasa nyaman yang tidak ada ganti nya, meskipun sudah mempunyai istri tapi bagi Langit hanya bunda nya yang membuat ia nyaman, sejak ia tahu kalau ia bukan lah putra dari bunda dan mama nya, 2 orang wanita ini tidak pernah sedikit pun mengurai rasa sayang nya pada nya, bahkan saat adik adik mereka lahir pun tetap sama


" Maaf kan Langit bunda, seorang anak sulung yang seharus nya menjadi contoh untuk adik adik nya malah membuat bidadari di rumah ini menangis, maafkan Langit bunda, Langit sebenar nya tidak mau menambah beban bunda dan ayah, mama dan papa, Langit malu bunda, Langit malu, ini adalah konsekuensi yang harus Langit terima atas apa yang telah Langit ambil dulu, andaikan saat itu Langit mengikuti apa saran dari bunda, Ayah, mama dan papa mungkin Langit tidak akan seperti ini." ucap Langit


" Yang berlalu biarlah berlalu, yang ada sekarang apa yang membuat kamu seperti mempunyai beban hidup yang begitu berat nak, maaf bukan nya bunda ikut campur urusan anak nya yang sudah menikah, tapi bunda rasa kamu sedang memikul sebuah beban, bunda kembalikan lagi sama kamu, kalau kamu tidak mau bercerita tidak apa apa, bunda hanya bisa mendoakan yang terbaik buat kamu nak." ucap bunda dengan membelai rambut putra yang


" Devi, mengingkari janji nya Bun, ia tetap kekeh untuk bekerja setelah melahirkan." ucap Langit

__ADS_1


" Apa kamu sudah berbicara baik baik dengan Devi?." tanya Bunda


" Sudah bunda, aku sudah bicara baik baik dengan nya, tapi aku melihat Devi begitu bahagia saat ia sedang di promosikan jabatan sebagai manager, aku tidak tega untuk resign." ucap Langit.


" Nak, bunda hanya mampu memberi saran kepada mu, kamu seorang laki laki yang telah menjadi kepala rumah tangga, kamu harus bisa tegas pada istri mu apabila ia sudah lalai dalam menjalankan kodrat nya sebagai istri dan seorang ibu, kalau selama masih di jalan yang lurus kamu tidak perlu mengkhawatirkan nya, kamu ada kami, jangan pernah berfikir kalau kamu sendiri, kami akan selalu ada buat kamu, sekarang pulang lah, putri mu pasti sangat merindukan mu." ucap bunda lalu mencium kening putra sulung nya, menyalurkan rasa kedamaian kepada Langit.


🌹🌹🌹

__ADS_1


" Sayang, Baby Ara sedang aktif aktif nya, dia lagi aktif berjalan dan berbicara lho." Cerita Langit pada Devi sambil tak lepas memeluk tubuh nya di balik selimut.


" Oh iya, wah tidak terasa ya sudah cepat besar Ara, padahal aku merasa baru kemarin lahirin Ara." Ujar Devi, sambil tetap menyandarkan kepala di dada Langit.


" Mangka nya, kamu jangan sibuk terus kerja nya dong... Sampai sampai terlewat kan tumbuh kembang anak kan, sayang kapan kamu berhenti kerja hmm? Biar aku saja yang bekerja, toh nafkah itu kewajiban ku sebagai kepala rumah tangga, aku masih mampu untuk membiayai kalian berdua" Ucap Langit pada Devi dengan intonasi yang lembut.


...🌷🌷🌷...

__ADS_1


...Jangan lupa like dan Vote...


...Happy Reading...


__ADS_2