
"Biar ibu temani ya nak ?" Tambah ibu yang khawatir dengan keadaan berantakan putri bungsunya.
"Tidak usah bu ,biar El saja. Cukup ayah dan ibu mendoakan El agar masalah ini cepat selesai." Ucap El.
"Biar ayah antar ke Bandara " ucap Ayah.
" El juga sudah pesan taxi online yah, bentar lagi sampai. El pamit dulu yah bu. Assalamualaikum." Pamit El.
"Waalaikum salam." Jawab ibu dan Ayah Handoko bersama.
"Ya Allah lindungi putri hamba, jangan Engkau memberikan cobaan yang berlarut-larut untuk nya. Biarkan dia bahagia." Do'a ibu di dalam hati.
Ayah Handoko yang melihat wajah istrinya yang berubah murah, mencoba menenangkannya dengan memeluk ibu.
"Ayah yakin, El bisa menyelesaikan masalahnya bu. Dia bukan putri kita yang dulu, dia sekarang putri kita yang kuat." Ucap ayah Handoko menenangkan istrinya.
🍀🍀🍀🍀🍀🍀
Bandara Soekarno Hatta
Setelah turun dari taxi online, El bergegas menuju pintu keberangkatan.
Dia berjalan menelusuri lorong -lorong menuju pintu keberangkatan ke kota tersebut. Hatinya tak tenang jika dia belum bertemu dengan Zafran dan menjelaskan semuanya.
__ADS_1
El menuju ke pintu pemeriksaan dan melakukan Check-in. Setelah beres, El menuju ke pesawat setelah ada informasi dari pegawai bandara bahwasanya pesawat menuju ke kota Jawa Tengah akan segera take off.
Didalam pesawat, El merapalkan doa agar dia di permudah untuk menjelaskan ke salah pahaman kepada calon suaminya. Perjalan menuju kota Jawa tengah menghabiskan waktu kurang lebih 1, 5 jam.
El sampai di Bandara koto Jawa tengah, tepat masuk waktu Magrib. Setelah mengambil tas ransel nya, dia bergegas menuju mushola di dalam bandara untuk melaksanakan kewajibannya sebagai seorang muslimah.
El telah mencari tahu letak asrama dimana Zafran bertugas lewat internet. Dia juga memesan hotel yang dekat dengan asrama calon suami nya untuk mempermudah dia ketika ingin menemuinya.
"Bismillah saja, Allah pasti menolong hambanya." El memberikan semangat dirinya.
Dia sedikit takut berada di luar kota dengan sendirian. Apalagi dia seorang perempuan, yang tidak pernah bepergian jauh sendiri.
Karena tekad dia, dia meyakinkan dirinya bahwa Allah akan melindunginya dari mara bahaya. El memesan Taxi online dengan sedikit rasa takut menuju ke hotel yang dia pesan.
Kurang lebih 1 jam. Dia sampai di depan hotel. El turun dan masuk untuk check-in hotel yang sudah ia pesan lewat online. Setelah mendapat kunci kamar, dia masuk dan mengistirahatkan dirinya agar di pagi hati lebih fresh untuk bertemu Zafran.
Dia memakai tunik di bawah lutut yang di padukan dengan rok dan kerudung senada dengan bajunya. Tidak lupa membubuhi wajahnya dengan sedikit polesan pelembab dan lipstik warna peach kesukaannya.
Setelah siap, dia menuju ke Asrama zafran menggunakan taxi online yang sudah tersedia di depan hotel.
"Bismillah, semoga hari ini mas Andra tidak sibuk." Ucap El lirih.
El sampai di sana dengan waktu kurang lebih 10 menit. El turun dari taxi dan masuk ke pos penjagaan.
__ADS_1
Di pos, ada 4 orang berpakaian TNI. El pun melapor kepada mereka.
"Selamat pagi mbak, ada yang bisa saya bantu ?" Ucap salah satu tentara.
"Selamat pagi pak, saya ingin bertemu dengan bapak Kalandra Zafran Khary." Jawab El.
"Kalau boleh tahu mbak siapa nya ?" Tanya salah satu dari mereka lagi.
"Saya calon istrinya pak." Jawab El yang mendapat lirikan dari penjaga lainnya.
"Oh mbak calon istrinya Danki Zafran, ya udah saya antar saja mbak menuju asrama beliau." Ajak dia.
"Baik pak terimakasih." Jawab El.
Bang, saya antar mbak ini dulu ya ke Mess Danki Zafran." Pamit dia kepada teman-temannya.
"Siap, hati-hati." Jawab ketiga tentara.
El di antar oleh salah satu tentara menuju ke Mess Zafran.
Mereka mengendarai sepeda motor. El bisa melihat keadaan di mana calon suaminya bertugas. Banyak rumah yang berjajar di sana dengan cat warna khas mereka, hijau lumut.
...🌹🌹🌹🌹🌹...
__ADS_1
...Jangan lupa Like dan Vote...
...Terima kasih....